> -----Original Message-----
> From: "KPP PRD" <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Sat, 9 Jun 2001 15:35:42 +0700
> Subject: Press Release Koalisi Nasional Anti Orde Baru (LINDAS ORBA)
>
> Press Release :
>
> Konferensi Pers
> PERNYATAAN SIKAP
> KOALISI NASIONAL ANTI ORDE BARU (LINDAS ORBA)
> Mengutuk Tindakan Aparat Kepolisan dan AMK (Angkatan Muda Ka'bah)
> Dalam Melakukan Pembubaran dan Pengakapan Terhadap Peserta
> "Konfererensi
> Asia Pasific Menentang Neoliberalisme dan Globalisasi" yang
> diselenggarakan oleh
> INCREASE (Indonesian Centre for Reform and Social Emancipation)
>
> Sekretariat: JL. Prapanca Raya No.39A, Darmawangsa 5,  Kebayoran Baru,
> Jakarta Selatan
> ==================================================================
>
>  Pada hari ini, Sabtu, 9 Juni 2001 di Hotel Treva Internasional Lantai
> 12, telah diselenggarakan konferensi pers oleh Koalisi Nasional Anti
> Orde Baru (LINDAS ORBA) untuk menentang dan mengutuk peristiwa
> pembubaran secara brutal oleh kepolisian (Polres Depok) dan oleh
> Angkatan Muda Ka'bah (AMK) terhadap Konferensi Asia Pasific Menentang
> Neoliberalisme dan Globalisasi di Hotel Pondok Sawangan, Depok, Jabar.
> Berikut ini pernyataan sikap kami:
> Pembubaran, penangkapan, penyerangan terhadap aktivitas masyarakat
> sipil seperti yang terjadi pada jaman pemerintahan Soeharto telah
> dilakukan kembali. Seminar internasional bertema Dampak Ekonomi
> Neoliberalisme di dunia pertama dan ketiga yang diadakan oleh INCREASE
> (Indonesian Centre for Reform and Social Emancipation), LMND (Liga
> Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi), FNPBI (Front Nasional Perjuangan
> Buruh Indonesia), STN (Serikat Tani Nasional), dibubarkan dengan paksa
> oleh aparat kepolisian. Setelah melakukan pembubaran, aparat kepolisian
> melakukan penangkapan terhadap 40 peserta dari luar negeri dan dalam
> negeri. Lebih tragisnya, setelah parat kepolisian meninggalkan lokasi,
> peserta yang sebagian besar dari Indonesia, diserang oleh AMK (Angkatan
> Muda Ka'bah). Sehingga saat ini, 4 (empat) orang mengalami luka yang
> amat serius. Aparat kepolisan yang sebelumnya memberikan jaminan keaman
> ternyata tidak terbukti.
>
>
>
> Sungguh ironis, peristiwa seperti diatas terjadi ketika seluruh elemen
> rakyat menghendaki agar demokrasi ditegakkan di negara kita. Aparat
> kepolisian yang kini telah menjadi elemen masyarakat sipil dan
> seharusnya sebagai pelindung kegiatan yang dilakukan masyarakat, dalam
> kenyataanya telah menjadi kekuatan reaksioner, yang akan menghambat
> penuntasan Reformasi Total.
>
>
>
> Peristiwa diatas juga merupakan bukti bahwa aparat kepolisian telah
> menjadi bagian dari sisa-sisa Orde Baru. Pemisahan kepolisian dari ABRI
> ternyata bukan jaminan bahwa aparat kepolisan telah menghilangkan sikap
> otoriteristik-represif-nya. Bahkan bila diamati perkembangan saat ini
> pun, sebagian perwira kepolisian telah berani melakukan insubordinasi
> terhadap pemerintahan sipil yang sah -pemerintahan Abdurrahman
> Wahid-Megawati Soekarnoputri-ketika mereka menolak penonaktifan Jendral
> Surojo Bimantoro sebagai Kepala Kepolisian RI.
>
>
>
> Selanjutnya, kita patut lebih prihatin lagi, bahwa milisi-milisi sipil
> yang memakai kedok agama untuk melakukan intimidasi terhadap gerakan
> demokratik. Setelah beberapa waktu yang lalu mereka melakukan sweeping
> terhadap buku-buku, saat ini kembali melakukan penyerangan terhadap
> kegiatan politik rakyat.
>
>
>
> Dengan terjadinya peristiwa-peristiwa di atas, Koalisi Nasional Anti
> Orde Baru (Lindas Orba), mengeluarkan pernyataan sikap:
>
>
>
> Pertama, kami mengutuk dengan keras tindakan aparat kepolisian yang
> melakukan pembubaran dan penangkapan terhadap acara konferensi di atas.
> Tindakan aparat kepolisian tersebut adalah jelas-jelas mengulangi
> kembali cara-cara Orde Baru dalam mengekang kebebasan berpendapat dan
> bertentangan dengan roh Reformasi Total yang dikehendaki oleh rakyat.
>
>
>
> Kedua, kami juga mengutuk dengan keras tindakan penyerangan yang
> dilakukan oleh Angkatan Muda Ka'bah (AMK). Tindakan mereka jelas telah
> mencemarkan simbol agama yang mereka pakai sebagai kedok. Tindakan
> brutal seperti itu jelas-jelas merupakan tindakan yang hanya dilakukan
> oleh bagian dari sisa-sisa Orde Baru.
>
>
>
> Ketiga, kami menuntut agar peserta konferensi yang sampai saat ini
> masih mendekam di Polda Metro Jaya untuk sebera dibebaskan.
>
>
>
> Keempat, kami menuntut kepada aparat kepolisian untuk segera menangkap
> orang-orang AMK yang terlibat penyerangan dalam acara tersebut.
> Orang-orang yang terlibat dalam penyerangan tersebut harus diseret ke
> meja pengadilan. Sungguh menyedihkan bila dibandingkan tindakan aparat
> kepolisian dalam membubarkan paksa dan menangkap peserta konferensi
> yang sedang berwacana secara intelektual, tetapi justru membiarkan
> kelompok sipil (AMK) melakukan tindakan brutal dengan penyerangan
> terhadap peserta konferensi.
>
>
>
> Kelima, kami menyerukan kepada kelompok demokrasi untuk segera bersatu
> dalam front demokratik untuk menghancurkan sisa-sisa Orde Baru. Telah
> nyata, bahwa sisa-sisa Orde Baru semakin reaksioner, menjadi kekuatan
> menghambat penuntasan Reformasi Total.
>
>
>
> Rakyat Bersatu, Tak Bisa Dikalahkan!!
>
>
>
> Juru Bicara:
>
>   1.. Thamrin Amal Tomagola (0818188160)
>   2.. Arbi Sanit (08129916471)
>   3.. Alexander Irwan (08161901241)
>   4.. Yeni Rosa Damayanti (0811188258)
>
>
>
> URL:http://www.kaumkiri.cjb.net
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke