Belum tentu Bung,

Bisa membaca kekuatan visi MW enggak setelah ia menjadi wapres. Coba, Bung Pop putar 
kembali seluruh wawancara atau pidato MW tanpa teks. 

Setelah terjadi pergantian inner circle MW, apakah Bung tidak melihat perubahan itu?

Arus bawah muak tetapi tidak bisa apa-apa. Coba perhatikan warna wakil2 PDIP hingga di 
dprd. Silahkan membuat tabulasi. PDIP arah medan atau pdip arah surabaya? Arus bawah 
sih bolodupakan dalam sistem politik kita. 
 
MW boleh mencontoh gaya Soekarno dalam berpidato sebagai pembenaran anak biologisnya, 
namun tidak karakter soekarno bapak biologisnya yang mudah dijajah dan berjiwa merdeka.

��

----- Original Message ----- 
From: My Populis <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, June 19, 2001 2:50 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] lopa to: GIGIH


Mas saya yakin kalau Lopa tetap di pertahankan, karena banyak juga
fungsionaris ditambah desakan arus bawah PDIP sudah banyak yang muak sama
orang-orang semacam panigoro tersebut, masih banyak orang PDIP yang baik di
DPR. Saya yakin MEGA akan tetap mempertahankan LOPA apalagi sewaktu terjadi
kasus 27 Juli lopa berjasa besar terhadap Mega ketika ia menjabat anggota
KOMNAS HAM.

Yang malah bahaya MEGA sama sekali tidak terpilih mengantikan GD (ucapan
AR). Atau terpilih Wakil presiden hasil konsesi poros tengah kalau Panogogok
itu masih ada. Wah ini kemungkinan repotnya lebih besar lagi mas.

Kondisi sekarang memang kondisi menang dan kalah. Anda tahu tidak keresahan
aksi buruh kemarin itu hasil keputusan sidang kabinet dibawah pimpinan Mega
dibawah desakan kepentingan pasar domestik (ikatan pengusaha persepatuan)
dan IMF yang diwakili oleh kepentingan dagang faksi poros tengah (mentri
perburuhan) dan wakil Golkar. Mega tidak bisa berbuat banyak dalam pilihan
memilih kepentingan kaum tertindas atau Pasar/pengusaha. Padahal yang
memobilisir buruh untuk mogok dan aksi adalah anggota DPR dari fraksi PDIP
yang sedang mengerjakan rancangan UU perburuhan. Bagaimana hebatnya kepmen
mentri bisa mengalahkan kebijakan DPR?

Apalakah MEGA tidak tahu hal itu? kan dia ketua partai PDIP bagaiman kok
bisanya mega mendiamkan pemogokan buruh yang diorganisir oleh anggotanya
tersebut. Padahal dia juga mengamini kepmen tenaga kerja tersebut. Hayo
bingung kan.

Ada berita lain yang menghebohkan. Menko yang baru melakukan konfrensi pers
tentang sulitnya komunikasi dengan IMF tanpa diwakili mentri yang ia
kordinatori, hal ini juga menjadi tanda tanya. Padahal Rizal ramli dituduh
beberapa pengamat ekonomi sebagai menteri yang maju sendiri dan tidak bisa
bekerja tim. Sikap Menko kita yang baru ini menandakan pada kita bahwa
sebaik apapun menko yang punya hubungan baik dengan IMF tetapi kalau IMF
tidak suka dengan Pemerintahan maka tak akan bisa jalan. Apakah IMF mau
tanggung jawab akibat krisis yang diakibatkannya karena kebijakan kenaikan
Bensin, Telpon, listrik dan PHK. Pantas saja Presidennya kabur keluar
negeri. ha... ha... Atau mungkin DPR/MPR yang akan bertanggung jawab karena
dia yang mendesak itu. ha... Ha...

Pertahankan LOPA di KEJAGUNG.

MYP



----- Original Message -----
From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 18 Juni 2001 8:35
Subject: Re: [Kuli Tinta] lopa



> Kengerian DPR, yang kemudian berharap untuk
> menyegerakan SI, boleh dipastikan, bukan ngeri sama
> dekritnya GD, tetapi lebih ngeri kepada gunting Lopa.
> Lopa benar-benar sebuah 'mesin' hukum, yang sekali
> jalan ya harus jalan, kecuali secara fisik dihentikan
> (baca: dimatikan).
>
> Percepartan SI, dengan agenda utama lengsernya GD
> (terbukti tak ada rantap penerimaan
> pertanggung-jawaban presiden), boleh jadi akan
> menggulirkan Mega sebagai presiden. Kalau melihat
> bidikan-bidikan Lopa banyak terarah ke kroni-nya Mega,
> maka hampir bisa dipastikan, kabinet mendatang pasti
> tanpa Lopa. Diberhentikan dengan hormat, disertai
> ucapan terimakasih.
>
> Buat Lopa, barangkali sudah sangat cukup, sama
> cukupnya ketika ia 'cuma' didubeskan. Tetapi tidak
> bagi kita yang merindukan penegakan hukum, lebih-lebih
> korupsi, yang membuat setelan negeri ini harus dipaksa
> untuk menjalankan skema naik harga, nguber setoran,
> untuk bayar utang. Coba sekali-sekali dirunut, sejak
> kapan, sih, yang namanya telkom, pln, pertamina, dan
> berbagai perusahaan yang menguasai hajat hidup itu
> mulai dirundung keharusan mengembalikan utang karena
> biaya dan investasi blangsak kayak begitu? Siapa tahu,
> 'Pertamina itu dulu nggak apa-apa, tapi sejak
> pembangunan kilang ini-itu, mulailah perusahaan ini
> harus menanggung rudin'. Juga PLN.
>
> Bayangin, hanya karena nurutin rezim sebelumnya, yang
> menghasilkan listrik swasta, dan harus pula membayar
> harga mahal (dan konyolnya, jual murah), masa iya
> rakyat yang mesti membayar dengan kenaikan harga? Yang
> bener aja.
>
> Lopa, maju terus.
>
> (Salam dari Surabaya, untuk Lopa)
>
>
> =====
> +==========================================================+
> | Sugih durung karuwan, sombong didisikno...               |
> | Nek kate banyolan, http://matpithi.cjb.net ae, rek... |
> +==========================================================+
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Spot the hottest trends in music, movies, and more.
> http://buzz.yahoo.com/
>
> ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
>


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke