Jangan percaya MUI mewakili agama dan Ulama, MUI yang ada sekarang tidak
seperti MUI jaman-jaman waktu Agama masuk ke Sumatra Ngak sama ketika MUI
waktu masuk ke DEMAK.
MUI sekarang hanya bisa ngomong stiker halal Haram. Tetapi
Tidak bisa ngomong keadilan dan kebenaran. Ngak mau ngomong
kenapa Suharto ngak di adili juga padahal dia yang paling sering
bantai umat islam, Kenapa tommy ngak ditangkap juga. Kenapa
Narkotika, Minuman Keras, Pornografi, perjudian berkembang
luas, kenapa penyelundupan ada dimana-mana. Kenapa MUI
ngak pernah ngomong selain ngomong HARAM DAN HALAL.
DAN MEMPERDEBATKAN ISLAM DAN NON ISLAM ini
Bukan watak ulama yang tidak bisa menerima agama lain.
Ngak Seperti waktu "MUI"-NYA Syarikat ISLAM Mau berdebat
Tentang Komunisme dan Sosialisme dengan SI Semarang. Ngak
ada demokratisnya seperti ulama-ulama dulu yang moderen dan
demokratis dapat menerima perubahan. Gua usul untuk lain kali
DPR yang menunjuk orang yang utuh yang mewakili aspirasi umat.
Kalaupun anggota DPRnya sudah benar dan benar-benar berakar
pada pemilihnya atau rakyatnya (tanggung jawab moral) dan sistim
yang harus dibuat tentang kontrol publik kepada para anggota ini.
Baru bisa kita ngomong aspirasi umat.
"Apakah kita mau terus hidup di bawah tempurung"
MYP
----- Original Message -----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 22 Desember 2000 17:58
Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: [Muslim Okayama] Perayaan Natal Bersama
Bung Andriecht,
Masih setia dengan milis ini kan? Kita berdiskusi mengenai fatwa MUI yang
didalamnya terdiri dari para ulama yang paham betul ilmu agama dan teruji
integritasnya bukan karena tanpa sebab. Karena disamping kita mempunyai rasa
dan pikiran juga kita masih memiliki ingatan tentang pengalaman masa lalu.
Ini bukan masalah kesulitan untuk memahami namun merupakan rasa ingin tahu
ketika harus menghadapi sebuah fenomena.
Marilah kita menengok sedikit ke belakang. Di jaman Orba, Pak Harto
melakukannya namun tidak ada reaksi. Setahun yang lalu, ketika GD mengawali
dan hadir juga tidak ada rekasi dari MUI; namun kenapa sekarang baru
mengeluarkan? Apakah ada hubungannya dengan usaha untuk memundurkan GD? Di
awal pemilihan Presiden baru-baru ini MUI kembali berbicara mengenai gender
dan kembali hal itu menjadi polemik. Bahkan perbedaan dikalangan umat Islam
cukup tajam dimana yang pro pemimpin wanita diwakili oleh kelompok misal
Kiyai2, PKB dan GD. Bukankah mereka itu tidak bisa disepelekan dalam hal
agama? Saya pikir, kelompok itu, dan kalau kita membuka kembali file milis
ini mengenai masalah tersebut, juga ada sebagian anggota yang merasa
terganggu meskipun mereka jelas beragama Islam. Lihat sebagai misal posting
paling bawah itu. Saya pikir mereka berdua bukan orang yang tidak tahu
mengenai akidah agama Islam. Jadi, tidak perlu mengambil sikap apriori lah
..... Wajar-wajar saja, apa sih sulitnya?
��
----- Original Message -----
From: Andriecht <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, December 23, 2000 1:25 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw: [Muslim Okayama] Perayaan Natal Bersama
Salam,
Topik yang dibahas ini adalah aqidah islam,.yang terkadang sulit dimengerti
oleh pemeluk agama lainnya.
Dan, masalah tersebut fatwanya telah di-umumkan oleh MUI (Majelis Ulama
Indonesia) sebagai acuan umat islam di Indonesia,.MUI terdiri dari para
ulama yang paham betul ilmu agama dan teruji integritasnya.
Oleh karena itu, biarkanlah umat islam melaksanakan aqidahnya tersebut,
bukankah hal ini tidak mengganggu yang lainnya,.
Atau apakah dengan melaksanakan aqidah-nya tsb ada yang merasa
terganggu,.mudah-mudahan tidaklah,.
Demikianlah,.
----- Original Message -----
From: Fukuoka Kitaro <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, December 22, 2000 3:56 AM
Subject: [Kuli Tinta] Fw: [Muslim Okayama] Perayaan Natal Bersama
> ----- Original Message -----
> From: <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Wednesday, December 20, 2000 2:04 PM
> Subject: Re: Fw: [Muslim Okayama] Perayaan Natal Bersama
>
>
> Biarkan sesuatu berjalan wajar, jangan sampai ada rekayasa.
> Lha, orang
> Arabnya sendiri seperti Yasir Arafat ketika natal malah
> menghadiri
> perayaannya.
>
> Acuan th 1981 ini sebenarnya lahir dari perselisihan umat
> di zaman
> orba, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat
> Islam,
> yang katanya padawaktu itu penduduk Islam lebih dari 90%
> kok jadinya
> cuma 87%. Akhirnya, terjadi reaksi berlebihan, dan lahirlah
> keputusan
> seperti tersebut.
>
> Sebenarnya kita yang di e-mail ini sudah saling merayakan.
> Kita bisa
> memahami posisi masing-masing kita yang berbeda agama.
> Antar perusa-
> haan juga saling kirim kartu dengan damai. Semua akan
> bahagia bila
> mereka berjalan wajar-wajar saja.
>
> trims
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com