From: "��" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, August 22, 2000 10:54 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Seandainya Di-HORMATI KEYAKINAN
Saya.... : Surat buat mas Drajad.
: Dengan sesunguhnya, aku terharu membaca posting Pak Hasan ini.
------->
Lebih terharu yang disurati, Mas
: From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
: Mas Drajad,
: Ikut bergembira atas selesainya program Doktornya. Semoga
Rakhmat
: Allah
: terus menyertai anda sekeluarga. Semoga Ilmu yang anda
dapatkan
: bisa
: bermanfaat Dunia dan Akhirat. Amin.
:
---->
Do'a Mas Hasan menambah tuntutan yang harus saya usahakan.
AH:
: Lain dari itu, semoga anda juga bisa lapang memaafkan saya
yang
: cepat
: bludrek bila ada keyakinan yang diobok-obok. Khususnya, terus
: terang bila
: mengena keyakinan saudara-saudara saya kaum muslimin yang
masih
: banyak yang
: bodo dan sederhana itu.
:
--->
kiranya sama saja Mas. Saya pun mudah "pegel" kalau keyakinan
diobok-obok, apalagi yang mengobok-obok itu adalah orang
yang seharusnya lebih berkesempatan menenteramkan sesama.
Bukan malah terbalik, pemahaman mereka menjadi sarana untuk
memperkeruh dan meremehkan sesama saudara se-iman.
AH:
: Menyandang Doktor, boleh dibilang anda ini secara formil telah
: sampai
: dipuncak dunia ilmu. Anda sudah masuk golongan Ulama , kalau
: menggunakan
: bahasa agama Islam. Maka banyaklah yang diharap dari orang
seperti
: anda.
: Yang pertama tentunya dari keluarga. Yang lain , tentunya dari
: negara dan
: bangsa. Termasuk disitu adalah sumbangan kepada kaum Muslimin
yang
: anda
: adalah anggotanya. Kaum Muslimin yang sebagai warga terbesar
dari
: Indonesia.
---->
Dalam rangka menyadari itulah, saya mencoba melakukan sesuai
dengan "sandangan" yang telah disampirkan. Karena saya yakin
sampiran itu suatu anugerah dan berkah. Hanya mungkin kebetulan
saja, saya ini lahir sebagai orang jawa. Yang dengan kejawaan
itu saya harus mampu berdiri di atas 3 kaki sekaligus dalam
lingkup sosial-budaya dan spiritual.
1. saya orang jawa, otomatis mengusung budaya suku bangsa
yang gampang sekali memancing emosi bila masalah suku
bangsa ini dilecehkan
2. sebagai orang jawa, saya juga menjadi anggota dari
keluarga besar bangsa Indonesia, yang terasa sekali harus
saya bela mati-matian menghadapi keluarga-2 besar yang
lain, terutama selama saya tinggal di negeri orang ini. Juga
rasa iri ingin menyamai keluarga-keluarga itulah yang
terutama
sekali membuat keprihatinan yang dalam, karena,
3. saya mengaku beragama Islam. Banyak sekali cercaan, tutuhan
dan juga pelecehan saya temui terhadap Islam ini, terutama
bila
dihubungkan dengan "dunia ilmu pengetahuan". Saya merasakan,
bahwa benar pendapat mantan diktator RI, BK yang mengatakan
Islam (saat itu) hanya memuja ABU bukan API dari Islam.
AH:
Cerita anda, yang masih pula saya lampirkan dibawah, menegaskan
: sekali lagi
: perlunya sumbangan pikiran kepala dingin dari anda. Mereka itu
: bukan musuh
: anda. Mereka itu bukan pula kumpulan bajingan orang jahat.
Mereka
: itu adalah
: orang yang keras usaha untuk jadi baik. Mereka itulah profil
: saudara anda ,
: saudara-saudara yang dititipkan pada anda ( kaum ulama ) oleh
: kanjeng Nabi.
: Mereka itu putra-putra bangsa yang masih sederhana, yang baru
saja
: sempat
: dioles oleh pendidikan. Pendidikan yang sama sekali tidak
dikenal
: oleh
: bapak-ibunya. Telah ketinggalan jauh sekali. Mereka itu
: "anak-anak" yang
: bahkan sampai sekarang pun belum bisa menggunakan mata sendiri
: membaca kitab
: suci-nya. Membaca agamanya. Mereka itu baru membaca dengan
mata
: ustat dan
: mata bapak ibunya jauh dikampung sana. Bukankah mereka belum
bisa
: membaca
: Al-Maidah ?.
:
--->
Kalaulah yang saya hadapi adalah ummat awam, tidak jadi soal.
Namun yang saya hadapi adalah orang-orang yang setingkat
bahkan lebih tinggi levelnya dibanding saya sendiri. Mereka
adalah ulama-ulama juga. Paling tidak calon-calon pemikir
yang diharapkan mampu menciptakan Islam adaah rahmat
alam semesta.
: Jadi mbok jangan memusuhi orang-orang itu? Mbok jangan cepat
pegel
: pada
: saudara-saudara anda itu. Penjajahan, Penderitaan dan
pembodohan
: berlapis
: bergenerasi telah melahirkan cerita yang mengecewakan anda :
soal
: memaksakan
: tafsiran agama, soal keseganan masuk dilumpur, soal kerumitan
: pada makanan
: yang sebetulnya tidak perlu. Ulurkan tangan anda dengan sabar,
: please.
: Jangan tambahi penderitaan mereka dengan sikap bermusuhan yang
: menambah
: pengerasan hati. Buat apa ikutan bikin kapal silem sampai 2000
: biji ?
:
---->
Saya merasa tidak memusuhi siapa pun dalam hal keyakinan.
Hanya sayangnya, saya merasa apa yang Mas Hasan sebut
sebagai "pembodohan berlapis" itu rupanya telah global
melanda umat sedunia. Terlalu mudah umat seagama dengan
saya ini menebarkan "provokasi" mengkaitkan kaum agama
lain dalam mengeluhkan problema muslim. Berkali-kali posting
milist lokal di sini selalu mengkaitkan "Yahudi dan Nashara"
sebagai sumber segala sumber problema muslim.
Terus terang saya selalu bertanya "benarkah itu?" Hasilnya
adalah informasi acak ensiklopedik itulah. Yang ternyata
salah satunya merupakan "kesalahan diri sendiri" (contoh
cerita tentang cucu Harun Al Rasyid). Termasuk, mengapa
dunia timur sempat terjajah total oleh bangsa eropa. Tak lain
adalah karena keserakahan penguasa-penguasanya, yang
notabene dibantu oleh kaum ulama (saat itu).
Beberapa hari yang lalu ada pertemuan (camping) aktifis KAMMI
cabang Jepang di Gunung Fuji, menghadirkan seorang Ustadz dari
Jakarta. Apa isi ceramahnya? Tak lain bahasan bedah budaya
Poso, Ambon dan lain-lain daerah bergejolak di Indonesia.
Dengan kesimpulan "Sumber penyebab kerusuhan SARA di
Indonesia adalah YAHUDI". Hasil ceramah itu ditempel di
HP seorang calon ilmuwan, putra pilihan bangsa. Hal beginilah
yang membuat saya prihatin, dengan menamakan diri sebagai
Soeloyo, atau Maido.
Terimakasih dan Wassalam wa rahmah,
soeL
-----
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!