Walah, walah, walah...
Nampaknya kita perlu menanyakan sang dokter nih.
Dulunya milih partai apa waktu di Pemilu ?
Koq jadi konyol sih negara ini. Mestinya dari
test kesehatan sebelum pemilihan Presiden, Mbah
Dur itu nggak bisa jadi presiden RI. Cuma gara-
gara politik 'ABM' alias Asal Bukan Mega, akhirnya
diangkat juga beliau.
Makin kelihatan permainan kotor makhluk-makhluk
politik yang ngakunya 'oposisi' pemerintah ini.
Mungkin perlu ditanya juga, mereka ini 'oposisi
pemerintah' atau 'oposisi rakyat kebanyakan' namun
berlagak pahlawan ?
Koq nggak malu yah si pandir-pandir itu memainkan
politik kacangan kayak begini ?
:WS:
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, April 07, 2001 3:39 AM
Subject: [Kuli Tinta] Surat untuk DPR
>
> http://medic.webs88.com --> Berita Kedokteran
>
> BAPAK KETUA DPR RI
> BAPAK KETUA-KETUA FRAKSI DPR RI
> SELURUH ANGGOTA DRP RI
>
> Jakarta, 27 Maret 2001
>
> Perihal: Gus Dur, Tinjauan Saraf dan Jiwa
>
> Dengan hormat,
>
> Bersama ini dikirimkan laporan hasil observasi Gus Dur dengan
> tinjauan murni Neurology, Psyshiatry and Oprhtalmology (bukan
> pemeriksaan) oleh Tim Dokter Kecil yang terdiri dari:
> 1. Dr. H. Suharko Kasran, Spresialis Saraf dan Spesialis Jiwa
> 2. Dr. H. Raman R. Saman, Spesialis Mata
> 3. Dr. H. Suryanto, Spesialis Jiwa
> 4. Dr. H. Hadiwiarto, Dokter Umum
>
> Semoga bermanfaat bagi negara dan bangsa
>
> Pengirim
> dto.
> Dr. H SUHARJO KASRAN, Spesialis Saraf dan Spesialis Jiwa
> Dr. H. RAMAN R. SAMAN, Spesialis Mata
> Dr. H. SURYANTO, Spesialis Jiwa
> Dr. H. HADIWITARTO, Dokter Umum
>
> GUS DUR
> TINJAUAN SARAF, JIWA DAN OPHTIMOLOGY
>
> Oleh :
> Tim Dokter
> Dr. H. Suharto Kasran, Dr. H. Raman R. Saman, Dr. H. Suryanto, Dr. H.
> Hadiwitarto
>
> UMUM
>
> Dengan mengucapkan rasa sedih, prihatin dan bingung terhadap Gus Dur
> sekeluarga dan umatnya, terlebih mengingat nasib 220 juta bangsa
> Indonesia yang memiliki pemimpin yang tidak sehat, yang ternyata
> berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan bangsa.
>
> Dengan tidak bertujuan membongkar arti rahasia kedokteran, Tim Dokter
> beritikad menginformasi untuk memberikan kesadaran kepada anggota
> Legislatif, Yudikatif dan Eksekutif khususnya para Menteri bahwa
> observasi kasat mata terhadap Gus Dur dalam waktu jangka pendek dan
> panjang dari media massa, baik media cetak dan televisi, nasional
> maupun internasional, bukan melalui pemeriksaan secara langsung,
> kemungkinan menderita Frontal Lobe Brain Syndrome dan Gangguan
> Penglihatan/Visus yang bersifat permanen dn semakin memburuk tidak
> dapat disembuhkan.
>
> PENJELASAN HASIL OBSERVASI
>
> FRONTAL LOBE ORGANIC BRAIN SYNDROME
> Frontal Lobe Organic Brain Syndrome merupakan penyakit gangguan sikap
> perilaku yang disebabkan faktor organik pada Lobus Frontalis (Otak
> Bagian Depan) yang menurut literatur dapat disebut menderita
> Personality Disorder yakni gangguan kepribadian dengan gejala-gejala
> yang tidak spesifik yang tergantung dari masing-masing kasus. Gejala-
> gejala gangguan fungsi luhur yang dapat dilihat yakni:
> 1. Grandious ideas atau Megalomania yakni merasa dirinya besar, mampu
> mengatasi segalanya dan semua hal dianggap kecil.
> 2. Norma Nilai Etika Moral merendah
> 3. Percaya diri yang tinggi
> 4. Inkonsistensi, karena daya memori terganggu yang dapat dlihat bila
> bicara pagi hari lain dengan sore hari dalam masalah yang sama.
