----- Original Message -----
From: Asep BKC1016 Sulaksana <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, April 02, 2001 9:59 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: [perspektif] Fw.: Jubir Bukan Penterjemah


> Asep
> itu tidak perlu ar kemukakan karena dia menganggap orang tau hal itu, tak
> perlu dia menjelaskan seperti anda. Saya melihat anda dalam hal ini belum
> menerima kenyataan yang terjadi. Idealnya betul seperti yang anda tulis.
> tapi konstitusi kita tidak berbicara seperti itu, jadi mau tidak mau, suka
> tidak suka,satu partai politik harus bisa merangkul partai lain supaya
> dapat 50%+1. jadi bukan memutar balikan logika. tetapi logika yang harus
> tau begitu aturannya.

Bagian mana dari konstitusi yg mengatur demikian? Sebutkan pasalnya? (Kayak
soal ujian aja ya?):)


> asep
> masalahnya sebelum pemilu dilaksananakan dan hasilnya terlihat, tidak
> mungkin seseorang termusuk ar apabila ditanya akan mengatakan dia siap
jadi
> Ri1,Ri2,ketua mpr,dpr atau menteri namanya maruk dong,pasti salah satunya.
> makanya dia selalu menjawab saya siap jadi Ri1 satu. suatu pernyataan yang
> tidak sembunyi2.
> dan perlu diingat pada perkembangan suksesi pergantian pimpinan nasional
ar
> salah satu tokohnya,dalam suatu kesempatan ia selalu ditanya oleh audien
> apakah dia siap jadi Ri1, ia jawab siap. dan hal ini suatu yang tabu pada
> kondisi saat itu untuk menjawab seperti itu. sedikit saya tulis hal diatas
> sebetul masih banyak lagi hal lainnya, mengapa dia selalu menjawab siap
> menjadi ri1.
> untuk lebih jelasnya anda perlu membaca buku2 yang berhubungan dengan
> perkembangan suksesi saat itu.

Saya ingatkan Anda, yg AR katakan itu adalah: "Saya __hanya bersedia
dicalonkan dan menjadi Presiden_, bukan yg lain. Kalau jabatan lain,
Wapres/Ketua MPR/DPR u/ yg lain saja. Kalau tidak menjadi presiden, saya
akan menjadi oposisi saja. Saya memilih di luar sistem pemerintahan!"

>
> Anda tidak menjawab mengapa dia tidak bersedia??????? padahal itu suatu
> kekuatan yang sudah memungkinkan ar menjadi Ri1, yang lainnya masih
> persepsi anda.

Yg mencalonkan AR hanyalah dari kelompok Habibie cs, yg ya kelompoknya
sendiri. Di luar itu tidak ada (setelah hasil pemilu). AR adalah bagian dari
klik politik Habibie. Wajar, setelah Hbb gagal total, mereka memilih lain
org dari mereka. Tidak lagi melihat hasil pemilu yg mencerminkan suara
rakyat.

>
> mengenai perbedaan penafsiran Alqur'an dimana sebagian ulama mengatakan
> boleh seorang wanita jadi pimpinan sebagian lain tidak boleh. bila anda
> muslim marilah kita selalu berdoa untuk diberi petunjuk oleh Allah swt
> jalan yang lurus. karena kita yakin alqur'an itu tidak mungkin bertentang
> isinya, setelah itu baru anda menentukan sebetulnya boleh tidak wanita
jadi
> pimpinan menurut anda, tidak menurut m.sobari, ar,gd. Ar sendiri barada
> dalam orang yang memperbolehkan.kalau yang anda maksudkan ulama atau orang
> yang mengatakan saat itu tidak boleh, kemudian sekarang mendukung dengan
> alasan darurat karena balik lagi konstitusi kita bicara demikian. kalau
> mereka paksakan apabila gd turun bukan mw yang naik apa yang terjadi????
> ini lho yang dimaksud mereka darurat.

Yg saya katakan bukan soal perbedaan tafsir.Ada perbedaan tafsir dari satu
org dng org yg lain mmg wajar. Yg tidak wajar adalah tafsir satu org yg sama
kok bisa berubah-ubah, sesuai kondisi politik? Hamzah Haz dng PPP dng tegas
mengatakan berdasarkan Al Qur-an hanya laki2-lah yg boleh menjadi pimpinan
negara. Siapa bilang MUI tempo hari tdk mengharamkan wanita menjadi
presiden? Kalau ada waktu saya akan menyalin sebuah artikel lama dari
majalah D&R yg berisi pernyataan MUI ttg presiden wanita (haram). Sekarang
kok jadi boleh?


> >Daniel:
> > AR mengecam politik dagang sapi. Pdhal dia sendiri mengatakan bahwa GD
> > tidak
> > ingat jasa2 Poros Tengah yg mengangkatnya menjadi Presiden. Seharusnya
GD
> > mengakomidir kehendak PT (dng mengangkat menteri2 dari PT). Begitu juga,
> > ketika dia mengatakan Mega dijamin tidak diganggu kalau jadi presiden,
> > asalkan mengakomodir 'jasa2' mereka yg telah mendukungnya. Apa bedanya
> dng
> > apa yg disebut politik dagang sapi?
>

Telat meng-reply, karena banyak kesibukan. :)


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke