On Wed, 16 Aug 2000, Benny wrote:
> Benny :
> Kalau begitu sdr WAM setuju bahwa UUD itu harus berlaku universal mengenai
> agama (sesuai topik yang dibicarakan), terus salahnya UUD 45 yang belum
> direivsi itu dimana ? Khan sudah mengatur secara universal tanpa membedakan
> agama manapun.
WAM:
Berlaku universal, dalam arti silahkan tiap agama mengatur dirinya
masing-masing. Bukankah anda sendiri yang tadinya menuntut agar ummat
non-Islam juga diperbolehkan menerapkan syariah agamanya? Persoalannya,
ancaman memerdekakan diri dari kelompok non Islam (yang dikemukakan tahun
1945 dan juga sekarang) tanpa penjelasan logis yang melatari
alasannya dianggap sebagai premanisme politik terhadap ummat Islam.
(Bukankah anda pun, dan juga netter non Islam di milis ini) cuma
muter-muter saja, tanpa mampu memberikan jawaban logis kenapa menolak
PJ?. Anda tidak menyadari, ini adalah perbuatan preman. Pokoknya nggak
setuju.
> WAM:
> Sepakat.
> Artinya, nggak salah kan orang Islam minta PJ? Silahkan ummat agama lain
> minta hal yang sama, terus dicari pemecahannya supaya semua terakomodasi.
> Cara ini jauh lebih baik. Orang Islam tidak merasa terus-terusan dikerjai.
> Sayangnya, bahkan di milis ini, tidak banyak orang non Islam yang mampu
> berlogika seperti anda. Pokoknya nolak. Pokoknya merdeka. Memalukan.
> Benny :
> Itu memang hak sdr WAM untuk minta PJ. Dan memang hak yang lain menolak PJ.
> Keputusan tetap ada pada MPR yang sudah kita pilih. Apapun keputusan mereka
> harus kita hormati. Kita disini hanya dapat bertukar pikiran, kalau boleh
> saling membina relasi. Alangkah lebih indahnya kalau kita berdiskusi tidak
> menggunakan kata-kata yang berkonotasi kurang baik, apalagi sampai menunjuk
> ke individu per individu.
WAM:
Saya setuju dengan anda. Biarkan MPR yang _berantem_ menyetujui atau
menolak PJ. Namun anda sudah lihat bukan, banyak warga non Islam yang
telah bertindak seperti preman? Pokoknya merdeka kalau PJ disetujui.
Perbuatan macam ini yang mestinya dikutuk sebagai pemecahbelah bangsa.
Seolah-olah mereka tidak lagi mampu menggunakan rasionya untuk berfikir
logis. Tindakan macam ini yang makin mengeraskan tuntutan ummat Islam.
Orang Islam mau ngatur urusannya orang Islam sendiri kok diganggu.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!