> 5. Ketidak mampuan membaca dan menulis yang menurunkan sarana
> pengingat
> 6. Tidak tahu diri dan tidak sensitif terhadap sindiran
> 7. Tidak ada Insight penderitaan/sakit
> 8. Tidak ada rasa malu dengan kurangnya pengendalian diri
> 9. Tidak ada sopan santun
> 10. Empati atau rasa perasaan terhadap orang lain tidak ada
> 11. Tidak mampu berpikir visi dan misi.
>
> Sedangkan untuk Gangguan saraf sentral mungkin diperlihatkan dengan
> adanya mimik atau gerakan air muka dan gerakan jari tangan yang
> terlihat kurang terkendali.
>
> GANGGUAN PENGLIHATAN/VISUS
> Gangguan Penglihatan atau Visus yakni gangguan penglihatan dari yang
> bisa dikoreksi sampai dengan total blindness atau kebutaan total.
> Penglihatan yang sangat terganggu akan menimbulkan permasalahan
> teknis medis antara lain :
> 1. Tidak mampu atau tidak kuat membaca yang sangat dibutuhkan bagi
> penulisan kebijakan dan kebijaksaan
> 2. Ketergantungan kepada orang lain dalam hal pembacaan naskah.
> 3. Tanda tangan sangat diragukan keabsahannya.
> 4. Informasi hanya didapar dari bisikan langsung yang pasti
> menimbulkan keraguan dan kecurigaan bagi lawan bicara
> 5. Tidak tahu apa yang diberikan kepada orang lain
> 6. Paranoid ideas yang timbul akibat dari ketidaktahuan karena
> gangguan penglihatan.
>
> Secara teknis medis, gabungan dari Frontal Organic Brain Syndrome dan
> Gangguan Visus benar-benar kompleks.
>
> PENYEBAB
> 1. Radang. Radang tersebut akan menimbulkan arteritis sekunder yang
> menyebabkan timbulnya gangguan vaskular yang terkenal adalah Dementia
> Paralytica yang disebabkan oleh Syphilis
> 2. Gangguan Vaskular yakni pembuluh darah yang sklerotik, karena
> adanya faktor resiko yakni : diabetes melitus, hipertensi,
> cholesterol, LDL, total lipin tinggi, HDL rendah, obesitas, sukar
> olah raga, stress berat.
> 3. Tumor Cerebri
> 4. Trauma Kapitis.
>
> KASUS GUS DUR
>
> TINJAUAN SARAF DAN JIWA
> Dari informasi media cetak dan media elektronika didapatkan bahwa
> beliau menderita stroke dua kali dan gangguan penglihatan. Atas dasar
> informasi tersebut beberapa dokter sebelum pemilihan Presiden
> mensarankan agar Gus Dur tidak dipilih menjadi presiden atau yang
> selevel. Hal ini bukan ditinjau dari masalah politik tetapi dari segi
> teknis kedokteran. Orang yang pernah stroke tidak dapat menjadi
> Presiden karena fungsi luhur otaknya terganggu selain itu fisik,
> mentan dan panca indera harus prima.
> Beberapa bulan sebelum pemilihan presiden, Gus Dur menegaskan di
> depan media televisi bahwa yang keluar dari belakang ayam adalah yang
> pertama telon dan kedua adalah tahi, dimana telor itulah saya,
> lainnya tahi. Ditinjau dari perkiraan norma nilai etika moralitas
> demikian, penulis menduga pasti dia tidak akan dipilih menjadi
> Presiden, yang ternyata menunjukan sebaliknya (gejala gangguan fungsi
> luhur 2). Ungkapan yang tidak terlihat dagelan tapi serius. Tidak
> sepatutnya orang dalam posisi Kyai ataupun Ulama, dimana memiliki
> kedudukan tinggi mangucapkan secara terbuka seperti diatas. Ada tiga
> hal dalam masalah ini :
> 1. Memang orang tidak peduli akan masalah norma nilai etika moral
> 2. Orang tidak tahu masalah norma nilai etika moral
> 3. Atau Gus Dur memang merupakan anugerah Illahi bagi bangsa yang
> tidak punya ahlak.
>
> Segera setelah menjadi Presiden, beliau membubarkan Departemen
> Penerangan dan Departemen Sosial. Suatu langkah yang Grandious
> (gejala gangguan fungsi luhur 1). Tidak atau belum tahu permasalahan
> sudah mengambil langkah-langkah bombastis yang mengecilkan akibat
> yang dilakukan. Orang terpana dan terkagum kagum tetapi ternyata
> tindakan tersebut memang tidak jelas perhitungannya. Beberapa waktu
> kemudian masalah yang ditangani kedua departemen ditanggulangi oleh
> badan tertentu karena berbagai sebab. Di samping ada yang menyanjung
> ada juga yang mengumpat baik jengkel ataupun prihatin karena ternyata
> ada permasalahan serius yang harus ditangani oleh kedua instansi
> tersebut.
