Dalam situasi seperti ini serba tidak jelas Bung.

Sasaean antaranya adalah kekacauan dan sasaran akhirnya adalah
kasus-kasus KKN tidak terbongkar atau terusut.

Coba, kita lihat, Pak Harto mesem sudah ditarik dan Bank sudah
tidak mengeluarkan. Eh... kini Ki Hadjar merah yang tidak ada
tonjolan gambarnya sudah beredar. Apakah sebuah koinsidensi kalau
kekacauan dan uang palsu beredar secara serentak?

----- Original Message -----
From: Jan MAMARIMBING <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, July 18, 2000 7:11 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Pengamen Rohani dan Ambon




Apa dia itu mewakili satu golongan/kepentingan atau pribadinya dia
sendiri?


______________________________ Reply Separator
_________________________________
Subject: [Kuli Tinta] Pengamen Rohani dan Ambon
Author:  [EMAIL PROTECTED] at Internet
Date:    17/07/2000 8:11 AM


Hari Sabtu, sore hari, saya naik bis Patas AC dari Pondok Indah.
Dari Jl.
Sudirman, naik seorang pengamen, berambut kriting. Sebelum
mengamen, dia
berteriak:

_Saya akan menyanyikan lagu rohani di sini, siapa pun anda, tidak
boleh
protes_. Saya pikir, sombong amat ni orang. Belum tentu ada orang
yang
protes, apalagi mendengarkan lagunya, udah ngancam duluan.

Mulailah dia menyanyikan lagu rohaninya. Intinya, Yesus adalah
pembawa
damai. Di tengah-tengah lagunya, dia mengatakan:

_jika anda mendengar, di TV, di koran, di majalah dan di tabloid,
bahwa
di Ambon orang Islam dibunuhi, dan mesjid serta langgar dibakari,
yakinlah
bahwa berita itu bohong. Karena kami laskar Yesus, adalah pembawa
perdamaian_. Tertegun saya. Bahwa mereka mengaku membawa
perdamaian, ya
terserah saja. Tapi, yang terjadi di Ambon adalah, orang Islam
dibunuhi.
Mesjid mereka juga dibakari. Kenapa fakta ini mesti dijungkir
balikkan?

Apakah kita semua ini dipikir buta huruf dan tidak tahu apa-apa
dengan
yang terjadi di Ambon? Kalau di Jakarta, yang begitu lengkap
dengan
berbagai media, orang berani menjungkirbalikkan keadaan yang
terjadi di
Ambon, terus apa lagi yang mereka lakukan di mana orang tidak bisa
memperoleh berita sebenarnya?

Bahwa saya pernah mendengar, para pengamen rohani itu sebenarnya
sedang
menyebarkan ajaran agamanya (mereka mengamen bukan untuk mencari
duit!),
terserah mereka saja. Tapi, kalau sudah mulai berkampanye untuk
menjungkirbalikkan fakta kejadian di Ambon, itu yang tidak benar.

Saya lihat, tidak ada satu orang pun yang memberi uang kepada
pengamen
ini, yang kemudian turun di muka hotel Mandarain. Sebelum turun,
dia
mengaku sebagai pengamen jalanan yang dibimbing oleh Iwan Fals.

Saya nggak tahu, apakah upaya pemutarbalikkan fakta Ambon ini juga
dilakukan di kota lain.


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!














->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke