---- Begin Original Message ----
From: "mbah soeloyo" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sat, 12 Aug 2000 06:29:18 +0900
To: <[EMAIL PROTECTED]>
CC: <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Kuli Tinta] Mau bilang apa sekarang?
dari kompas:
Disebutkan, dasar pertimbangan "penggiringan" Presiden hanya
sebagai Kepala Negara itu akibat adanya "hambatan fisik" pada
diri Presiden dalam melakukan kewajibannya sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 1 Ayat (3) Ketetapan (Tap) MPR Nomor VII/MPR/ 1973
tentang Keadaan Presiden dan/atau Wakil Presiden Republik
Indonesia Berhalangan. Disebutkan pula dalam konsiderans
"menimbang", terjadinya hambatan itu dikhawatirkan akan
mengganggu jalannya penyelenggaraan pemerintahan, sehingga perlu
ditetapkan adanya pelimpahan tugas-tugas oleh Presiden kepada
Wakil Presiden.
-------------------
hehehe.... hayoh mau bilang apa sekarang?
hambatan fisik presiden dipersoalkan.
kenapa nggak dari dulu aja, capres KH AW tidak layak
ditinjau dari kesehatan dan kelemahan fisiknya.....
kok baru sekarang munculnya?
--------------------------------
Memunculkan GD merupakan cara pilihan untuk meredam bergolaknya massa PDI Perjuangan
yang ingin menampukkan pimpinanya sebagai Presiden RI, sebagai konsekuensi kemenangan
pemilunya. Namun sebagai partai yang ditindes sampai ambles untuk waktu yang sangat
lama, maka kegamangan untuk memegang tampuk tersebut pasti masih ada, traumatis.
Dengan kerjasama yang sama, mereka mengira bisa juga mengegolkan calon pilihan mereka
untuk posisi wapres. Dan posisi wapres inilah sebenarnya yang diincar, karena mereka
tahu GD pasti sebentar lagi, kalau dikerjain, pasti out dari udara.
Sayang, skenario tak semulus kenyataannya. Nyatanya GD bisa membangun kesepakatan,
untuk mengangkat MW.
Penolakan terhadap MW sebelumnya, yang menghasilkan kristalisasi pendukungan 'asal
bukan MW', melalui isu gender, 'kok sembahyang di pura', ndak intelek sama sekali,
berdasarkan teori masih valid untuk dijalankan pada babak berikut, ketika GD
tersingkir. Nyatanya, GD masih sangat kuat untuk dibegita-begitukan. Sebagai pemain
yang sangat pintar memilih asam garamnya politik, sebuah pelimpahan kepercayaan pun
berlangsung. Pasar pun bereaksi positip. MW masih dikawal oleh GD. Seandainya GD bisa
ditumbangkan, dan cuma tinggal MW, maka diulanglah skenario gender, 'sembahyang di
pura', bego, bisu, dan lain sebagainya itu. Lihat, sebentar lagi bakal ramai lagi
acara-acara debat politik, debat publik, yang selalu gagal menghadirkan MW seperti
dulu, untuk melegitimasi kebenaran sinyalemen atas 'bego'-nya MW.
Banyak orang pinter di barisan ini. Pinter, dan keblinger. sayangnya, banyak yang
berasal dari Yogya (yang terakhir ini cuma mau nyindir kang Aswat saja). Ada F.Bahwa.,
AfGaf, dll.
-----------------------------------------------
Thailand's BEST Free Email at Bangkok.com - http://mail.bangkok.com
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!