On Tue, 11 Jul 2000, Gondo Maruto wrote:
> Kalau memang kemungkinan itu benar dan banyak
> orang sejenis itu yang sengaja mengguncang
> rupiah untuk membuat beban politis kepada
> presiden, saya hanya mampu mendoakan agar
> segera sadar!
WAM:
Berapa sih, duit mereka, kok bisa menggoncang Rupiah?
Rasanya pikiran macam ini terlalu naif. Para _penggoncang Rupiah_ ini
(kalau bisa disebut demikian) biasanya adalah mahluk homo economicus
tulen. Ndak ada urusannya dengan politik. Mereka hanya mau nyari untung.
Para politisi yang punya duit, seberapa besar duit mereka?
Pada akhirnya akan terpulang pada pemerintah (cq, mbah Dur) mau nggak,
memberi _amunisi_ bagi para _penggoncang Rupiah_ ini?
> Betapa buruknya, kekayaan (duit) yang mereka
> punyai, tidak bermanfaat bagi kesejahteraan,
> melainkan menjadi senjata politik semata. Yang
> menjadi kurban tak lain adalah rakyat jelata,
> yang tidak ambil pusing apakah mereka berduit
> atau tidak juga tidak peduli dengan politik.
> Mereka yang hanya memerlukan ketenteraman dan
> tata-kehidupan normal, walaupun hanya berada
> di garis ambang kemiskinan.
WAM:
Ah, tuduhan kuno.
Kalau saya punya duit (kebetulan tidak) saya nggak mau ambil pusing siapa
yang jadi presiden. Yang penting duit saya nambah terus.
> Kalaupun tidak suka kepada presiden, bukankah
> sudah ada jalurnya. Ada parlemen, ada LSM dan
> juga ada forum-forum beraneka warna. Sangat
> boleh jadi seandainya *kekayaan dan duit*
> mereka dijadikan sarana untuk aktifasi lembaga-2
> penyelenggaraan negara dan kontrol pemerintah
> dng. bijak, maka presiden (yang dianggap
> ngawur) pun akan ambil perhatian. Alih-alih
> membuat counter yang semakin meresahkan seluruh
> bangsa. Pokja IMD dan FRN adalah 2 contoh
> konstruktif dalam membantu penyelenggara negara
> mencari solusi penyelesaian masalah.
WAM:
Memangnya begitu mudah, mengeskpresikan _ketidaksukaan_ terhadap presiden?
Teori sih iya. Prakteknya, lihat saja soal interpelasi. Meskipun itu jelas
haknya MPR, kok masih saja ada yang ngeributin.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!