Ya .. slow down lah...

Yang di Pati itu, bermula dari perkelahian dua pemuda desa. Nah
kalau kemudian sampai berakibat seperti itu apa bukan tindakan
bejat, entah kalau ada kata yang lebih tepat untuk menggambarkan
akibat yang ditimbulkannya.

Dulu memang banyak orang tidak bisa sekolah. Nenek dan kakek saya
juga tidak makan sekolahan. Ayah saya juga hanya sampai kelas 3
SD. Namun, saat ini di Pati itu, anak sudah sekolah lalu terhambat
karena desa dan sekolahnya hancur. Apakah perbandingan dulu dan
kini itu masih mapan? Ingat, itu bermula dari perkelahaian dua
pemuda.

Yang di Yogya itu peristiwanya terjadi bersamaan dengan event
salah satu agama. Nah, kalau orang tidak memakai pikiran jernih
kan langsung berpikir bahwa mereka yang melakukan itu "pasti" dari
kelompok yang sedang ber-event tersebut. Maka sering muncul
kejadian yang lucu baik di Ambon maupun di Jawa. Gereja di jaga
umat muslim dan Masjid dijaga umat Nasrani. Tujuannya jelas agar
mereka tidak diadu domba.

Maka saya mengatakan "bejat" entah kalau ada kata lain yang lebih
baik mengingat dampak yang ditimbulkannya bisa mengerikan.

Di Yogya hal seperti itu sudah sangat sering namun tidak pernah
meluas. Masih ingat kasus Masjid Agung Alun-Alun yang dipasangi
bom itu bukan? Atau Istiqal. Atau Gereja di Medan. Itu hanya
beberapa contoh saja. Dulu ketika iringan jenazah Romo Mangun
sudah disiarkan akan melewati persis samping Masjid Syuhada
sebagai kenangan terhadap karya Romo Mangun di bantaran Code itu,
maka sehari sebelumnya sebuah kampus di Yogya utara yang jelas
berkonotasi agama tertentu dilempari batu sehingga banyak kaca
jendelanya yang pecah. Apakah ini sebuah koinsidensi? Apakah
mungkin orang beragama Islam melakukan tindakan tidak terpuji
seperti itu hanya agar terjadi sebuah kekacauan?

Kayaknya sih niat saya mencoba untuk memaparkan sesuatu yang
jernih. Entah kalau tulisan saya telah menimbulkan persepsi yang
bisa diinterpretasikan sebagai menyiram minyak. Padahal, saya
menandai mereka pengail bejat itu sebagai pihak yang ingin
memperkeruh suasana karena memang menghendaki suasana menjadi
tidak menentu.

Jadi, Bung Perot, arah tulisan saya, agar jelas, tidak mengarah
kepada kelompok agama tertentu. Agar lebih jelas sehingga tidak
diinterpretasikan selain yang saya maksudkan, kelompok yang saya
sinyalir itu adalah mereka yang tidak ingin terbongkar masa
lalunya oleh laju perubahan saat ini. Mereka itu memiliki uang
yang cukup untuk membuat tergiur orang yang tidak mampu dan
kepepet melakukan apa saja. Di Ciamis, mereka cuma dibayar Rp
50.000,- untuk membunuh.


----- Original Message -----
From: Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, July 19, 2000 12:17 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Pengamen Rohani dan Ambon


>From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Tue, 18 Jul 2000 21:06:20 +0700
>
>Lho... yang di Pati itu mBah....
>SD, SMP dan SMU tidak bisa sekolah dan orang tuanya sudah tideak
memiliki
>apa-apa lagi. Coba bayangkan, dosa macam apa (kalau mengenal)
yang telah
>dilakukan olah para perusak bejat itu?

Poirot:
kok enggak dong aku arah tulisannya kemana :)
Eh..dari dulu banyak kok orang tak bisa sekolah.
Enggak hanya sekarang saja. yang perlu kan bukan
marah dan memakinya itu toh mas...tapi bagaimana
menolong mereka yang tak bisa sekolah itu menjadi
bisa sekolah.

Tidak semua perusak itu bejat loh. Lihat perusak
patung berhala itu --Nabi Ibrahim. Sebut saja
perusak mas, enggak usah ditambaha bejatnya.
kalau ada orang yang merusak...kita mbok ayo tak
usah memaki-maki. tapi bantuin mereka yang tak
beruntung krn tertimpa bencana itu

>Kemarin, hari minggu sekelompok anak mudah merusak mobil-mobl
yang
>pemiliknya sedang mengikuti misa di Gereja Kota Baru. Tujuannya
sudah
>jelas, kriwikan dadi grojogan seperti
>kasus Ambon itu. Untung Yogya sudah dicobai berkali-
>kali namun tidak pernah berhasil.

Poirot:

wah mas...sampeyan mbok ya slow down dikit. Kok terus
semua kasus kriminal diarahkan ke sana. Ini mah sampeyan
malah ikut menyiram minyak. Apalagi dng kata "jelas".
Weh...sampeyan juga wartawan kan? Better di-check dulu
para pelaku itu.

>Ketika dua orang ditangkap mereka mengatakan bahwa
>mereka hanya ikut-ikutan teman dan malu kalau orang tuannya
sampai tahu.
>Mai bilang apa kita kalau sudah seperti ini?

Poirot:

Mas...apakah anak-anak itu memang bermaksud membuat
onar spt kasus Ambon? apakah mereka memang berkata
begitu? atau...mereka sebenarnya hanya anak iseng
yang lagi kelebihan energi?

Krn sekarang keadaan lagi tak nyaman, ada baiknya
kalau setiap kasus kriminal diusut secara kriminal
dulu. Bila memang ada muatan hasut-menghasutnya,
polisi bisa mencari orang yang main di belakang
mereka.

Tapi state of mind kita tetap harus jernih.
Bila tidak, bisa menambah kacau situasi.

Saya beri contoh:

Seorang kawan kehilangan sandal yang baru dibelinya
ketika sholat Jum'at di Masjid kampus UNILA. Padahal
sandal itu tepat di belakangnya [kami datang terlambat].
Semua orang Sholat di depan kami. Ketika selesai kami
orang pertama yang bisa meraih sandal. Tapi sandal
kawan itu kok ilang? Lalu siapa yang ambil?

Kesimpulan kawan itu, yang ambil adalah orang yang
tidak sholat. Bahkan sambil terus marah-marah dia
menuduh salah satu penganut agama, dengan kalimat
begini: "Pak Usman, mereka sengaja membuat orang
Islam anti pergi ke masjid."

Tentu saja saya kaget mendengar kalimat itu. Saya
pun berusaha menenangkan dengan logika yang bisa
diterimanya. Saya juga tunjukkan kalimatnya itu
sangat berbahaya krn kita tak pernah tahu siapa
yang sebenarnya mengambil. Kesimpulannya kalau
yang mengambil itu "orang yng tidak sholat"
memang merupakan the best educated guess
berdasarkan kondisi objective saat itu.
Tapi saya tetap tak setuju dengan tuduhannya.

Kalau ada kawan yang mau konfirmasi cerita ini,
bisa bicara langsung dengan ybs. Dia dosen
Universitas Sriwijaya. Bila ada yang serius,
saya bisa berikan namanya lewat japri.

Nah mas/mbak Aswat...kesimpulan sampeyan dengan
kata "jelas" itu sama bahayanya dengan kesimpulan
kawan saya itu.

Wassalam,
+++Poirot
__________________________________________________________________
______
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at
http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!














->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke