Di Liputan 6 Siang, SCTV, ada perbincangan antara penyiar SCTV (Indiarto kah namanya ?) dengan Jubir Presiden, Massardi. Topik yang diambil adalah soal wacana (katanya begitu) 'Presiden ingin membubarkan DPR/MPR'. Soal 'DPR/MPR dibubarkan' sama-sama sudah kita ketahui, ketika Ir Soekarno, Presiden RI ke-1, atas dasar bisikan Jenderal Nasoetion, dengan Dekrit yang terkenal, 1959 lalu. Dan rupanya, seputar 'mirip' seperti inilah yang dicoba konfirmasikan oleh penyiar SCTV tersebut kepada sdr. Jubir. Indiarto (?) langsung menohok Adhi Masardi dengan kalimat, yang seolah-olah mencoba minta konfirmasi, 'apakah benar Presiden Gus Dur memang ingin membubarkan DPR/MPR'. Massardi langsung membantah, mencoba meluruskan, bahwa wacana itu, 'kemungkinan presiden membubarkan DPR/MPR' bukannya tidak ada, tetapi memang tak sedikit orang yang membicarakan. Namun dengan tegas Adhi Massardi membantah bahwa pemikiran atas wacana itu berasal dari Presiden Gus Dur. Sayang, entah Indiarto itu tuli atau pura-pura tak tahu, atau ingin menjebak Adhi Massardi, atau entah tujuan lain yang aku tak tahu, Indiarto selalu mengawali setiap pertanyaannya dengan kesan tetap, bahwa Presiden Gus Dur-lah yang melemparkan wacana tersebut. Juga ketika ia mencoba bertanya kepada Prof. Suwoto dari Surabaya. Pertanyaan terakhir Indiarto, yang sudah berkali-kali dibantah oleh Adhi Massardi selama wawancara tersebut, bahwa wacana itu bukan muncul dari Presiden Gus Dur, adalah 'Apa Gus Dur tidak tahu konsekuensinya dengan melempar wacana tersebut ?'. Masya Allah. Inilah sebuah wawancara, di mana yang satu (pewawancara) mengulang-ulang statemennya meski sudah diluruskan oleh pihak satunya (yang diwawancarai), dan yang diwawancarai berulang-ulang mengingatkan dan meluruskan bahwa 'wacana membubarkan DPR/MPR tak mungkin muncul dari seorang demokrat sekaliber Presiden Gus Dur'. Dan prosesi menyebalkan ini berlangsung sepanjang wawancara berlangsung. Bayangkan, tiap kali Adhi mau menjawab, selalu diawali lebih dahulu dengan pelurusan atas pertanyaan yang diajukan Indiarto, bahwa seolah-olah Presiden Gus Dur-lah yang berkeinginan untuk membubarkan DPR/MPR. Penggiringan opini melalui media massa rupanya memang sudah menjadi kebiasaan pers dewasa ini. Rasanya, aku hampir setuju, kalau ada pihak-pihak lain yang tidak menyukai 'ulah' tersebut lalu melakukan penyampaian keluhannya, dengan cara-cara mereka sendiri. Mau damai dari mana ? ===== Sugih durung karuwan, sombong didisikno... __________________________________________________ Get personalized email addresses from Yahoo! Mail - only $35 a year! http://personal.mail.yahoo.com/ ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
