Pak Mashuri dan Pak Aswat,
Karena usil, saya copy-pastekan pertanyaan Mister Mashuri dan Mr Aswat ini
kepada Mas Roy Suryo. Dan pagi ini saya kebetulan sudah terima jawaban
beliau. Mungkin sebagai orang yang sedang sama-sama mencari kebenaran ada
baiknya kita simak pendapat beliau. Kalau belum selesai tanyakan langsung ke
beliau dengan alamat email [EMAIL PROTECTED],
Thanks atas diskusi yang hangat ini, dan maaf kalau tak berkenan.
--- selanjutnya dihapus, untuk menghemat bandwith ---
Pak Iwan Sams, Pak Mashuri, Pak Aswat dan Segenap subscriber Milis Yth,
Terimakasih banyak atas pertanyaannya soal kemungkinan kesalahan 'mekanis'
yang dimungkinkan terjadi tersebut. Namun mohon maaf sebelumnya bahwa saya
berani mengatakan bahwa kesalahan tersebut 99,9% tidak mungkin terjadi (yang
0,1% untuk 'bonus' :-) karena saya telah memeriksa secara detail
film-negatif ybs dengan menggunakan Digital-Film-Scanner yang beresolusi
sangat tinggi (4800 dpi) untuk melihat grain film ybs. Keraguan pak Mashuri
tersebut bisa terjadi akibat hanya 'kesalahan redaksional' (atau persepsi
pembaca ?)-nya saja dari kalimat "ternyata rol klise (negatif) itu
menyambung dengan gambar Aryanti dengan mantan suaminya, M. Yanur" dari
berita di DetikCom itu.
Jadi apabila pak Mashuri sudah pernah melihat Klise tersebut --khususnya
pada sheet pertama dari keseluruhan yang hanya berupa 4 (empat) sheet Film
Fujicolor Super HR-II ASA 100/12 Exp-- maka sebenarnya pertanyaan dan
argumentasi panjang lebar soal 'penumpukan mekanis' tersebut tidak perlu
diceritakan, karena memang maksud dari kalimat pada berita di DetikCom
adalah bukannya antara frame yang satu dengan yang lain 'menumpuk', tetapi
dalam 1 Rol tersebut runtut dengan gambar-gambar yang lain, alias setiap
frame dalam film-nya yang seluruhnya berjumlah 14 (empatbelas) frame itu
utuh. (Catatan : sebenarnya kalimat saya ini bisa digantikan langsung oleh
gambar 'Contact-Print' dari Klise Utuh / 4-sheet tersebut, namun --mohon
maaf-- bukan hak saya untuk ikut menyebarluaskan film yang memang bukan hak
seorang peneliti untuk mendistribusikannya, terlebih kepada kalangan yang
tidak berhak).
Hal ini tentu saja sangat berbeda dengan film yang terpasang pada kamera
yang mungkin tracker-film-nya rewel (sehingga gambarnya saling menumpuk)
atau pada kamera Rangefinder yang berkemampuan membuat gambar secara
Double/Multi-exposure, misalnya saat itu yang paling terkenal adalah Ricoh
500GX
(Iklan di Layar TVRI-nya dahulu menggunakan Bung Olan Sitompul, ingat? :-).
So, ini berarti argumen bahwa teknik 'duplikasi' seperti yang sering
dilakukan oleh fotografer spekulan di tempat-tempat wisata, seperti
Borobudur, Parangtritis, Tangkuban Perahu, dsb yang memungkinkan membuat
Subyek foto seolah-olah berada "ditengah Stupa, Pantai atau Kawah" langsung
terpatahkan karenanya.
Karena kamera yang digunakan adalah memang bukan kamera jenis Profesional
(SLR, TLR apalagi ViewCamera), maka kita tidak perlu membahas kemampuan
tersebut pak, misalnya yang terdapat pada Nikon F-801 atau seri Nikon
lainnya yang dilengkapi dengan 'Databack' yang memungkinkan hal tersebut
terjadi (Soal merk kamera, saya --meski sudah diberitahu oleh Ibu Aryanti--
tetap tidak menyebutnya karena urgensinya tidak terlalu penting. Yang jelas
memang bukan SLR dan Camera tersebut memiliki built-in Flash ber-GN kecil,
sekitar 16 untuk ASA 100 => Inilah yang membuat sinar-flash 'terserap' oleh
Kulitnya Ibu Aryanti, apalagi posisi Flash tersebut berada disisi kanan-atas
dari Fotografer, seperti yang telah saya ceritakan juga melalui Liputan-6
SCTV Minggu malam 3/9/00).
Sehingga rasanya permasalahan cukup sekian saja dan tidak seperti ketika
menjawab 'keragu-raguan' seseorang peserta Milis ini akan kemampuan
fotografis tempo hari, dimana saya harus terpaksa mengaku apa profesi dan
prestasi dalam dunia fotografi, maka disini --mohon maaf kembali
sebelumnya-- saya cukup menulis dua kalimat saja bahwa dulu (sewaktu SMA)
Saya adalah Ketua Bidang IPA Kelompok Ilmiah Remaja Padmanaba (KIRPAD SMA
Negeri 3 Yogyakarta) yang membawahi ilmu Fisika, Kimia dan Biologi (termasuk
Mekanika Fluida yang kemungkinan bapak persoalkan sebelumnya itu). Bila
diingat KIRPAD pada periode tersebut berkali2 memperoleh prestasi bersama
SMA Regina Pacis Bogor dalam setiap event KIR yang diselenggarakan, pak :-)
Meski demikian terimakasih banyak pak atas komentarnya dan ini semua
setidaknya membuktikan bahwa kita memiliki perhatian yang sama ...
eN-Be : Untuk Pak Iwan Sams, karena saya tidak subscribe Milis Kuli Tinta,
maka mohon bisa diforward-kan kesana (juga ke milis2 anda lainnya), thanks!.
Salam hangat dari Yogya,
\|||/
(. .)
*-------------ooO-(_)-Ooo------------*
RM Roy Suryo
<[EMAIL PROTECTED]>
Indonesia
*-------------oo0-----Ooo------------*
-----Original Message-----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, September 04, 2000 5:37 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] HAYO GUS DUR BISA JUJUR NDAK ?
>Bung Mashuri,
>
>Saya pernah melihat sebuah foto hasil karya tahu 70 an dimana
>teknologi animasi computer belum tersedia seperti sekarang. Ada
>sebuah foto yang mendapat penghargaan. Foto itu adalah foto sebuah
>gelas anggur yang bening dimana didalamnya ada orang. Latar
>belakang gelas itu merah. Foto ini jelas hasil dari sebuah teknik
>fotografis.
---------------------------------------------------
>----- Original Message -----
>From: M.Mashuri Alif <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Sunday, September 03, 2000 9:44 PM
>Subject: RE: [Kuli Tinta] HAYO GUS DUR BISA JUJUR NDAK ?
>
>
>Mashuri:
>Saya ingin bertanya kepada siapapun yang mengerti fotografi dan
>art disaint
>
>Mempelajari hasil wawancara pakar fotografi dan grafis ini saya
>coba menganalisa.
>walaupun ada, data-data yang sampai saat ini saya kurang percayai.
>
>1. Benar semua apa yang dibicarakan pakar komputers tersebut
> hampir seluruh yang mengerti disaint grafis akan
>mempercayainya.
------------------------------------
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!