asep
masalahnya sebelum pemilu dilaksananakan dan hasilnya terlihat, tidak
mungkin seseorang termusuk ar apabila ditanya akan mengatakan dia siap jadi
Ri1,Ri2,ketua mpr,dpr atau menteri namanya maruk dong,pasti salah satunya.
makanya dia selalu menjawab saya siap jadi Ri1 satu. suatu pernyataan yang
tidak sembunyi2.
dan perlu diingat pada perkembangan suksesi pergantian pimpinan nasional ar
salah satu tokohnya,dalam suatu kesempatan ia selalu ditanya oleh audien
apakah dia siap jadi Ri1, ia jawab siap. dan hal ini suatu yang tabu pada
kondisi saat itu untuk menjawab seperti itu. sedikit saya tulis hal diatas
sebetul masih banyak lagi hal lainnya, mengapa dia selalu menjawab siap
menjadi ri1.
----------------------------------------------------------------
sebelum dan pasca pemilu waktu itu banyak politisi yang secara terbuka
mengatakan bersedia  menjadi RI 1 selain ar antara lain Sri Bintang
Pamungkas, Yusril, Didin dll.
semuanya mengatakan siap dan kondisi waktu itu sudah tidak tabu lagi.
malah waktu itu tpi dan tv swasta lain seperti rcti secara teratur
menyelenggarakan acara debat calon presiden.
---------------------------------------------------------------------

Mas ridwan yang saya maksud saat bapak peggede kita soeharto masih
berkuasa,dgn perkembangan suksesinya, kalau anda mengikuti dan saya
sarankan untuk set back kembali membaca buku yang berhubungan dgn masalah
ini baru anda bisa mengerti.
setelah bapak soeharto lengser dan habiebie menggantikanya baru semua orang
bebas berbicara, kran demokrasi dibuka sampai2 opsi di timtim ditawarkan.
dan yang gua engga habis pikir kok ini di klaim sbg nilai plusnya gd
padahal jaman hb sudah dilaksanakan.

asep
Anda tidak menjawab mengapa dia tidak bersedia??????? padahal itu suatu
kekuatan yang sudah memungkinkan ar menjadi Ri1, yang lainnya masih
persepsi anda.
------------------------------------------------------------------------
kalau kondisi waktu itu sudah memungkinkan ar menjadi ri1, sudah diembat
dulu oleh ar, ar adalah seseorang oportunis sejati yang selalu jeli melihat
setiap peluang.  kalau dia bisa jadi ri1 ngapain dia merengek rengek
nongkrongi rumah gd di ciganjur membujuk gd agar bersedia dicalonkan
sebagai presiden. hehehe rupanya gd oportunis juga padahal secara terbuka
gd dan pkb sudah mengatakan akan mendukung mega.  hasil hitungan dari
tukang hitung poros tengah bambang sudibyo suara nggak cukup kuat untuk
menaikkan ar atau yusril dari portengah kecuali menaikkan  gd dengan
demikian ada tambahan suara dari pkb.  ucapan wiranto atau yusril sekarang
yang suka ngomong bahwa mereka mempunyai peluang untuk menjadi r1 waktu itu
adalah untuk konsumsi orang2 yang nggak pernah baca koran saja.

ridwan
-----------------------------------------------------------------------------
yang membaca koran sepotong2 bukan orang tetapi anda, perlu diingat sebelum
tawaran itu datang. ar telah dng terbuka mencalonkan gd, malah pencalonan
ini selalu dicurigai oleh orang2 pkb dan nu hanya gd sendirilah yg yakin
saat itu.mengapa ar mencalonkan gd banyak alasan dan kondisi saat itu yang
masuk akal anda harus membaca kembali koran dan majalah yang berhubungan
dng masalah ini.
moralitas politiklah yg membuat dia tetap mencalonkan gd walaupun peluang
sangat terbuka buat dia untuk menjadi ri1 dan faktanya demikian gd menjadi
ri1.
logika hitungan coba anda berpikir bagaimana pemilihan ketua mpr matori
abdul jalil dgn dukungan pdip menangis terkejut kalah .yang lainnya
persepsi laaagi malas ac...h nanggapinya.
asep



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke