Kalau memang kemungkinan itu benar dan banyak
orang sejenis itu yang sengaja mengguncang
rupiah untuk membuat beban politis kepada
presiden, saya hanya mampu mendoakan agar
segera sadar!

Betapa buruknya, kekayaan (duit) yang mereka
punyai, tidak bermanfaat bagi kesejahteraan,
melainkan menjadi senjata politik semata. Yang
menjadi kurban tak lain adalah rakyat jelata,
yang tidak ambil pusing apakah mereka berduit
atau tidak juga tidak peduli dengan politik.
Mereka yang hanya memerlukan ketenteraman dan
tata-kehidupan normal, walaupun hanya berada
di garis ambang kemiskinan.

Kalaupun tidak suka kepada presiden, bukankah
sudah ada jalurnya. Ada parlemen, ada LSM dan
juga ada forum-forum beraneka warna. Sangat
boleh jadi seandainya *kekayaan dan duit*
mereka dijadikan sarana untuk aktifasi lembaga-2
penyelenggaraan negara dan kontrol pemerintah
dng. bijak, maka presiden (yang dianggap
ngawur) pun akan ambil perhatian. Alih-alih
membuat counter yang semakin meresahkan seluruh
bangsa. Pokja IMD dan FRN adalah 2 contoh
konstruktif dalam membantu penyelenggara negara
mencari solusi penyelesaian masalah.

Salam,

Gondo Maruto



WAM:
Bisa saja, orang yang nggak suka presiden, dan punya banyak duit,
menggoncang Rupiah. Tapi, keadaan akhir ini bukan menunjukkan adanya
spekulan yang main, tapi mbah Dur sendiri penyebabnya. Tiap kali habis
bikin isyu, seenaknya saja mbah Dur membantah. Saya kenal seorang pedagang
valas, yang tidak ada sangkut pautnya dengan politik, yang sering
merasakan akibat -kelancaran bicara_ mbah Dur.


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!













________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke