On Fri, 23 Jun 2000, By wrote:

WAM:
Saya juga nggak setuju kalau alasannya cuma karena _sama-sama orang
Minang_. Susah kalau begini. Sama susahnya dengan Banser yang ngamuk kalau
Gus Dur dikritik. Kalau alasannya karena pencampuradukkab masalah hukum
dan politik, saya setuju.


> Petikan berita Republika tentang keberatan orang Minang thd penahanan Syahril
> Sabirin :
> -------awal kutipan
> Syahril, kata Syalie, merupakan tokoh nasional asal Minang yang sangat
> dihormati oleh kaumnya. ''Beliau itu kepala suku, datuk, bukan
> sembarangan orang,'' katanya. Ia khawatir, jika penahanan Syahril berbau
> politis, maka itu akan memicu isu primordial yang sempit. Padahal,
> primordial sempit, kata Ridwan telah terbukti tidak bermanfaat. ''Gus
> Dur seharusnya arif, kalau karena tindakannya ada rakyat yang hatinya
> luka.''
> -------akhir kutipan
> 
> Susah dong kalau setiap pejabat dianggap sbg representatif suatu suku, Indonesia
> kan buanyak sukunya. Kita keberatan juga ya kalau tidak ada wakil Indonesia di
> PBB or semacamnya?
> 
> Kita boleh pilih kok terhadap apa kita rela dikelompokkan.
> Keluarga? Suku? Propinsi? Pulau? Negara? Agama? Manusia? Mahluk hidup? Mahluk
> Tuhan?
> Atau terhadap Demokrasi saja? Demokrasi sebuah kelompok bukan?
> 
> By.
> 
> 
> 
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke