tentang pabrik gula ini,
saya tertarik dengan keberadaan "lori" atau kereta uap
kecil pengangkut tebunya.
duluuuu, kata embah saya, di klaten ada 6 atau 8 pabrik
yang terbagi dalam blok-blok setingkat kawedanan. mereka
punya jaringan rel-lori sendiri-2.
jaman nasionalisasi hanya menyisakan 2 pabrik. 4 atau 6 yang
lain berubah fungsi. ada yang jadi pabrik karung, pabdik tembako
dan pabrik nihil...
tetapi jaringan rel-lori masih ada. sehingga dengan sedikit
modifikasi
bisalah diarahkan jalurnya ke pabrik-pabrik yang masih
beroperasi.
akibatnya sepah tebu banyak menolong untuk ngangkut saudara
mudanya yang belum "nyepah".
dengan kemanjuan transportasi, peranan lori diganti truck yang
minum solar. so? kok aneh sepah jadi barang langka?

selain sepah, ada juga molase atau tetes. lha ini dulu
netes-netes
kemana-mana. paling tinggi hanya jadi gula bahan pembuatan
kecap manis. namun kalau tetesnya ber-pabrik-pabrik dan
penggunaan kecap hanya dulat-dulit, yaa tetesnya tak hanya
netes... malah banjir ke luar pabrik. untung ada yang kreatif,
menjadikannya sebagai pupuk organik lahan tembako,
sawah atau tebu itu sendiri. banjiran tetes dapat teratasi.
lalu menghebat industri bumbu masak.... tetes kembali melangka

maka dari itu keterpaduan teknologi dan riset sangatlah vital.
juga cercah-cercah pengalaman dan pengetahuan praktis
dari petani-2 ndeso, hendaknya menjadi pula perhatian
para reset-ser dan teknolog. agar iptek tidak awet menggantung
di awan. luasnya wawan dan sudut pandang dalam satu
aspek terkait dengan aspek lain sangat menentukan.
(kuda liar yang tak berkacamata walaupun lambat larinya
tetapi merdeka dan berkembang biak. kuda tunggang dan
kuda pacu walaupun lari kencang.... berkembangnya
bergantung JURAGAN-nya)


wuih, kayak yang ngerti-ngertia aja.... (koyok yak-yak o kata
mBin)

soeL
------
----- Original Message -----
From: "reijkman karrountel" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, August 28, 2000 12:48 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Keprihatinan Atas Kasus Indorayon


:
: >
: >  Sama seperti limbah pabrik gula. Sepah tebu. Tadinya, saya
pikir itu
: sepah
: >  tebu _keleleran_ di mana-mana. E, tibak-e enggak. Malah,
ada pabrik gula
: >  di Tegal yang mesti __ngutang_ sepah tebu dari Klaten.
: >
: >
: >
: >
: >
:
: Di sebuah ceramah, di sebuah pabrik gula dan sekaligus
manajemen dari
: beberapa pabrik gula, saya melontarkan joke yang merupakan
plesetan dari
: peribahasa, yaitu 'habis manis sepah dijual'. Ampas tebu
tersebut dijual ke
: pabrik kertas, atau ke PG lain, untuk pengganti bahan bakar
minyak. Tentu
: saja, setelah diambil pakai untuk mengompori boiler-boiler
mereka sendiri.
:
:
:
:
:
: _______________________________________________________
: Say Bye to Slow Internet!
: http://www.home.com/xinbox/signup.html
:
:
: ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
: Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
SENDIRI
: Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
: Keluar: [EMAIL PROTECTED]
:
: Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke