From: "Martin Manurung" <[EMAIL PROTECTED]>
"...Lebih baik berbicara sekali-sekali saja tetapi penuh arti dan
membangun....
"..Kalau ada yang merasa tak nyaman dengan milis yang tenang, silakan cari
yang
ramai....."
====================================================
Bagi sebagian orang, otonomi daerah amat mencemaskan. Terutama bila melihat
tingkah dan kapasitas pemikiran para calon bupati potensiil. Didikan
kebiasaan otoriter Bung Karno dan Bung Harto selama 50 th ini banyak merusak
nurani generasi muda sekalipun. Mereka tidak nyaman hidup dengan yang punya
pendapat lain dan adat lain. Dan sedihnya : minimnya rasa humor.
" Kalau anda tidak cocok , silahkan pindah ke daerah lain...! Demikian
awalnya. Khalayak ramai , bisa dengan mudah terprovokasi. Selanjutnya, bisa
semacam etnik-klinsing. Pengusiran. Tindakan otoriter, atas nama
"pembangunan" dan "penuh arti" , saya amati mulai terjadi diberapa komunitas
kecil. Umpamanya beberapa calon bupati yang dipaksakan untuk dididik
mengerti internet. Mereka gamang dan amat gelisah dengan suasana milis
plural yang biasanya agak bising. Kuasa kecil yang dipunyai, tidak ragu
dijadikan ajang latihan ajang otoriter menyongsong otonomi.
Mungkin bakal muncul lagi : "Kembali di bimbing dan di moderatori !". Memang
asli Gus Dur kecil. Silahkan keluarkan dekrit saja ! Lha wong cuma milis
saja.
Prekkk!!! ( he,he,he...)
Wassalam,
Abdullah Hasan.
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--