--- Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> WAM:
> Sebagian orang Islam memang sudah _belajar_ dari sejarah masa lalu: kami
> merasa dikerjai. Itu sebabnya kami mengusulkan PJ dimasukkan lagi.
>
Barangkali mereka merasa dikerjai sama komunis, atau yang mengaku bukan komunis tapi
memakai
cara-cara komunis. Karena mereka sekarang sudah sadar dan sudah belajar sejarah maka
mereka pakai
cara-cara komunis agar mereka tidak dikerjai lagi.
> Pertanyaan saya: apa ruginya orang non Islam kalau PJ masuk ke UUD?
> Jawablah dengan memakai logika.
Kalau PJ masuk ke UUD, maka jadinya PJUUD, UUDPJ, atau UPUJD, atau UUPJD, atau UPJUD,
kok banyak
sekali permutasinya ? Padahal sudah pake logika ? Bingung aku...
> Jangan menggunakan logika _pokoknya_.
Lha sudah gitu, khan tidak ada _pokoknya_
Ingat besok upacara, jangan lupa baca Pancasila tambah PJ. Kalau anda masih nyebutin
Pancasila
tanpa PJ anda masih mencong..
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send instant messages & get email alerts with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com/
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!