Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Karena ini pendapat --pendapat Aditjondro,
I have no comment thd apa yang ia ungkapkan.

Tapi kita bisa menguji apakah pendapat itu
benar atau tidak. Pengujian ini pun tidak
harus disikapi sebagai ujian yang benar.

Saya akan memulai dengan menyodorkan fakta RI-1
yang dipasok informasi dari "intel partikelir".
Dari satu orang "boss intel" saja punya 60
anggota [e.g Letkol Djuanda]. Ini belum IP-IP
yang lain. Di luar itu RI-1 masih dipasok info
dari intel resmi.

Nyatanya...sudah berapa kali RI-1 terpeleset?
Sekedar mengingatkan...dalam kasus Kapal Mewah
Tommy Winata, kasus Jl. Lautze, sekarang kasus
"Biang Kerok" DPR --yg kemudian diralat.

Dengan melihat pasokan informasi ke RI-1, yang
ternyata masih sering meleset...how far kita
bisa mempercayai akurasi informasi yang masuk
ke George?

Sekali lagi saya katakan saya tidak akan memberi
tanggapan apa yang dikatakan George. Itu pendapat.
Ya biarkan saja kalau pendapatnya begitu.

Yang kasihan adalah orang-orang yang disebut
namanya dan pihak-pihak yang digolongkan ke
dalam kelompok yang membuat rusuh itu. Bagi
mereka apa yang diungkap George adalah fitnah,
accusation without any proof. Bila George punya
proof, tidak usah malang melintah di media,
berikan bukti itu ke aparat biar para perusuh
itu ditangkap...masalah Ambon beres.

Wassalam,
+++Poirot










>From: "Daniel H.T." <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [Kuli Tinta] FW: Kelompok yg Terlibat Konflik Maluku
>Date: Tue, 18 Jul 2000 22:48:23 +0700
>
>KOMPAS ONLINE
>Selasa, 18 Juli 2000, 13:47 WIB
>
>                       George Aditjondro Tunjuk Kelompok Terlibat Konflik
>                       Maluku
>
>                       Canberra, Selasa
>
>                       Dosen Universitas Newcastle Australia George
>Aditjondro menuduh banyak
>                       kelompok terlibat dalam konflik bernuansa SARA di
>Maluku termasuk
>                       mantan Panglima TNI Jenderal Wiranto dan mantan
>Menteri Keuangan
>                       Fuad Bawazier.
>
>                       Tuduhan Aditjondro yang selama ini dikenal sebagai
>pemburu harta
>                       mantan Presiden Soeharto itu termuat dalam 
>artikelnya
>di Sydney
>                       Morning Herald (SMH), Selasa.
>
>                       Menurut mantan aktivis yang migrasi ke Australia 
>itu,
>kerusuhan
>                       antar agama di Maluku pertama muncul Januari 1999
>direncanakan dengan
>                       baik oleh kelompok pasukan TNI yang loyal dengan
>mantan Presiden
>                       Soeharto.
>
>                       Awalnya kelompok itu mempunyai dua tujuan. Pertama
>ingin
>                       menggoyang kekuatan Megawati Soekarnoputri yang
>menjadi calon
>                       presiden terkuat menggantikan BJ Habibie.
>
>                       Kedua, menciptakan kerusuhan di daerah-daerah di 
>mana
>Jenderal
>                       Wiranto ingin menghidupkan kembali kekuatan
>Kodam-Kodam.
>
>                       Para pemimpin agama Islam maupun Kristen di Ambon,
>lanjutnya,
>                       sudah lama ingin menyudahi pertikaian dengan jalan
>damai mengingat
>                       sudah banyak korban yang jatuh.
>
>                       Tetapi, menurut dia, dua perwira intelijen dari 
>Kodam
>XVI
>                       Pattimura yaitu Kolonel Budiatmo dan Kolonel Nono
>berusaha
>                       memelihara konflik tersebut.
>
>                       Kolonel Budiatmo, katanya, tetap menjalin hubungan
>dengan milisi
>                       Kristen di Ambon, sedangkan Kolonel Nono dengan 
>milisi
>Muslim yang
>                       belakangan diperkuat dari Jawa dan Sulawesi Selatan.
>
>                       Ia juga menyatakan, ada dua kelompok lain yang juga
>terlibat
>                       konflik di Maluku. Pertama, kelompok radikal Muslim
>yang beroposisi
>                       dengan Presiden Abdurrahman Wahid. Mereka mendapat
>dukungan dana
>                       dari mantan Menkeu Fuad Bawazier.
>
>                       Kelompok kedua terdiri dari konglomerat Indonesia 
>yang
>memetik
>                       keuntungan dari kerusuhan di Maluku, di mana mereka
>dapat lari dari
>                       kewajiban membayar utang triliunan rupiah kepada
>Perbankan
>                       Indonesia.
>
>                       Konglomerat yang termasuk dalam kelompok ini, kata
>Aditjondro,
>                       kebanyakan kelompok perusahaan yang dekat dengan
>keluarga Soeharto
>                       yaitu Jayanti, Barito Pasifik, Sinar Mas dan Artha
>Graha.
>
>                       Jayanti dan Sinar Mas juga menjalin kerjasama dengan
>                       perusahaan-perusahaan Australia, katanya.
>
>                       Lewat tulisan berjudul "Wiranto fans Ambon's 
>flames",
>George
>                       Aditjondro nampaknya juga ingin "mengobarkan" 
>simpati
>publik Negara
>                       Kanguru atas konflik di Maluku.
>
>                       Dikatakannya, perang agama sejak 18 bulan lalu yang
>telah
>                       menewaskan 3.000-10.000 jiwa sejauh ini kurang 
>menarik
>perhatian
>                       publik Australia di luar lingkaran gereja.
>
>                       Walaupun faktanya lebih dari 1.100 tentara Australia
>pernah
>                       dikirim ke Ambon dalam Perang Dunia II untuk menahan
>invasi Jepang dan
>                       ratusan dikubur di makam pahlawan dekat Universitas
>Patimura,
>                       tulisnya.(Ant/jy
>
>
>->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke