Bung Andriecht,

Masih setia dengan milis ini kan? Kita berdiskusi mengenai fatwa MUI yang didalamnya 
terdiri dari para  ulama yang paham betul ilmu agama dan teruji integritasnya bukan 
karena tanpa sebab. Karena disamping kita mempunyai rasa dan pikiran juga kita masih 
memiliki ingatan tentang pengalaman masa lalu. Ini bukan masalah kesulitan untuk 
memahami namun merupakan rasa ingin tahu ketika harus menghadapi sebuah fenomena. 

Marilah kita menengok sedikit ke belakang. Di jaman Orba, Pak Harto melakukannya namun 
 tidak ada reaksi. Setahun yang lalu, ketika GD mengawali dan hadir juga tidak ada 
rekasi dari MUI; namun kenapa sekarang baru mengeluarkan? Apakah ada hubungannya 
dengan usaha untuk memundurkan GD? Di awal pemilihan Presiden baru-baru ini MUI 
kembali berbicara mengenai gender dan kembali hal itu menjadi polemik. Bahkan 
perbedaan dikalangan umat Islam cukup tajam dimana yang pro pemimpin wanita diwakili 
oleh kelompok misal Kiyai2,  PKB dan GD. Bukankah mereka itu tidak bisa disepelekan 
dalam hal agama? Saya pikir, kelompok itu, dan kalau kita membuka kembali file milis 
ini mengenai masalah tersebut, juga ada sebagian anggota yang merasa terganggu 
meskipun mereka jelas beragama Islam. Lihat sebagai misal posting paling bawah itu. 
Saya pikir mereka berdua bukan orang yang tidak tahu mengenai akidah agama Islam. 
Jadi, tidak perlu mengambil sikap apriori lah ..... Wajar-wajar saja, apa sih 
sulitnya? 

��


----- Original Message ----- 
From: Andriecht <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, December 23, 2000 1:25 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: [Muslim Okayama] Perayaan Natal Bersama


Salam,

Topik yang dibahas ini adalah aqidah islam,.yang terkadang sulit dimengerti
oleh pemeluk agama lainnya.
Dan, masalah tersebut fatwanya telah di-umumkan oleh MUI (Majelis Ulama
Indonesia) sebagai acuan umat islam di Indonesia,.MUI terdiri dari para
ulama yang paham betul ilmu agama dan teruji integritasnya.

Oleh karena itu, biarkanlah umat islam melaksanakan aqidahnya tersebut,
bukankah hal ini tidak mengganggu yang lainnya,.
Atau apakah dengan melaksanakan aqidah-nya tsb ada yang merasa
terganggu,.mudah-mudahan tidaklah,.

Demikianlah,.

----- Original Message -----
From: Fukuoka Kitaro <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, December 22, 2000 3:56 AM
Subject: [Kuli Tinta] Fw: [Muslim Okayama] Perayaan Natal Bersama


> ----- Original Message -----
> From: <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Wednesday, December 20, 2000 2:04 PM
> Subject: Re: Fw: [Muslim Okayama] Perayaan Natal Bersama
>
>
>      Biarkan sesuatu berjalan wajar, jangan sampai ada rekayasa.
> Lha, orang
>      Arabnya sendiri seperti Yasir Arafat ketika natal malah
> menghadiri
>      perayaannya.
>
>      Acuan th 1981 ini sebenarnya lahir dari perselisihan umat
> di zaman
>      orba, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat
> Islam,
>      yang katanya padawaktu itu penduduk Islam lebih dari 90%
> kok jadinya
>      cuma 87%. Akhirnya, terjadi reaksi berlebihan, dan lahirlah
> keputusan
>      seperti tersebut.
>
>      Sebenarnya kita yang di e-mail ini sudah saling merayakan.
> Kita bisa
>      memahami posisi masing-masing kita yang berbeda agama.
> Antar perusa-
>      haan juga saling kirim kartu dengan damai. Semua akan
> bahagia bila
>      mereka berjalan wajar-wajar saja.
>
>      trims




................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com















Kirim email ke