From: "H.P. Martin Y. Manurung" <[EMAIL PROTECTED]>
"Jauhi Dusta! Orang Islam bilang "bereaksi".Orang Kristen bilang "bereaksi"
Semua punya versi sendiri Semua punya "kronologis" sendiri.

Semua sudah jadi debu. Mau bertengkar mencari siapa yang duluan?
Dan siapa yang bereaksi? Lalu, kapan kita mau untuk menghentikan 
semuanya: SEKARANG, KINI dan DISINI?

Bunuh-bunuhan terus??Salah-salahan terus??Hancur-hancuran terus??
Sampai akhirnya tidak ada lagi yang tersisa?

terserah, kalau maunya begitu.
====================================================
Bung Martin,
Memang membosankan sekaligus menyedihkan kalau bicara orang
yang lagi bertengkar bunuh-bunuhan.

Tapi seringkali kita terpaksa berbuat demikian karena konflik masih
saja belum selesai. Karena melempem dan impotennya , serta
rendahnya kwalitas aparat hukum kita. Kalau saya juga kadang-
kadang karena agak gregetan karena gencarnya PR miring tentang
lasykar jihad umpamanya.

Masih ingat jelas dalam benak saya bagaimana asal-mula lahirnya
lasykar jihad dalam pawai sejuta ummat. Kala itu peserta pawai
menunjukkan kegundahannya melihat pembantaian demi pemban-
taian berlangsung terus. Mereka terang2an mengancam akan
mengirim orang ke Maluku bila pemerintah tidak bisa segera 
menghentikan konflik tersebut ( itu bersamaan dengan terbantai-
nya ratusan orang anak-wanita-laki2 di suatu pesantren di Poso).
Bukannya menampung aspirasi tersebut, GD malahan memperlakukan
mereka seperti anak tiri, mengusir dan menghardik orang-orang yang
lagi sedih dan marah. 

Jadilah lasykar Jihad , saya cuma urun duit beberapa ratus ribu saja.
seperti banyak kaum muslimin yang selama beberapa JUmat ikut 
urun disetiap mesjid. Alhamdulillah, Lasykar Jihad memberikan
sedikit keseimbangan. Mana bisa sekarang ini keadilan diletakkan 
pada dasar ketimpangan kekuatan ?. Lha wong ngaku salah siapa
yang memulai saja berat sekali....Lihatlah nasib orang Palestina.
Merskipun empat-lima nyawa melayang "setiap hari",
dalam sebualan ini. Mana ketegasan dan keadilan dunia ? 
Tidak ada!. Karena Israel yang disokong Amerika tidak sebanding
kuatnya dengan naymuk-nyamuk palestina......

Bung Martin,
Kalau anda punya versi kaum Muslimin Ambon membantai 
duluan, bikin gara-gara duluan, tolong kirim Japri kepada saya.
Versi anda terus-terang belum pernah saya ketahui.
Kalau cuma versi pertengkaran sosial, iri-mengiri , ataupun
pertengkaran mulut baku tinju biasa, saya sudah ngerti. Lha
wong negeri kita dimana-mana memang keadaannya sudah
brengsek....

Adapun bila saya ngotot bicara siapa yang membantai dulu,
itu cuma sekedar membuka benak banyak Muslim seperti saya.
Saya yakin sekali, bila kebesaran hati seperti itu ada,
kok rasanya maaf-maaf-an bisa lebih mudah. Jadi bukan
sekedar otot-ototan tapi maksudnya menyumbang 
penyelesaian...

Kalau sekedar seruan : Berhenti sekarang , kini dan disini !
memang gampang. Tapi lha kan sudah gagal menghentikan
pertikaian tersebut... 

Wassalam,
Abdullah Hasan. 





................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 














Kirim email ke