Tampaknya, para anggota MPR itu telah membuat asumsi bahwa
amandemen UUD berhasil. Padahal, amandemen itupun kini mulai
diragukan melihat kinerja  para wakil rakyat seperti itu.
Mempertaruhkan masa depan bangsa ditangan mereka saat ini melalui
amanedemn UUD tampaknya terlalu beresiko bagi perjalanan bangsa
ini.

Apakah pendapat ini sangat subyektif?

----- Original Message -----
From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, August 11, 2000 11:43 PM
Subject: [Kuli Tinta] Fw: Ada Upaya Peras Habis Kekuasaan Presiden


Ada Upaya Peras Habis Kekuasaan Presiden
Jakarta - 11 Aug 00 22:21 WIB (Astaga.com)
Tokoh Petisi 50 Letjen (Pur) Ali Sadikin menilai, upaya beberapa
anggota MPR
untuk memisahkan wewenang presiden dan wakil presiden apalagi
melalui
pembuatan TAP MPR merupakan upaya memeras kekuasaan politik
presiden ke
titik minimal demi suatu politik "dagang sapi". "Soal rekrutmen
atau
pemberhentian menteri dalam kabinet merupakan hak prerogatif
presiden yang
dilindungi UUD. Itu dapat disusun bersama-sama Wapres," tulis Ali
dalam
siaran pers, di Jakarta, Jumat (11/8).

MPR, kata dia, tidak dapat turut campur dalam soal ini, termasuk
dalam
pembagian tugas antara Presiden dan Wapres. "Sudah saatnya para
anggota MPR
bercermin dan mengevaluasi diri untuk tidak sekadar melakukan
kepentingan
jangka pendek parpolnya dengan mencampuri kekuasaan di luar
wilayahnya,"
tulisnya.

Ia menambahkan, pemerasan politik juga terjadi dalam pemandangan
umum
sebagian fraksi MPR yang menanggapi laporan Presiden. "Mereka
dengan sadar
dan sengaja menggiring pandangan bahwa ketidakefektifan
pemerintahan
disebabkan Presiden Abdurrahman Wahid semata," tulisnya.

Hal tersebut, sangat tidak adil dengan menumpukkan kekurangan itu
pada
person presiden. Apalagi kenyataannya kabinet yang dibentuk
merupakan
akomodasi parpol yang pada realitasnya memiliki loyalitas ganda
pada
Presiden dan parpolnya. "Hal yang terakhir ini juga mesti dilihat
sebagai
sumber persoalan ketidakefektifan kabinet Persatuan Nasional,"
tulisnya.

Selain itu, tergambar jelas pada ST MPR bahwa politisi Orde Baru,
terutama
dari Golkar ternyata memainkan peran dominan dan menarik
keuntungan dari
politisi parpol lain yang masih baru. "Ini ancaman serius bagi
masa depan
politik kita yang hendak meninggalkan masa silam yang membawa kita
pada
kegelapan," katanya.

Proses politik di parlemen, katanya dalam siaran pers tersebut,
telah
digunakan unsur kekuatan lama untuk membersihkan dirinya dan
mengganti "baju
kotornya" dengan "baju baru" yang mengesankan reformis. Karena
itu, ia memin
ta agar seluruh rakyat secara aktif mengawasi jalannya proses ST
MPR agar
tidak disimpangkan dari amanat reformasi oleh kepentingan politik
kekuatan
masa lalu.

Sementara, mantan Ketua Fraksi PDI Perjuangan
DPR Dimyati Hartono mengatakan, pendelegasian tidak usah
didetilkan secara
eksak. "Soal teknis sepeti itu terserah Presiden. Tidak usah
dipaksakan
harus begini-begitu. Namanya Keprres ya bisa dicabut atau
dibatalkan,"
ungkapnya

Ketika disinggung soal kemampuan Megawati untuk mengemban tugas
yang
dilimpahkan Presiden Abdurrahman Wahid, dengan diplomatis Dimyati
menyatakan
bahwa kalau presiden sudah memutuskan persoalannya bukan mampu
atau tidak.
Tetapi sudah merupakan tanggung jawab.

Tentang kegagalan Megawati menuntaskan persoalan Ambon dan Irian
Jaya yang
pernah ditugaskan Presiden beberapa waktu lalu, menurut Guru Besar
Universitas Diponegoro itu, yang berhak menilai tentang hal
tersebut adalah
Presiden. "Kalau Anda menilai gagal ya terserah. Tapi sebagai
pembantu
Presiden, ya Pak Durlah yang berhak menilai dan
mempertanggungjawabkan
kepada MPR," kilahnya.

Pada bagian lain, Dimyati juga mengajak segenap komponen elite
politik untuk
tidak lagi 'dagang sapi' dalam soal penyusunan kabinet mendatang.
Sebab dari
pengalaman 10 bulan terakhir, telah terbukti bahwa kabinet hasil
'dagang
sapi' dalam perjalanannya menimbulkan keruwetan-keruwetan
tersendiri. (ajat
sudrajat/ant)




->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!














->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke