"Di dunia modern dan era industri setiap produk semisal lemari es dan televisi oleh desainer dan produsennya selalu disertai dengan buku petunjuk pemakaian dan perawatan untuk diberikan kepada para pembeli dan konsumennya. Buku ini memuat rincian tentang bagian luar dan dalam peralatan tersebut, juga cara penggunaan yang benar, hal-hal yang berbahaya bagi alat itu, dan sebagainya, agar konsumen dapat mempelajari dan memanfaatkannya dengan baik dan benar, juga agar mereka dapat menghindari pantangan tertentu yang akan membuat barang tersebut cepat rusak."
"Manusia adalah perangkat yang sangat canggih yang telah diciptakan oleh Zat Yang Maha Pencipta lagi Maha Kuasa. Sedemikian rumitnya struktur tubuh dan jiwa kita sehingga kita tidak mampu mengenali hakikat diri kita sendiri, juga jalan kebahagiaan kita. Dari satu sisi, apakah kita ini lebih kecil dibanding dengan lemari es dan televisi, yang para perancang dan penciptanya berkewajiban menyertakan buku petunjuknya, sedangkan Pencipta kita tidak perlu menyajikan sebuah buku petunjuk kecil untuk kita?!! Apakah kita tidak memerlukan
buku petunjuk, yang menjelaskan keistimewaan-keistimewaan tubuh dan jiwa manusia, yang menerangkan segala kemampuan dan potensi-potensi yang telah diciptakan dalam wujudnya, dan menyebutkan cara-cara yang benar dalam penggunaan semua itu?"
|
Demikianlah sebahagian penjelasan Al-Allamah Hujjatul Islam wal
Muslimin Syekh Muhsen Qiraati dalam pembukaan Tafsirnya. Hal ini saya kira sungguh sangat logis dan tidak ada argumentasi yang dapat menolak keterangan tersebut.
Sesungguhnya Al Qur-an itu tidak
hanya merupakan petunjuk untuk mengelola tubah manusia saja tapi juga untuk mengolah alam seluruhnya termasuk juga mengelola negara dan persoalan yang timbul antara satu negara dengan negara lainnya, sebagaimana persoalan yang timbul antara Acheh - Sumatra dan Indonesia sekarang ini. Berhubung umumnya manusia yang terlibat didalamnya tidak meyakini bahwa sesungguhnya Al Qur-anlah sebagai buku petunjuk untuk menyelesaikan persoalan Acheh - Sumatra dan Indonesia, maka terpaksa kita menerima petunjuk lain yang berasal dari Dunia belahan Barat yang sudah begitu polpuler yaitu "Demokrasi". Dengan demikian kita telah beralih dari Kedaulatan Allah kepada Kedaulatan manusia (Rakyat)
Melalui perjanjian MoU Helsinki, GAM tidak lagi memperjuangkan Kemerdekaannya dengan Jihad fi sabilillah untuk membebaskan kaum dhu'afa Acheh - Sumatra dari belenggu yang menimpa kuduk - kuduk mereka (Q.S, 7:157). Sebaliknya melalui "Demokrasi" dimana kedua pihak mengaku akan
menerapkan Demokrasi yang sesungguhnya di Acheh tanpa gangguan pihak manapun. Hal ini mereka tuangkan didalam MoU Helsinki sebagai pedoman untuk penyelenggaraan Self Government atau Pererintah Sendiri atau Pemerintah Acheh
Kedua belah pihak sudah menerima persoalan Acheh itu ditentukan berdasarkan keputusan Rakyat atau Demokrasi, namun realitanya Demokrasipun disingkirkan oleh pihak yang yang tidak bertanggung jawab. Mereka menolak suara Tuhan untuk beralih kepada suara manusia (Demokrasi). Realitanya suara Rakyatpun diabaikan dan justru suara Diktatorlah yang diberlakukan.
Rakyat Acheh - Sumatra baik yang didalam degeri maupun di luar negeri dengan tegas sudah menolaknya UU-PA yang tidak sesuai dengan perjanjian yang mereka buat. Suara dari MoU Helsinki sebagai Sumber suara manusia yang telah disetujui kedua belah pihak juga menolak UU-PA itu (baca tidak
sesuai MoU Helsinki). Ironisnya bekas Presiden Finlandia Martti Ahtisaari sebagai Boss nya MoU Helsinki tidak tegas untuk mengarahkan agar UU-PA itu disesuaikan dengan perjanjian yang telah mereka ciptakan. Sebaliknya dia sendiri menganjurkan agar UU-PA yang belum apa-apa itu, agar segera dilaksanakan. Demikian juga AMM yang senantiasa mengkampanyekan "Demokrasi" keseluruh pelosok Dunia.
Justru itu terbuktilah bahwa sesungguhnya "Demokrasi" itu merupakan selogan kosong yang penuh absurd serta dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menipu rakyat jelata. Realitanya justru pihak diktatorlah yang mengambil manfaat dari permainan "Demokrasi" itu. Demikianlah kalau dunia sudah dikuasai manusia-manusia hipokrit, dimana kaum lemah selalu dirugikan.
Kesimpulannya justru suara Tuhanlah yang benar untuk menyelesaikan suatu fenomena bukan suara rakyat (Demokrasi) yang senantiasa menjadi permaianan para diktator untuk
melumpuhkan kekuatan rakyat jelata. Untuk mengelola sebuah pesawat Terbang, Komputer atau Lemari es saja diperlukan petunjuk penciptanya agar terjamin Eksistensinya, bagaimana mungkin untuk mengelola manusia, negara dan alam semesta tidak diperlukan Petunjuk Allah?
Billahi fi sabililhaq
Ali Al Asytar
Stavanger, Norwegia
Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out. __._,_.___
Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Salam perjuangan.
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Dvd region free | Region free dvd | All regions dvd player |
| Regions mortgage | Region free dvd player |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Lantak" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
__,_._,___
