On Thu, 22 Jun 2000, Sukaton _ wrote:
> SKT:
> Mas, dana semacam ini memang selayaknya untuk dibuat dengan jelas mainnya,
> bagaimana cara mendapat serta mengelolanya, sebab bila tidak sangatlah
> potensiil sebagai sumber korupsi.
> Saya tidak banyak tahu mengenai hal ini jadi nggak bisa banyak omonglah,
> maklum sementara ini cuma mikirin dana budgeter dapur agar anak istri tetap
> makan, tapi mudah-mudahan berita ini dapat menambah informasi:
WAM:
Nggak gitu mas Katon.
Saya yang sering kali melihat plin-plannya omongan para politisi. As usual
lah. Pertama, dalam rangka membela Gus Dur, pengikutnya mengatakan itu
bukan korupsi, karena tidak menyangkut uang negara. Namun, kok tiba-tiba
anggaran non-bujeter dimasukkan ke APBN. Berarti, itu duit negara dong?
Atau, negara udah mulai jadi perampok? Duit privat ditilep juga?
Dalam kasus Bank Bali, udah jelas itu duitnya bank Bali. Kok dianggap
terjadi korupsi? Bukankah korupsi itu baru terjadi kalau itu menyangkut
duit negara? Kenapa masalah Bank Bali tidak dianggap sebagai perkara
perdata (kalaupun itu ada)?
Lha rak kelihatan munafiknya kan?
Jelas, menurut saya, politik udah ikut main dalam kedua kasus itu.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!