>
> Dalam kesempatan lain menegaskan bahwa DPR adalah Taman Kanak-Kanak
> (gejala gangguan fungsi luhur 3). Pernyataan yang melecehkan dan
> tidak terkendali berlanjut dengan tugas kenegaraan ke-56 negara, yang
> dinyatakan demi penginkatan pengenalan negara dan peningkatan
> investasi. Disamping tidak tahu visi dan misi, kurang tahu malu dan
> kurang tahu diri (gejala gangguan fungsi luhur 6, 7, 8, 9, 10 dan
> 11). Tidak ada rasa malu karena hampir semua negara di dunia,
> pemimpinnya tidak akan melakukan keliling dunia bilamana negara dalam
> keadaan yang memprihatinkan.
>
> Orang barat tahu betul dampak stroke yang akan menghantam kapasitas
> dan kapabilitas fungsi luhur manusia, seperti yang dikemukakan oleh
> Mc. Cohen (Menhan USA). Selama suatu negara dipimpin oleh orang yang
> relatif cacat otak yang permanen selama itu negara lain akan ragu-
> ragu terutama masyarakatnya.
>
> Hampir semua orang silih berganti dicurigai (gangguan visus 4 dan 6)
> dimana cepat menyatakan adanya kegawatan dengan informasi yang tidak
> diketahui, seperti pernyataan Jakarta dalam siaga I yang seharusnya
> setelah berkonsultasi dengan pihak keamanan dan pengamanan negara,
> yang efeknya berdampak pada investasi dan pariwisata serta terakhir
> pada penerimaan negara. Paranoid Idea bisa disebabkan karena mata
> tetapi juga bisa karena fungsi luhurnya. Pengembangan dan perluasan
> permusuhan hampir dapat dikatakan bahwa semua orang cenderung
> dimusuhi. Dari ketua DPR, MPR, DPA, Gubernur BI dan Jaksa Agung
> (gangguan fungsi luhur 9, 10 dan 11). Langkah-langkah reformasi belum
> dicetuskan dan dijabarkan dalam suatu konsep yang nyata yang membuat
> orang-orang dipemerintahan menjadi kebingungan (gejala 10 dan 11).
> Terlihat bahwa fungsi luhur yang merendah atau memang tidak memiliki
> strategi dan taktik yang jelas.
>
> Dalam setiap pertemuan konsultasi kenegaraan, dalam acara terlihat
> seolah-olah baik. Tetapi sesudah selesai sekonyong-konyong timbul
> pernyataan yang kontroversial yang menimbulkan kekagetan dan konflik,
> misalnya :
> 1. Menegaskan bahwa yang diajak berembuk menangis, padahal tidak
> 2. Pertemuan hanya dengan dirinya ditegaskan ada saksi orang lain
> padahal yang diajak berembuk hanya bertiga tidak ada orang lain
> (gangguan visus 6 dan gangguan fungsi luhur 9).
>
> Para pengamat politik yang mengharapkan agar elit politik berembuk
> dalam satu meja ditinjau dari segi saraf dan jiwa, itu hanya mimpi
> dan berteori. Gus Dur diduga mengalami Gangguan Kepribadian yang
> Permanen yang tidak mungkin bisa diajak berembug. Karenanya National
> Reconcilliation sulit terjadi, bahkan mungkin tidak dapat terjadi.
>
> Terhadap konflik yang terus menerus meningkat dalam kualitas dan
> kuantitas, Gus Dur tidak memiliki wawasan yang cukup luas dan tidak
> bertanya. Selalu hanya berorientasi kepada satu pendekatan yaitu
> politik itupun dengan kepemimpinan yang sangat diragukan. Gejala ini
> termasuk mengecilkan masalah atau meremehkan sebagai bagian dari
> grandious ideas, empathi yang rendah, fungsi luhur emosi dan
> inteligensi dibidang krisis yang diragukan. Terkesan menggampangkan
> masalah, dan menghina permasalahan yang berakibat berat. Kepemimpinan
> memerlukan kemampuan fungsi luhur yang baik disamping bakat dan
> pelatihan dan pembiasaan.
>
> Di dunia kedokteran jiwa sangat dikenal bahwa untuk menanggulangi
> krisis yang penuh dengan konflik, friksi, curiga, dendam, dengki,
> balas dendam, beringas, pembantaian fisik, mental dan karakter
> seperti pemenggalan kepala, seperti yang terjadi pada saat sangat
> dilarang melakukan pendekatan yang meningkatan kecemasan (anxiety
> provoking). Tetapi Gus Dur selaku pimpinan nasional selalu
> melemparkan dugaan-dugaan dan tuduhan yang sering tidak jelas arahnya
> baik taktik maupun strategi visi dan misi. Beliau membiasakan diri
> dan merasa senang dan merasa gagah dengan anxiety provoking approach.
>
> Setiap selesai Jumatan orang selalu dibuat kaget dan cemas baik
> masyarakat umum maupun pemerintahan dengan pernyataan yang
> kontroversial. Setiap pergi ke luar negeri selalu mengeluarkan
> pernyataan mencurigai dan menuduh bahwa sekian puluh orang akan
> ditangkap, bahwa menteri akan dicopot. Timbul pertanyaan dalam hati
> kami mengapa setiap ke luar negeri timbul pernyataan yang aneh,
> apakah ada hubungannya dengan ischaemia otak sewaktu dalam perjalanan
> di pesawat, sehingga keluar fungsi luhur yang terpecah berantakan.
>
> Gejala mengeluarkan pernyataan yang tidak benar, yang dinyatakan oleh
> beberapa kalangan sebagai pembohongan publik akhir-akhir ini semakin
> meningkat. Seperti pernyataan bahwa Megawati telah menekan PDIP untuk
> tidak mempermasalahkan Bruneigate yang segera dibantah PDIP,
> pernyataan bahwa hanya Fraksi Reformasi yang mempermasalahkan SI,
> yang segera dibantah. Menurut laporan bisikan yang diterima Gus Dur
> menduga bahwa Exxon Mobil meninggalkan pabrik karena ada keinginan
> untuk mengubah transaksi demi keuntungan semata, statement yang
> segera dibantah baik oleh pihak Exxon Mobil, Pertamina maupun Menteri
> Pertambangan dan Energi. Semua ini menunjukan gejala-gejala sindroma
> neurologi psikiatri yang memburuk bila kita melihat dari segi tehnis
> kedokteran.
>
> Gus Dur telah menderita Frontal Lobe Organic Brain Syndrome yang
> permanen yang tidak dapat disembuhkan dan lelah memasuki umur 60
> tahun yang pasti akan mengalami "slow progressive degerative
> deteriorative process" yang bersifat alami. Seluruhnya akan
> memperburuk dirinya. Fungsi luhur semakin buruk dan ketergantungan
> dukungan fisik dari orang lain akan semakin meningkatkan ketidak
> patutan sebagai Panglima Tertinggi.
>
> Adanya gerakan involunter baik air muka dan jari tangan kanan yang
> perlu diwaspadai yang membutuhkan pemeriksaan :
> 1. Dari segi kejiwaan dan organik, misalnya : epilepsi atau variant
> tio fascialis, yang masing-masing membawa permasalahan tersendiri,
> mengingat post stroke dapat saja menimbulkan gejala tersebut.
> 2. Gerakan jari, bagi umatnya gerakan jari tersebut diartikan bahwa
> beliau sedang zikir terus menerus, namun tidak terlepas kemungkinan
> bahwa adanya tremor karena adanya gangguan otak yang dialami akibat
> stroke sehingga perlu pemeriksaan langsung secara serius.
>
> TINJAUAN OPHTALMOLOGI
> Obserasi mata sebelah kiri terlihat bola mata kempis dan tidak dapat
> membuka mata dengan penglihatan jelas O permanen dan tidak dapat
> disembuhkan.
> Observasi mata sebelah kanan tampak bola mata masih baik, tetapi
> fungsi penglihatanya ternyata kurang dari1/300, yang tidak dapat
> dikoreksi dengan kaca mata dan tidak diobati apapun dan tidak dapat
> dioperasi dengan cara apapun termasuk pemasangan chip. Dari segi
> Ophtalmologik ia menderita halangan tetap dalam arti tidak dapat
> melaksanakan tugas yang membutuhkan penglihatan (membaca, menulis,
> melihat situasi, melihat ekspresi tamu, melihat keadaan masyarakat
> sebagaimana mestinya)
> Sebagai keterangan :
> a) Penglihatan O mempunyai arti sama sekali tidak dapat melihat sinar
> seterang apapun
> b) 1/tak terhingga hanya melihat cahaya terang dan gelap
> c) 1/300 hanya dapat melihat gerakan tangan ke kanan, ke kiri atau ke
> atas ke bawah dari jarak ½ meter
> d) kurang dari 1/300 bila gerakan orang mau menyalami saja ia tidak
> tahu dan tidak tahu dimana berdirinya tamu dan harus dipegang dan
> dituntunnya untuk menyalami orang lain
> e) 1/60 dapat menghitung jari dari jarak 1 meter
> f) 6/60 dapat menghitung dari jarak 6 meter.
>
> PSIKOLOGI PSIKIATRI DAN ASPEK RELIGI
> 1. Adanya kelompok dengan terangkatnya Gus Dur menyebutnya sebagai
> Anugerah Illahi yang mendapatkan tugas memperbaiki akhlakiah bangsa
>
>
> [cut]
>
>
>
> http://www.eKilat.com
> emailnya Indonesia!
>
> ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--