On Mon, 10 Jul 2000, [iso-8859-1] Fabian Bienjava wrote:
 
> saya ngikut om 3 in 2,
> memang endognya eh korannya dua,
> merdeka berafiliasi pada pni,
> dan rakyat merdeka yang kelihatannya ngikut sama dahlan iskan ke pan,
> hanya saja rm menjadikan masalah pdip dan mega dan soekarno 
> hanya sebagai barang dagangan,
> murni komersial.........

WAM:
How come?
Wong kita tahu hampir seluruh crew Merdeka itu pindah ke Rakyat Merdeka.
Apakah para crew itu, kalau benar sinyalemen mereka tidak pro PDI-P
setelah pindah ke Rakyat Merdeka, mereka itu munafik semua? Betapa
naifnya pemikiran ini. Jelas sekali kok kekentalan pro PDI-P koran ini.
 
> kalo setiap hari memuat mega atawa pdip,
> tidaklah berarti si pengasuhnya mendukung mega atawa pdip,
> kalo anda jeli membacanya, akan tampak.....

WAM:
Dengan logika yang sama, kalaupun Merdeka tiap hari mengaku pro mega,
belum tentu juga ya mereka itu pro PDI-P? Hayo, bingung njawabnya to?
Saya tahu pasti, jawaban anda akan berbunyi: kalau Merdeka itu lain dengan
Rakyat Merdeka. Namanya juga jawaban mencla-mencle...

> jelas-jelas pilihan rakyat merdeka adalah bisnis yang canggih,

WAM:
In that case, pengasuh Merdeka itu bego dong? Udah tahu pilihan Rakyat
Merdeka itu canggih, kok nggak diikuti? Pasti, anda kebingungan lagi. Iya
juga ya?


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke