Tetapi orang Melayu juga banyak lho  yang memanfaatkan service itu
misal kalau mau pergi acara lebaran atau 17 agustusan di konsuler
atau di keduataan memakai baju baru dan setelah itu dikembalikan.


----- Original Message -----
From: Irwan Hadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, August 13, 2000 1:54 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Alangkah Angkuhnya MAKRO


At 12:02 AM 8/13/00 +0700, Daniel H.T. wrote:
>Rasanya mungkin hampir seluruh karyawan Makro itu sungguh luar
biasa
>angkuhnya. Herannya menghadapi keluhan konsumen, sikap mereka
luar biasa
>arogannya. Bukannya menerima komplain sbg masukkan malah
seolah-olah
>dianggap seperti org yg menentang berkelahi. Lihat saja bagaimana
angkuh dan
>kasarnya Makro dlm menanggapi keluhan pelanggannya di Kompas.
Lebih heran
>lagi, konsumen di negara ini rasanya kadar kritisnya sangat
kurang. Sebelum
>mengalami sendiri, mereka rada tak perduli dlm menyikapi dan
mencari
>prosuden, atau toko langganan yg servisnya menyenangkan.

Maklum kali ya, Makro kan asalnya dari *Belanda*.
Di US sini, boleh coba toko grosir macam si Makro bangsa Wall
mart, K Mart,
Shop Ko, sampai toko grocieries seperti Albertsons, Smiths, Fred
Meyer,
Lee's Market place, berarti berlaku seperti di Makro. Bisa
bangkrut dia
nantinya, orang tidak ada yang mau beli, lha di US yang namanya
customer
service itu sangat dihargai sekali.
Bayangkan.... beli lem, yang harganya paling cuman $2, tapi lemnya
tidak
berfungsi sebagaimana mestinya, dibalikin dapat kembali $2,
berikut tax nya
dibalikin juga.

Waktu itu saya salah beli pasta gigi, karena kebetulan lagi ada
rebate,
tapi saya salah beli, saya beli yang ukurannya lebih besar, ya
sudah saya
bawa ke customer service, eh dibalikin uangnya, terus dituker sama
yang benar.

Di Indonesia yah... masih jauh bisa seperti itu.
Sebetulnya nggak bisa disalahkan pihak Makronya 100%, soalnya
memang betul
di Indonesia suka banyak yang ngutil sih. Di US sini, bayangkan !,
pot
bunga, krat krat minuman soda, kadang semangka, karung berisi
garam (kalau
musim dingin harus bawa ini di mobil, in case mobil slip), tas tas
yang
lagi diobral, itu nggak ditaro di dalam toko, tapi di luar, dan
kalau malam
tidak ada yang jagain lagi... Ya karena di sini, orang 98% sudah
pada jujur
sih, dan kalau sampai main tilep gitu saja, dan ketahuan
hukumannya berat
sekuali.
Makanya mental penduduknya juga jadi paling tidak jadi baik.

PS: toko mobil, mobilnya ditaro semua di halaman, padahal mobil
baru.
Kalau di Indonesia, dibiarin semaleman, besok pagi ludes tuh
mobil, orang
sales pikir "wah hoki berat, mobilnya dalam 1 malam laris terjual
;) ;) "




->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!














->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke