----- Original Message -----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, July 13, 2000 12:05 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Senggolan Berita 120700 (3)


> On Wed, 12 Jul 2000, Daniel H.T. wrote:
>
> > > WAM:
> > > Dictum politik mengatakan, tak ada musuh atau kawan sejati. Dan itu
betul.
> > > Apakah nanti dekat Pemilu jadi musuh atau kawan? Sangat situasional.
>
> > Daniel:
> > Kalau gitu pernyataan itu bohong, ya, Mas?
>
> WAM:
> Pernyataan yang mana?

Daniel:
Lha, sampean menanggapi opini saya yg mana? Ya, pernyataan itu dong yg saya
maksud. Kalau lupa, saya ingatkan pernyataan AM Fatwa yg mengatakan
Megawatilah Presiden yg cocok u/ Republik ini.

> Jangan menyamakan ilmu politik dengan ilmu eksak.

Daniel:
Org berbicara konsisten tdk berarti identik dng ilmu eksak. Org berbicara
konsisten adalah org yg layak dipercaya. Pimpinan yg konsisten adalah
pimpinan yg layak dipercaya rakyatnya.


> Saya pernah bilang, dalam politik, kalau perlu maling itu berteriak paling
> keras. Artinya, kita nggak pernah punya cara yang jitu untuk menentukan
> _apa siapa_ seseorang/kelompok.

Daniel:
Oooh, kalau gitu ilmu politik memang nggak sama dng ilmu eksak. Tetapi sama
(setidaknya miriplah) dng ilmu maling ya? Pantesan banyak politikus kita yg
jadi maling. Atau kelakukannya mirip gitu, sehingga nggak layak
dipercaya.....):

>

>
> > Daniel:
> > Namanya juga politik ... Saya jadi teringat pemeo: "politik itu jahat"
> > Tapi, saya mau tanya yg jahat itu politiknya, atau manusianya?
> > Terus, apakah di negara2 lain (baca: maju) para politikusnya juga
> > kelakuannya seperti politikus kita???
>
> WAM:
> Yang jahat politiknya atau manusianya? Tentu saja, manusianya. Tapi, kalau
> tidak ada politik, tidak ada manusia jahat. Jadi, keduanya berperan.

Daniel:
Kasihan dong politik,kok dia akhirnya yg disalahkan...? Pdhal manusianya yg
gitu...


>
> Kelakuan politik di negara lain? Siapa bilang mereka tidak jahat. Minimal,

> dalam kaitan hubungan antar negara, saya lihat bahwa negara Barat (dalam
> hal ini, dianggap sebagai politisinya) amat egois. Mau menangnya sendiri.
> Mau untungnya sendiri. Apakah ini bukan cerminan sifat politisi (Barat)?
> Jika mereka bukan politisi jahat, tentu mereka tidak mau menang atau
> untung sendiri.
>

Daniel:
Sdr. WAM apakah ini artinya Anda mau bilang politikus itu "harus" menjadi
jahat? Ih, ngeri deh.





->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke