inisih move politik berita macam ini adalah berita rekayasa
antara wartawan sama anggota MPR yang terhormat.
Berita seperti ini adalah berita politik; bagaimana bisa klop
antara sipenaya dan wartawan; kalau di pikir dimana ketemunya? Dan wartawan
terjebak dalam move tersebut
yang memang makanan politisi di DPR/MPR dan dibayar memang untuk ngomong
politik. Ha... Ha...

MYP

----- Original Message -----
From: Deddy El Rashid <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 10 Juni 2001 9:12
Subject: RE: [Kuli Tinta] Fw.: MPR Lupa Rantap Penerimaan Pertanggungjawaban
Presiden?


> Model beginilah mutu wakil rakyat.
> Masa iya urusan 220 Jt bisa lupa.
>
> Salam
>
> -----Original Message-----
> From: Daniel H.T [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Saturday, June 09, 2001 5:19 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [Kuli Tinta] Fw.: MPR Lupa Rantap Penerimaan Pertanggungjawaban
> Presiden?
>
>
> >Sabtu, 9 Juni 2001
>
> Sutjipto soal Rantap Penerimaan Pertanggungjawaban
> MPR Mungkin Lupa
>
> Jakarta, Kompas
> Ketua MPR Amien Rais, Jumat (8/6), tidak menjawab pertanyaan pers mengenai
> Badan Pekerja (BP) MPR yang tidak menyiapkan materi Rancangan Ketetapan
> (Rantap) tentang Penerimaan Pertanggungjawaban Presiden dalam Sidang
> Istimewa (SI) MPR 1 Agustus 2001. Amien menyilakan Wakil Ketua MPR
Sutjipto
> untuk menjawabnya. Sutjipto menjelaskan, BP MPR dalam rapat plenonya,
Kamis
> lalu, kemungkinan lupa menyiapkan Rantap tersebut."Kalau ada kekurangan,
> akan diangkat dalam sidang pleno BP MPR berikutnya sehingga akhirnya
> kekurangan itu akan terlengkapi. Kalau pertanggungjawaban Presiden
diterima,
> berarti tidak ada pergantian Presiden dan harus ada Rantap tentang
> Penerimaan Pertanggungjawaban Presiden. Kalau pertanggungjawaban Presiden
> tidak diterima, otomatis akan ada pergantian Presiden," kata Sutjipto.
>
> Dalam rapat pleno hari Kamis lalu, BP MPR hanya mempersiapkan empat Rantap
> dan satu Rancangan Keputusan (Rantus) MPR sebagai agenda SI MPR. Empat
> Rantap ialah Rantap tentang Pertanggungjawaban Presiden, Rantap
> Pemberhentian Presiden (dipersiapkan Panitia Ad Hoc/PAH I), Rantap tentang
> Penetapan Wakil Presiden sebagai Presiden, Rantap Pengangkatan Wakil
> Presiden (dipersiapkan PAH II), dan Rantus tentang Jadwal SI MPR
> (dipersiapkan PAH Khusus). Namun, BP MPR tidak menyiapkan Rantap tentang
> Penerimaan Pertanggungjawaban Presiden.
>
> Tidak disiapkannya Rantap tentang Penerimaan Pertanggungjawaban Presiden
> telah menimbulkan dugaan MPR telah bertindak apriori bahwa
> pertanggungjawaban Presiden dalam SI MPR "sudah pasti" akan ditolak.
> Padahal, Pasal 98 Ayat 2 Ketetapan (Tap) MPR Nomor II/MPR/2000 tentang
> Peraturan Tata Tertib MPR mengharuskan adanya Tap MPR untuk menetapkan
> diterima atau ditolaknya pertanggungjawaban Presiden. Namun, dugaan MPR
> melancarkan perang urat saraf ditolak tegas Wakil Ketua PAH I Slamet
Effendy
> Yusuf. "Sama sekali enggak ada unsur kesengajaan, apalagi melancarkan
perang
> urat saraf," katanya.
>
> Dengan merujuk pada Pasal 98 Ayat 2 Tap No II/MPR/2000, Slamet mengatakan,
> konsekuensi dari pertanggungjawaban Presiden itu hanya ada dua, yakni
> diterima atau ditolak MPR. Di tempat terpisah Ketua PAH I BP MPR Jacob
> Tobing menyatakan, pihaknya setuju membuat Rantap tentang Penerimaan
> Pertanggungjawaban Presiden jika Rantap itu memang diperlukan. Dia
> mengingatkan, secara teknis Rantap itu mudah membuatnya dan hanya
memerlukan
> sedikit waktu.
>
> Fraksi mengingatkan
>
> Dalam pemandangan fraksi di rapat pleno BP MPR, Kamis lalu, sejumlah
fraksi,
> seperti Partai Golkar, Partai Bulan Bintang, dan TNI/Polri, sebenarnya
telah
> mengingatkan tentang keharusan adanya Rantap tentang Penerimaan
> pertanggungjawaban Presiden. Fraksi Partai Golkar dalam pemandangan
umumnya
> mengusulkan tiga Rantap. Salah satunya adalah Rantap tentang
> Pertanggungjawaban Presiden KH Abdurrahman Wahid.
>
