Saya juga berpendapat seperti KKG, kebablasan politik atau euforia telah membuat
kita bermain dengan cantik berpolitik sehingga ada pengamat mengatakan permainan
politik telah mencapai tahap memuakkan. Tapi ini lah demokrasi, boleh ada cost
untuk demokrasi tapi kita harus setiap saat menghitung costnya sehingga irama
tetap cantik. Sejarah nantinya akan menghitung cost untuk demokrasi kita ini
kemahalan atau tidak dan penyebanya.
Kita juga berkaca dengan kasus Piliphina pada tahun 80-an dalam rangka reformasinya.
Beberapa kali Corry akan di kudeta. Konflik juga banyak terjadi dengan
penguasa-penguasa
lamanya yang juga mempunyai milisi-milisi yang dapat digerakkan setiap saat
untuk menggoyang demokrasi. Tapi mereka berhasil
Dan kita marilah kita mengatur irama demokrasi kita dengan prinsip menekan
serendah-rendahnya
costnya dan demokrasilah yang keluar sebagai pemenang
Selamat
>Dua hari ini saya perhatikan di TV (swasta dan TVRI tadi malam) Kwik Kian
>Gie sepertinya mengeluh bahwa pekerjaannya sebagai Menko Ekuin diganggu
>terus oleh faktor-faktor politik dalam negeri. Agak kaget saya, dua kali
>(itu yang sempat saya tonton, bisa jadi dia juga ngeluh di mana-mana) saya
>saksikan Kwik bicara begitu. Ada apa? Mungkinkah Kwik termasuk salah satu
>yang bakal digeser Gus Dur? Apalagi, makin santer omongan Gus Dur bahwa
>semua menteri yang berasal dari partai politik akan digusur.
>
>
>->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
____________________________________________________
Get your free E-mail account at http://www.detik.com
____________________________________________________
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!