Tidak ada "pengerahan massa/jemaat" HKBP untuk mendukung Gus Dur. Bahwa
banyak jemaat HKBP yang secara pribadi mendukung Gus Dur, hal itu mungkin
saja. Tetapi, tidak ada instruksi dari Kantor Pusat HKBP untuk urusan
seperti itu, karena HKBP sendiri masih berkonsentrasi untuk rekonsiliasi
internal setelah enam tahun dilanda krisis sebagai akibat campur tangan
Soeharto dan Militer pada tahun 1992-1998. Dan, Ephorus HKBP sekarang ini
adalah Pdt.Dr. JR. Hutauruk, bukan lagi Pdt. Dr. SAE Nababan. Beliau (SAE
Nababan) telah pensiun dari pelayanan kependetaan di HKBP, walaupun masih
menjabat sebagai pimpinan gereja-gereja di level internasional.

Saya rasa cukup.
____________________________________________
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
Faculty of Economics, University of Indonesia.

----- Original Message -----
From: Wibisono Sukanto <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, April 19, 2001 2:11 malam
Subject: [Kuli Tinta] Mengenai HKBP


> Saya ingin menanyakan perihal berita di Berpolitik.Com di bawah
> ini kepada rekan2x kuli tinta.
> Kapankah HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) mengumumkan
> akan mengirimkan ratusan ribu anggotanya untuk mendukung Gus Dur ?
> Banyolan apalagi ini ? Atau bung Martin bisa menjawab ?
>
> Salam,
> :WS:
>
> isi berita:
> ======
>
> http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=101/04/19/1127205
>
> Memorandum II Keluar, 400 Ribu Pendukung Presiden Bergerak
>  Kamis, 19 April 2001, @11:27 WIB
>
> Jakarta -- Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan kecemasannya terhadap
> reaksi massa pendukungnya bila DPR jadi mengeluarkan Memorandum II. Saat
> ini, katanya, sekitar 400.000 pendukungnya sedang bersiap ke Jakarta untuk
> mengantisipasi keluarnya Memorandum II dalam Sidang Paripurna DPR 30 April
> mendatang.
> "Ini belum termasuk yang memang sudah tinggal di Jakarta. Bahkan, satu
bulan
> yang lalu, ketua HKBP (Huria Kriten Batak Protestan, red) SAE Nababan
> mengatakan, jika perlu juga akan mengirimkan ratusan ribu anggotanya,"
kata
> Presiden saat membuka Seminar Internasional Indonesia Next: Emerging from
> the crisis di hotel Grand Hyatt, Jakarta, hari ini.
>
> "Saya khawatir akan terjadi pemberontakan nasional, karena DPR telah
sangat
> tidak bertanggung jawab dengan cara-cara mereka yang ingin menurunkan
> presiden," tandasnya. DPR tidak bertanggungjawab karena menurut Presiden,
> Memorandum II tidak bisa dikeluarkan hanya untuk menilai kinerja Presiden.
> Kinerjanya, kata Abdurrahman, akan dipertanggungjawabkan pada akhir masa
> jabatannya nanti dihadapan MPR.
>
> Kendati menyatakan rasa cemasnya atas kemungkinan terjadinya pemberontakan
> nasional tersebut Presiden menyatakan tetap optimis masa depan bangsa
> Indonesia akan baik
>
> "Pemerintah akan melakukan pembangunan disegala bidang yang diperlukan
untuk
> kemakmuran seluruh rakyat," tandasnya yakin.***(ati)


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke