Petikan berita Republika tentang keberatan orang Minang thd penahanan Syahril
Sabirin :
-------awal kutipan
Syahril, kata Syalie, merupakan tokoh nasional asal Minang yang sangat
dihormati oleh kaumnya. ''Beliau itu kepala suku, datuk, bukan
sembarangan orang,'' katanya. Ia khawatir, jika penahanan Syahril berbau
politis, maka itu akan memicu isu primordial yang sempit. Padahal,
primordial sempit, kata Ridwan telah terbukti tidak bermanfaat. ''Gus
Dur seharusnya arif, kalau karena tindakannya ada rakyat yang hatinya
luka.''
-------akhir kutipan

Susah dong kalau setiap pejabat dianggap sbg representatif suatu suku, Indonesia
kan buanyak sukunya. Kita keberatan juga ya kalau tidak ada wakil Indonesia di
PBB or semacamnya?

Kita boleh pilih kok terhadap apa kita rela dikelompokkan.
Keluarga? Suku? Propinsi? Pulau? Negara? Agama? Manusia? Mahluk hidup? Mahluk
Tuhan?
Atau terhadap Demokrasi saja? Demokrasi sebuah kelompok bukan?

By.



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke