Ya, kalau tidak move politik seharusnya berimbang dong;
ini kan seperti sudah direkayasa kalau begitu dimana
makna demokratisnya dong; atau cara sandiwara MPR kita
memang demikian; bikin rakyat dek-dekan selalu?

Belum lagi ancaman gusdur kepada para pencoleng di DPR
terutama isu penangkapan terhadap tokoh-tokoh koruptor
di PDIP dan Golkar tersebut. Bakal tambah panas aja nih.

MYP


----- Original Message -----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 10 Juni 2001 19:39
Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw.: MPR Lupa Rantap Penerimaan Pertanggungjawaban
Presiden?


> Enggak lho Bung Pop, dalam wawancara ketua BP MPR juga tidak
> menyadari bahwa rantap penerimaan itu tidak ada. Dia gelagapan dan
> mencoba mengalihkan pembicaraan.
>
> Artinya, SI besok memang hanya mengagendakan penurunan GD.
>
>
> ----- Original Message -----
> From: My Populis <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Sunday, June 10, 2001 7:15 PM
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw.: MPR Lupa Rantap Penerimaan
> Pertanggungjawaban Presiden?
>
>
> inisih move politik berita macam ini adalah berita rekayasa
> antara wartawan sama anggota MPR yang terhormat.
> Berita seperti ini adalah berita politik; bagaimana bisa klop
> antara sipenaya dan wartawan; kalau di pikir dimana ketemunya? Dan
> wartawan
> terjebak dalam move tersebut
> yang memang makanan politisi di DPR/MPR dan dibayar memang untuk
> ngomong
> politik. Ha... Ha...
>
> MYP
>
> ----- Original Message -----
> From: Deddy El Rashid <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 10 Juni 2001 9:12
> Subject: RE: [Kuli Tinta] Fw.: MPR Lupa Rantap Penerimaan
> Pertanggungjawaban
> Presiden?
>
>
> > Model beginilah mutu wakil rakyat.
> > Masa iya urusan 220 Jt bisa lupa.
> >
> > Salam
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Daniel H.T [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> > Sent: Saturday, June 09, 2001 5:19 PM
> > To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
> > [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: [Kuli Tinta] Fw.: MPR Lupa Rantap Penerimaan
> Pertanggungjawaban
> > Presiden?
> >
> >
> > >Sabtu, 9 Juni 2001
> >
> > Sutjipto soal Rantap Penerimaan Pertanggungjawaban
> > MPR Mungkin Lupa
> >
> > Jakarta, Kompas
> > Ketua MPR Amien Rais, Jumat (8/6), tidak menjawab pertanyaan
> pers mengenai
> > Badan Pekerja (BP) MPR yang tidak menyiapkan materi Rancangan
> Ketetapan
> > (Rantap) tentang Penerimaan Pertanggungjawaban Presiden dalam
> Sidang
> > Istimewa (SI) MPR 1 Agustus 2001. Amien menyilakan Wakil Ketua
> MPR
> Sutjipto
> > untuk menjawabnya. Sutjipto menjelaskan, BP MPR dalam rapat
> plenonya,
> Kamis
> > lalu, kemungkinan lupa menyiapkan Rantap tersebut."Kalau ada
> kekurangan,
> > akan diangkat dalam sidang pleno BP MPR berikutnya sehingga
> akhirnya
> > kekurangan itu akan terlengkapi. Kalau pertanggungjawaban
> Presiden
> diterima,
> > berarti tidak ada pergantian Presiden dan harus ada Rantap
> tentang
> > Penerimaan Pertanggungjawaban Presiden. Kalau pertanggungjawaban
> Presiden
> > tidak diterima, otomatis akan ada pergantian Presiden," kata
> Sutjipto.
> >
> > Dalam rapat pleno hari Kamis lalu, BP MPR hanya mempersiapkan
> empat Rantap
> > dan satu Rancangan Keputusan (Rantus) MPR sebagai agenda SI MPR.
> Empat
> > Rantap ialah Rantap tentang Pertanggungjawaban Presiden, Rantap
> > Pemberhentian Presiden (dipersiapkan Panitia Ad Hoc/PAH I),
> Rantap tentang
> > Penetapan Wakil Presiden sebagai Presiden, Rantap Pengangkatan
> Wakil
> > Presiden (dipersiapkan PAH II), dan Rantus tentang Jadwal SI MPR
> > (dipersiapkan PAH Khusus). Namun, BP MPR tidak menyiapkan Rantap
> tentang
> > Penerimaan Pertanggungjawaban Presiden.
> >
> > Tidak disiapkannya Rantap tentang Penerimaan Pertanggungjawaban
> Presiden
> > telah menimbulkan dugaan MPR telah bertindak apriori bahwa
> > pertanggungjawaban Presiden dalam SI MPR "sudah pasti" akan
> ditolak.
> > Padahal, Pasal 98 Ayat 2 Ketetapan (Tap) MPR Nomor II/MPR/2000
> tentang
> > Peraturan Tata Tertib MPR mengharuskan adanya Tap MPR untuk
> menetapkan
> > diterima atau ditolaknya pertanggungjawaban Presiden. Namun,
> dugaan MPR
> > melancarkan perang urat saraf ditolak tegas Wakil Ketua PAH I
> Slamet
> Effendy
> > Yusuf. "Sama sekali enggak ada unsur kesengajaan, apalagi
> melancarkan
> perang
> > urat saraf," katanya.
> >
> > Dengan merujuk pada Pasal 98 Ayat 2 Tap No II/MPR/2000, Slamet
> mengatakan,
> > konsekuensi dari pertanggungjawaban Presiden itu hanya ada dua,
> yakni
> > diterima atau ditolak MPR. Di tempat terpisah Ketua PAH I BP MPR
> Jacob
> > Tobing menyatakan, pihaknya setuju membuat Rantap tentang
> Penerimaan
> > Pertanggungjawaban Presiden jika Rantap itu memang diperlukan.
> Dia
> > mengingatkan, secara teknis Rantap itu mudah membuatnya dan
> hanya
> memerlukan
> > sedikit waktu.
> >
> > Fraksi mengingatkan
> >
> > Dalam pemandangan fraksi di rapat pleno BP MPR, Kamis lalu,
> sejumlah
> fraksi,
> > seperti Partai Golkar, Partai Bulan Bintang, dan TNI/Polri,
> sebenarnya
> telah
> > mengingatkan tentang keharusan adanya Rantap tentang Penerimaan
> > pertanggungjawaban Presiden. Fraksi Partai Golkar dalam
> pemandangan
> umumnya
> > mengusulkan tiga Rantap. Salah satunya adalah Rantap tentang
> > Pertanggungjawaban Presiden KH Abdurrahman Wahid.
> >
> > "Oleh karena pertanggungjawaban Presiden dapat diterima atau
> ditolak
> > Majelis, maka Badan Pekerja Majelis perlu menyiapkan dua
> Rancangan
> > Ketetapan, yaitu satu Rancangan Ketetapan jika
> pertanggungjawaban Presiden
> > diterima, dan satu Rancangan Ketetapan jika pertanggungjawaban
> Presiden
> > ditolak sekaligus berisi ketetapan untuk memberhentikannya,"
> kata Agun
> > Gunandjar Sudarsa saat membacakan pemandangan umum Fraksi Partai
> Golkar.
> >
> > Fraksi Partai Bulan Bintang mengusulkan enam Rantap dan satu
> Rantus MPR.
> Dua
> > dari enam Rantap yang diusulkan itu ialah Rantap tentang
> Penolakan
> > Pertanggungjawaban Presiden dan Rantap tentang Penerimaan
> Pertanggungjawaban
> > Presiden. Akan halnya Fraksi TNI/Polri, mereka mengusulkan
> Rantap MPR
> > tentang Pertanggungjawaban Presiden yang materinya bisa diterima
> atau
> > ditolak.
> >
> > SI dipercepat
> >
> > Jumat malam, rapat Panitia Ad Hoc Khusus yang diberi tugas
> menyusun jadwal
> > persidangan telah membuat dua kemungkinan rancangan acara
> persidangan.
> > Pertama, jadwal normal, yakni pelaksanaan SI MPR selama tujuh
> hari dari 1
> > Agustus sampai 7 Agustus 2001.
> >
> > Kedua, jadwal persidangan yang dipercepat sebelum 1 Agustus 2001
> bila
> > terjadi situasi "tak normal" dengan lama persidangan lebih
> pendek dari
> tujuh
> > hari.
> >
> > "Dua rancangan ini akan digodok lagi Senin pekan depan," kata
> Baharuddin
> > Aritonang, anggota PAH Khusus.
> >
> > Secara terpisah, anggota Fraksi Persatuan Pembangunan (F-PP)
> Suryadharma
> Ali
> > mengatakan, percepatan sidang istimewa (SI) diperlukan mengingat
> > ketidakpastian dan ketidakstabilan pemerintah yang lebih lama
> akan
> berdampak
> > pada seluruh sektor kehidupan bangsa. Namun, untuk mempercepat
> SI, MPR
> > terbentur pada konstitusi sehingga forum lintas partai membentuk
> tim untuk
> > mencari celah bagi percepatan SI.
> >
> > Kendala konstitusi dimaksud tercantum pada Ketetapan MPR Nomor
> II Tahun
> 2000
> > Pasal 33 Ayat 3 yang berbunyi: Dalam hal menghadapi Sidang
> Istimewa
> Majelis,
> > Badan Pekerja Majelis menyelenggarakan rapat sekurang-kurangnya
> dua bulan
> > sebelum Sidang Istimewa Majelis diselenggarakan, kecuali untuk
> mengisi
> > lowongan Presiden dan Wakil Presiden yang berhalangan tetap.
> >
> > "Kami melihat, dampak dari percepatan SI akan segera terasa bagi
> upaya
> > pemulihan ekonomi kita yang sekarang sama sekali tidak
> menunjukkan
> > tanda-tanda membaik," ujar Suryadharma usai mengikuti forum
> lintas partai
> di
> > Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis malam.
> >
> > Suryadharma menambahkan, tim akan mengkaji tidak hanya dari sisi
> hukum
> tata
> > negara, tetapi juga aspek lain yang relevan bagi upaya
> penyelamatan
> > kehidupan bangsa.
> >
> >
> > Lampiran surat
> >
> > Kemarin, pimpinan fraksi MPR juga mengadakan pertemuan informal
> di Lantai
> V
> > Gedung MPR/DPR. Karena informal, kata Amien Rais saat jumpa
> pers, maka
> tidak
> > ada notulen. Pertemuan, menurut dia, dimaksudkan untuk menyikapi
> > perkembangan kehidupan politik nasional seperti dualisme
> kepemimpinan
> Polri
> > dan kemungkinan penyelenggaraan SI MPR yang dipercepat jika
> terjadi
> situasi
> > yang dikatakannya tidak normal.
> >
> > Amien juga mengungkapkan bahwa MPR telah mengirimkan dua pucuk
> surat
> kepada
> > Presiden Abdurrahman Wahid. Surat pertama yang dikirimkan 7 Juni
> 2001
> > tentang undangan kepada Presiden untuk hadir dalam SI MPR untuk
> memberikan
> > pertanggungjawaban. "SI MPR hanya mempunyai agenda tunggal,
> yakni
> > pertanggungjawaban Presiden, sehingga Presiden Abdurrahman Wahid
> tidak
> bisa
> > mengelak dari kewajiban," katanya.
> >
> > Surat kedua MPR dikirimkan, Jumat kemarin, yakni berisi lampiran
> seluruh
> > pemandangan fraksi-fraksi DPR dalam Rapat Paripurna DPR tentang
> memorandum
> > pertama, memorandum kedua, sampai permintaan DPR kepada MPR
> untuk
> > menyelenggarakan SI MPR. (pep/mba)
> >
> > ============
> > Salam Sejahtera
> >
> >   DANIEL HT
> >
> >
> > ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
> Berkeadilan............
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
> sendiri
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
> http://www.indokado.com<--
> >
> >
> >
> > ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
> Berkeadilan............
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
> sendiri
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
> http://www.indokado.com<--
> >
>
>
> ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
> Berkeadilan............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
> sendiri
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
> http://www.indokado.com<--
>
>
>
>
> ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
>


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke