Date: Sun, 19 Mar 2000 11:37:11 +1100 From: George Aditjondro <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: jarahan TNI dari daerah2 operasi militer To: Admin GSJ <[EMAIL PROTECTED]> Cc: [EMAIL PROTECTED] Kawan-kawan sekalian; Saya sedang mengumpulkan data ttg dampak ekonomi militerisasi di Nusantara. Karena sudah cukup banyak data ttg bisnis formal militer, kini saya fokuskan pada kebiasaan tentara yang pulang dari daerah operasi militer (DOM) untuk membawa barang jarahannya. Saya telah mendapat informasi dari tiga daerah, yakni Semarang (Jawa Tengah), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Acheh, yang saya sebarkan berikut ini. Semua nama sumber saya hapus. Apakah anda punya informasi dari daerah lain, atau, dapat memberikan konfirmasi /koreksi/sanggahan dari ketiga daerah yang sudah saya sebutkan di atas? Apabila jatidiri anda ingin dirahasiakan, tolong kirimkan saja langsung ke alamat email saya. Atas bantuan GSJ dan MFI untuk menyebarluaskan surat ini, saya ucapkan banyak terima kasih. Juga terima kasih kepada ketiga kawan yang memberikan informasi awal berikut ini. Salam, George J. Aditjondro ----------------------------------------------------------------------- Tambahan Admin GSJ Ada kesaksian dari tetangga kami Staf Imigrasi yang sekeluarga tinggal di Timtim sampai akhirnya terpaksa pulang ke Jakarta pada musim eksodus April 1999. Menurut keluarga yang kini pindah dinas ke Riau tersebut, banyak anggota TNI yang menjarah rumah-rumah penduduk, merampok mobil, dan merampas barang-barang pengungsi dan orang-orang yang akan meninggalkan Timtim pada masa eksodus menjelang jajak pendapat. Kenyatan ini memang merupakan "cacad mental" prajurit TNI yang menodai jasa baik prajurit TNI lainnya yang beberapa kali pernah menyelematkan nyawa keluarga ini saat mobil mereka dihadang dan dibakar sekelompok perusuh Timtim. Susahnya, "cacad mental" prajurit TNI ini sangat merugikan masyarakat. Apalagi kejadian terakhir di Aceh. Belum lama utusan Presiden berdiplomasi dengan Panglima GAM, kok dalam sekejap diplomasi itu dirusak dengan penyerangan sewenang-wenang tentara ke rumah-rumah penduduk yang akan merayakan Idhul Adha. Supaya "cacad mental" ini tidak merusak terlalu jauh, tak ada jalan lain kecuali menyapu bersih semua oknum militer yang "cacad mental", dari jendral berpangkat tertinggi sampai prajurit berpangkat terendah. Admin GSJ NB. Perlu diinvestigasi juga hubungan peredaran ganja dan narkoba di Jakarta dengan pertukaran pasukan ke dan dari Aceh. Indikasi kasat matanya al. turunnya harga ganja di pasaran narkoba sekitar markas Brimob setiap ada pasukan yang baru pulang dari Aceh. ----------------------------------------------------------------------- Laporan dari Semarang (Jawa Tengah): ------------------------------------ Hi George; (deleted) Kalau kamu mau tahu, ada juga cerita yang saya ketahui dan diceritakan langsung dari pelakunya, (kebetulan saya kenal banyak anggota militer dari Batalyon 401 Banteng Raiders yang termasuk batalyon PMK*) entah itu hanya ngoceh, atau karena bangga, ataupun karena ungkapan frustrasi, seorang berpangkat pratu menuturkan kepada mantan komandannya yang tidak ikut ke Timor Timur pada waktu pasca jajakpendapat, di saat kekacauan merajalela dan saat menunggu datangnya pasukan Interfet dari Australia, mereka melakukan bumi hangus atas segala fasilitas baik bangunan kantor, rumah dan lain2, termasuk mengambil *yang bukan miliknya* apa saja yang bisa diambil dan sejauh masih dapat terbawa pulang memakai fasilitas transportasi militer, dan dilakukan tidak secara sembunyi2. Ada seorang perwira berpangkat Kapten menjabat sebagai Wakil komandan batalyon, membawa pulang barang rampasan (atau mungkin barang tak bertuan) dan dimasukkan dalam kontainer peti kayu sebanyak 2 peti. Isinya barang2 elektronik. Seorang kawan polisi tetangga saya, dia seorang reformis dan sangat membenci penguasaan militer atas tugas2 kepolisian, mengatakan bahwa saat ini banyak sekali kendaraan2 yang dibawa oleh anggota militer dari Timor Timur (sekarang Timor Loro Sa'e) dan menimbulkan masalah bagi kepolisian, karena tidak bisa di buatkan STNK, namun terpaksa memaklumi keberadaan kendaraan2 tsb. Katanya ini suatu bukti bahwa jajarannya, belum bisa melepaskan diri dari penguasaan militer. George, ceritra ini bisa anda anggap betul, bisa juga dianggap hisapan jempol, dan memerlukan kebijaksanaan untuk mengambil kesimpulan, namun kalau menurut saya pribadi, ceritera tsb di atas, besar kemngkinannya benar adanya. Syukur sekali kita2 ini yang tidak sampai harus melakukan kejahatan2 untuk dapat memiliki benda2 mahal yang tidak terjangkau dari penghasilan halal, karena ternyata masih lebih mahal rasa moral dan etika agama yang kita miliki. (deleted) Laporan dari Makassar, Sulawesi Selatan: ---------------------------------------- Bung George, Cerita tentang tentara & hasil jarahannya bukan barang baru lagi di kalangan masyarakat. Suatu contoh, adalah tertangkapnya mobil ex-UNAMET di Kabupaten Palopo, Sulawesi Selatan pada razia rutin Polantas. Peristiwa ini sayangnya tidak dipublikasikan & cuma info terbatas yang beredar di kalangan Polri. Saya yang kebetulan baru ikut pertemuan keluarga POLRI dapat cerita dari Kasat Sabhara (Kepala Satuan Sabhara/Polisi Seragam Polres setempat. Kejadiannya awal Maret 2000. Hasil akhir yang saya dengar tanggal 11 Maret kemarin, ternyata mobil ex-UNAMET yang ada di SulSel ada 5 (lima) buah semuanya. Dari pemiliknya di dapat informasi bahwa mobil tersebut dibelinya dari seorang anggota Yon LINUD 700 Kostrad dari Kodam VII Wirabuana. Rupanya batalyon ini yang paling bontot pulang kampung dari Bumi Loro Sae. Dari hasil keterangannya masalah tersebut langsung ditangani oleh Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus WK yang sampai hari ini masih menjabat Pangdam. Cara Pak Agus ini cukup simpatik, karena menyatakan rumahnya terbuka 24 jam bagi masyarakat yang melaporkan anggota TNI-AD ke POM, tetapi tidak puas. Alhasil berbagai kasus di POM mulai intensif ditangani. Rumour yang saya sudah cek kebenarannya, adalah ketika pasukan Yonif Linud 431 Kostrad Divisi I yang berkedudukan di Kariango, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan yang jadi momok di Maluku, di mana dari 700 orang yang diberangkatkan ke Maluku, baru kembali sekitar 400 orang. Mereka yang kembali ini lengkap dengan barang jarahannya, seperti TV & Radio Tape yang paling umum. Yah Bung George, namanya tentara kan punya belati & masyarakat hanya punya hati! Salam,(deleted) Laporan dari Aceh/AS, lewat milist MFI: --------------------------------------- Bung GJA dan rekan-rekan yang lain: Saya yakin sekali dengan kebenaran cerita sejumlah besar militer RI yang membawa pulang barang-barang "rampokan"-nya dari daerah operasi. Mungkin teman-teman di Jakarta/Jawa sulit untuk percaya,tapi itulah kenyatannya. Bagi yang membaca harian Waspada terbitan Medan (sayang versi online nya sudah lama di hacked) mungkin masih ingat berita ketika pasukan Marinir/AL mencegah ratusan sepeda motor dan sejumlah mobil yang hendak "dibawa pulang" oleh tentara /AD yang selesai bertugas di Aceh lewat pelabuhan Krueng Gukueh di Lhokseumawe. Sempat terjadi ketegangan karena para prajurit AD ngotot mengatakan itu milik mereka tapi tidak bisa menunjukkan surat-surat kenderaan tersebut. Setelah bocor ke media, lantas ada pejabat militer yang berusaha meredam kasus itu sampai dilupakan orang. (Kasus ini juga salah satu yang membuat Marinir "dimusuhi" AD/Brimob) Bagi saya pribadi, keyakinan akan mentalitas prajurit AD/Polri yang bobrok diperteguh dengan cerita orang-orang sekampung di Pidie, Aceh yang menderita paling parah selama DOM dan pengalaman pribadi. Bukan rahasia lagi bahwa dalam menjalankan operasi militer para prajurit AD dan sekarang Brimob non-organik TNI suka semena-mena. Apalagi yang namanya Kopasus! Siapa pun bisa jadi korban keganasan mereka. Kalau butuh mobil, sepeda motor, kambing, ayam,telor, sampai cabe dan bawang dsb, tinggal ambil dari penduduk. Sering kali penduduk yang sedang dalam perjalanan dengan kenderaannya distop dan kenderaanya diambil. Tak ada yang berani melawan, karena kalau melawan langsung dituduh GAM, pemberontak, GPK, dsb. Rakyat lebih suka merelakannya daripada dapat musibah lebih besar. Hendak melapor ke polisi, setali tiga uang. Melaporkan kehilangan kambing, bisa keluar biaya seekor sapi, sedang kambing pun tak kembali! Memang ada kenderaan "yang dipinjam" itu yang kembali, tapi lebih banyak yang hilang! Kalau saya pulang ke Pidie dari Banda Aceh, nenek saya selalu wanti-wanti jangan lewat pos militer (pos satis/satuan taktis?). Kalau pun terpaksa lewat, jangan memandang ke arah pos! Bayangkan, bagaimana "hebat"-nya TNI kita! Tapi saya suka bandel. Tetap lewat dan memandang ke arah prajurit yang sedang di pos. Akibatnya beberapa kali saya langsung dipanggil. Dimintai KTP atau bukti diri lainnya. Tapi saya selalu tunjukkan kartu mahasiswa saya (ITS). Karena saya tahu jalan pikiran prajurit TNI. Begitu melihat KTM saya biasanya nggak masalah, paling komentarnya : "Ooo sekolah di Jawa ya. Nggak apa-apa kalau orang Aceh sudah sekolah ke Jawa...." Ha..ha..ha.. Pengalaman yang lain: baru tiga bulan beli baru, sepeda motor saya dicuri orang di Mesjid Raya Banda Aceh (1996)! Waktu DOM (hingga sekarang!) memang musimnya kendaraan hilang, baik motor maupun mobil. Sudah lapor ke polisi tapi sampai sekarang nggak ada beritanya, walau sudah dicek ke kantor polisi berulang-ulang. Akhirnya, kami ikhlaskan saja. Seorang imam muda di Mesjid itu juga pernah kecurian. Setelah itu ramai-ramai para imam dan mu'azzin Mesjid membaca surat Yaa Sin dari Al-Qur'an (Orang Islam yakin bisa membuat panas orang yang mencuri dengan membaca Yaa Sin beramai-ramai beberapa malam). Beberapa hari kemudian, seorang prajurit ditemani atasannya mengembalikan sepeda motor sang Imam dengan mohon maaf karena agak lama minjamnya! Seorang teman yang Provost Polri waktu saya kasih tahu motor saya dicuri, berusaha mencari informasi. Setelah beberapa lama akhirnya dia menyerah. Katanya ikhlaskan saja. Kalau "mereka" (TNI/AD) yang melakukannya memang susah polisi mendapatkan kembali. "Kita kejar, mereka suka sembunyi di asrama/barak". Jadi polisi nggak berani masuk ke daerah tangsi militer! Ada beberapa teman yang beruntung. Kenderaan mereka yang hilang ketemu secara tidak sengaja karena ada prajurit yang mengendarainya di jalan umum. Langsung dikuntit dan ditangkap tangan, terus dibawa ke kantor polisi. Kenderaan kembali, tapi si prajurit berlalu begitu saja! Seorang intel Polri pernah dibentak di depan orang banyak oleh seorang yang ketahuan hendak mencuri sepeda motor di tempat parkir.Dengan gagahnya si pencuri tersebut membentak "Apa kau lihat-lihat, aku ini anggota. Awas kalau kau berani macam-macam!". Si pencuri berlalu dengan tenang di bawah pandangan orang banyak yang tak berdaya dan si intel yang merah mukanya! Sebagian kejadian seperti ini sekarang memang tidak bisa terjadi lagi. Karena kesadaran bersama orang Aceh sudah lebih baik. Mereka sudah mendapatkan "pemberdayaan" yang lumanyan dari kelompok mahasiswa. Bahkan gerakan mahasiswa di Aceh punya pasukan "Kucing Hitam" yang lebih dipercayai oleh rakyat daripada Polri apalagi AD. Hingga kini, kekerasan tak kunjung henti di Aceh dan daerah lain di Indonesia. Apapun cerintanya, saya yakin ada "tentara nakal" (minjam istilah Gus Dur) yang bermain. Dan Aceh, adalah "the sacrified zone" yang menjadi medan perang -perangan antara "TNI nakal vs. TNI nggak nakal"! Aceh sebagai DOM bertahun -tahun adalah benteng terakhir "tentara nakal" dan "master-piece" kekejaman militer warisan Orde Baru. Kalau ada pertarungan di tingkat elite di Jakarta, mereka seperti bersepakat: "Ayo kita adu kekuatan di Aceh!" Kita bisa asyik perang-perangan...sekaligus dapat biaya operasi besar-besaran dari Mobil Oil dan industri besar lain di Aceh. Wong Aceh saja kok repot-repot! (deleted) ======================================================= SAPU BERSIH ORBAISME: DWIFUNGSI MILITER, KKN, & POLITIK SARA ======================================================= Int'l Media on Indonesia: http://www.egroups.com/group/reformasitotal - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com -- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
