mas,
sementara anda sekeluarga merasa trenyuh,
seperti pernah aku sampaikan, di sini aku menjadi
bahan tertawaan. naze? karena yang keluar dari mulut
teman-teman dan para sensei (guru): "gimana sih mikirnya
orang indonesia itu (indonesia-jin), wong orang seperti itu
kok dijadikan presiden?" setelah sebelumnya mereka juga
meledek: "gimana sih indonesia-jin itu, memilih presiden saja
sampai berbulan-bulan setelah pemilu?"
itu lebih parah lagi, karena boss-pengecer koran-ku sebelumhya
juga nyekakak: "hehehee... omosiroi na, indonesia jin wa.
ngitung
suara pemilu saja kok berbulan-bulan? lihat bangsa saya, hari
ini
pemilu, besok hitungan suara seluruh negeri masuk, malamnya kami
lembur nunggu berita dan informasi, sambil cari foto-foto dari
menteri-menteri yang diputuskan malam itu juga. besok paginya,
koran berita reguler kami libur..... diganti edisi khusus tipis
berisi pengumuman kabinet....."
jadi, mas.
sudah cukup jengkel rasanya ke-trenyuh-an yang harus ditanggung.
ternyata, memang sengaja dulu memilih GD untuk trial-and-error
dengan mempertaruhkan nasib kesejahteraan suatu bangsa.
soeL
-----
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
- [Kuli Tinta] Mau bilang apa sekarang? mbah soeloyo
- Re: [Kuli Tinta] Mau bilang apa sekarang? Daniel H.T.
- Re: [Kuli Tinta] Mau bilang apa sekarang? ��
- Re: [Kuli Tinta] Mau bilang apa sekarang? mbah soeloyo
- Re: [Kuli Tinta] Mau bilang apa sekarang? Wisnu Ali Martono
- Re: [Kuli Tinta] Mau bilang apa sekarang? Irwan Hadi
- Re: [Kuli Tinta] Mau bilang apa sekaran... Wisnu Ali Martono
- Re: [Kuli Tinta] Mau bilang apa sekarang? Manghi Risingh
- Re: [Kuli Tinta] Mau bilang apa sekarang? GIGIH NUSANTARA