> "Oleh karena pertanggungjawaban Presiden dapat diterima atau ditolak
> Majelis, maka Badan Pekerja Majelis perlu menyiapkan dua Rancangan
> Ketetapan, yaitu satu Rancangan Ketetapan jika pertanggungjawaban Presiden
> diterima, dan satu Rancangan Ketetapan jika pertanggungjawaban Presiden
> ditolak sekaligus berisi ketetapan untuk memberhentikannya," kata Agun
> Gunandjar Sudarsa saat membacakan pemandangan umum Fraksi Partai Golkar.
>
> Fraksi Partai Bulan Bintang mengusulkan enam Rantap dan satu Rantus MPR.
Dua
> dari enam Rantap yang diusulkan itu ialah Rantap tentang Penolakan
> Pertanggungjawaban Presiden dan Rantap tentang Penerimaan
Pertanggungjawaban
> Presiden. Akan halnya Fraksi TNI/Polri, mereka mengusulkan Rantap MPR
> tentang Pertanggungjawaban Presiden yang materinya bisa diterima atau
> ditolak.
>
> SI dipercepat
>
> Jumat malam, rapat Panitia Ad Hoc Khusus yang diberi tugas menyusun jadwal
> persidangan telah membuat dua kemungkinan rancangan acara persidangan.
> Pertama, jadwal normal, yakni pelaksanaan SI MPR selama tujuh hari dari 1
> Agustus sampai 7 Agustus 2001.
>
> Kedua, jadwal persidangan yang dipercepat sebelum 1 Agustus 2001 bila
> terjadi situasi "tak normal" dengan lama persidangan lebih pendek dari
tujuh
> hari.
>
> "Dua rancangan ini akan digodok lagi Senin pekan depan," kata Baharuddin
> Aritonang, anggota PAH Khusus.
>
> Secara terpisah, anggota Fraksi Persatuan Pembangunan (F-PP) Suryadharma
Ali
> mengatakan, percepatan sidang istimewa (SI) diperlukan mengingat
> ketidakpastian dan ketidakstabilan pemerintah yang lebih lama akan
berdampak
> pada seluruh sektor kehidupan bangsa. Namun, untuk mempercepat SI, MPR
> terbentur pada konstitusi sehingga forum lintas partai membentuk tim untuk
> mencari celah bagi percepatan SI.
>
> Kendala konstitusi dimaksud tercantum pada Ketetapan MPR Nomor II Tahun
2000
> Pasal 33 Ayat 3 yang berbunyi: Dalam hal menghadapi Sidang Istimewa
Majelis,
> Badan Pekerja Majelis menyelenggarakan rapat sekurang-kurangnya dua bulan
> sebelum Sidang Istimewa Majelis diselenggarakan, kecuali untuk mengisi
> lowongan Presiden dan Wakil Presiden yang berhalangan tetap.
>
> "Kami melihat, dampak dari percepatan SI akan segera terasa bagi upaya
> pemulihan ekonomi kita yang sekarang sama sekali tidak menunjukkan
> tanda-tanda membaik," ujar Suryadharma usai mengikuti forum lintas partai
di
> Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis malam.
>
> Suryadharma menambahkan, tim akan mengkaji tidak hanya dari sisi hukum
tata
> negara, tetapi juga aspek lain yang relevan bagi upaya penyelamatan
> kehidupan bangsa.
>
>
> Lampiran surat
>
> Kemarin, pimpinan fraksi MPR juga mengadakan pertemuan informal di Lantai
V
> Gedung MPR/DPR. Karena informal, kata Amien Rais saat jumpa pers, maka
tidak
> ada notulen. Pertemuan, menurut dia, dimaksudkan untuk menyikapi
> perkembangan kehidupan politik nasional seperti dualisme kepemimpinan
Polri
> dan kemungkinan penyelenggaraan SI MPR yang dipercepat jika terjadi
situasi
> yang dikatakannya tidak normal.
>
> Amien juga mengungkapkan bahwa MPR telah mengirimkan dua pucuk surat
kepada
> Presiden Abdurrahman Wahid. Surat pertama yang dikirimkan 7 Juni 2001
> tentang undangan kepada Presiden untuk hadir dalam SI MPR untuk memberikan
> pertanggungjawaban. "SI MPR hanya mempunyai agenda tunggal, yakni
> pertanggungjawaban Presiden, sehingga Presiden Abdurrahman Wahid tidak
bisa
> mengelak dari kewajiban," katanya.
>
> Surat kedua MPR dikirimkan, Jumat kemarin, yakni berisi lampiran seluruh
> pemandangan fraksi-fraksi DPR dalam Rapat Paripurna DPR tentang memorandum
> pertama, memorandum kedua, sampai permintaan DPR kepada MPR untuk
> menyelenggarakan SI MPR. (pep/mba)
>
> ============
> Salam Sejahtera
>
>   DANIEL HT
>
>
> ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
>
>
>
> ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
>


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke