http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 14 Oktober 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


MEMBACA TULISAN AHMAD SUDIRMAN DISEBELAH LUARNYA SAJA.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


MENYOROT ORANG YANG MEMBACA TULISAN AHMAD SUDIRMAN DISEBELAH LUARNYA SAJA.

”Untuk ne turi so Ahmad Sudirman nyo, dan pu tujuan di balik menyebarkan 
isu-isu yang hana jelah lewat internet, ne tulong baca tulisan-tulisan yang 
na bak link di minyubnyo dan ne cermati pu isi yang terkandung didalam jih. 
Wate tabaca tulisan  Ahmad Sudirman yang na bak milis, sang gobnyan ka lebeh 
Aceh dari ureng Aceh.“ (Rambideun Acheh, [EMAIL PROTECTED] , 12 Sep 
2006 09:44:22 –0000)

Saudara Rambideun Acheh di Tranbjerg, Denmark telah mengambil tulisan Ahmad 
Sudirman yang berjudul “Indonesia Tanah AirKu” ( 
http://www.dataphone.se/~ahmad/980515.htm ) untuk dijadikan alasan 
menggoyahkan benteng Acheh dihubungkan dengan jalur pertumbuhan dan 
perkembangan RI yang telah dibangun oleh Ahmad Sudirman.

Kemudian, tulisan tersebut juga dijadikan alat oleh sdr Siti Maryam Ali 
Noordien [EMAIL PROTECTED] di Kuala Lumpur, Malaysia untuk dipakai 
melemahkan benteng pertahanan Acheh pada hari ini, Sabtu, 14 Oct 2006 
16:01:57 –0000.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Teungku Omar Puteh bahwa sdr  Siti Maryam 
Ali Noordien tidak bisa membantah bahwa kedua orang tua sdr Siti Maryam Ali 
Noordien adalah pasti orang Indonesia juga.

Nah, disini Ahmad Sudirman melihat Indonesia dari dua sudut pandang, yaitu 
pertama, dari sudut pandang pribadi tanpa memakai kacamata fakta, bukti, 
hukum dan sejarah. Kedua, dari sudut pandang dengan kacamata fakta, bukti, 
hukum dan sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI.

Nah, ketika Ahmad Sudirman sebagai manusia pribadi tanpa memakai kacamata 
pengetahuan yang didalamnya berisikan fakta, bukti, hukum dan sejarah, maka 
memang apa yang nampak oleh mata lahir, itulah yang merupakan tempat tanah 
lahir Ahmad Sudirman. Sampai kiamat Ahmad Sudirman tidak akan bisa 
membantahnya.

Tetapi, ketika Ahmad Sudirman  memakai kacamata pengetahuan yang didalamnya 
berisikan fakta, bukti, hukum dan sejarah yang berisikan jalur pertumbuhan 
dan perkembangan RI, maka akan ditemukan kepingan-kepingan jalur bagaimana 
sebenarnya yang namanya RI itu tumbuh dan berkembang.

Nah, berdasarkan penglihatan dengan bantuan  kacamata fakta, bukti, hukum 
dan sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI inilah akan terlihat bagaimana 
sebebarnya liku-liku jalur pertumbuhan dan perkembangan RI di hubungkan 
dengan negara-negara lainnya yang sudah tumbuh dan berkembang pada saat yang 
sama disamping RI.

Jadi, kalau kita ingin memberikan tanggapan dan jawaban atas apa yang telah 
dituliskan oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan ”Indonesia Tanah AirKu”, maka 
perlu dilihat dari dua sudut pandang tersebut. Mengapa ?

Karena kalau hanya melihat dengan kekuatan daya pandang mata yang terbatas, 
maka akhirnya akan melahirkan penafsiran yang salah, sehingga ditafsirkan 
tulisan tersebut adalah karena Ahmad Sudirman lebih cinta kepada Indonesia 
ketimbang kepada Islam, atau Ahmad Sudirman lebih kental 
nasionalisme-Indonesia ketimbang cinta kepada Islam.

Kalau Ahmad Sudirman hanya sekedar cinta kepada Indonesia saja, sebagaimana 
yang ditafsirkan oleh sebagian orang sebagai rasa nasionalisme-Indonesia-nya 
atau paham untuk mencintai bangsa dan negara sendiri sangat kental, maka 
tidak akan lahir pemikiran Ahmad Sudirman tentang bagaimana jalur proses 
pertumbuhan dan perkembangan RI itu dihubungkan dengan Acheh, Papua Barat 
dan Maluku Selatan dan Negara-Negara lainnya yang sebelumnya pernah berdiri 
dan berdaulat disamping RI.

Nah, disinilah adanya dua sudut pandang yang berbeda yang perlu dimengerti 
dan dipahami sebelum membaca tulisan Ahmad Sudirman tersebut.

Kalau Ahmad Sudirman sebagai manusia pribadi menuliskan bahwa Indonesia 
tanah airku itu berarti pertama, karena manusia Ahmad Sudirman dilahirkan 
ditanah yang kebetulan disebut Indonesia pada saat dilahirkan. Kedua, yang 
dinamakan Indonesia sebagai satu negara itu kalau dilihat dari jalur proses 
pertumbuhan dan perkembangan-nya maka tidak seperti yang dicita-cita-kan 
oleh Ahmad Sudirman. Karena yang namanya negara Indonesia yang berbentuk 
republik ini lahir karena hasil kebijaksanaan politik ekspansi Soekarno 
terhadap negara-negara lainnya, termasuk Acheh, Papua Barat dan Maluku 
Selatan.

Nah, gambar dan bayangan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Indonesia 
sebagai satu negara inilah yang tidak diterima oleh Ahmad Sudirman sampai 
detik ini, walaupun secara manusia pribadi Ahmad Sudirman lahir ditanah yang 
kebetulan dinamakan Indonesia.

Jadi sekarang, kalau ada sebagian orang mempergunakan tulisan tersebut 
sebagai alasan dan argumentasi untuk melemahkan dan merobohkan benteng 
pertahan Acheh dihubungkan dengan Ahmad Sudirman, maka usaha mereka itu 
tidak akan berhasil.

Terakhir, hanya orang yang mengerti dan memahami secara menyeluruh dari apa 
yang ditulis oleh Ahmad Sudirman yang tidak akan terperosok kedalam jurang 
penafsiran yang sempit. Seperti yang ditulis oleh Teungku Omar Puteh bahwa  
”Saya yang telah berkawan sejak 1000 tahun yang silam dengan beliau 
mengetahui seluruh masalahnya”. Nah pengertian 1000 tahun adalah 
menggambarkan bagaimana mengerti dan pahamnya apa yang ditulis oleh Ahmad 
Sudirman itu, dimana Teungku Omar Puteh tidak melihat sebatas kulitnya saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

From: omar puteh [EMAIL PROTECTED]
Return address:  [EMAIL PROTECTED]
Date: 14 oktober 2006 19:59:20
To:  [email protected], [email protected], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: [IACSF] Re: «PPDi» INDONESIA TANAH AIRKU by Ahmad Sudirman

Omar Puteh menulis:

Katakanlah Siti Maryam Ali  Noerdin, masih kecil atau belum lagi dilahirkan 
pada 4 Desember, 1976, tentu orang tua lelaki dan perempuan dari Siti Maryam 
Ali Noordien pastinya orang Indonesia Raya juga, begitulah setetrus keatas, 
yang dengan pasti tidak dapat dibantah lagi walaupun memakai kayu palang 
bersilang.

Seperti tidak bisanya Siti Maryam Ali Noerdin tidak bisa membantah kalau 
saya katakan bahwa yang SitiMaryam Ali Noerdin, sebenar seorang lelaki, 
sebagai mana juga dengan si Cut Rahimah.

Jadi  tidak perlu dipersoalkan dengan tulisan seperti sekarang ini, seperti 
orang mempersoalkan dengan status Wali Negara sebelum beliau meraih Phd 
beliau.  Tetapi beliau telah juga mengakui sendiri bahwa beliau baru 
menyadarinya bahwa beliau sebagai bangsa Achèh setelah itu, sebagamana telah 
beliau tuliskan.

Jadi apasalahnya kalau Tengku Ahmad Hakim Sudirman, sekarang telah 
menjelaskan seluruh masalah yang orang lain, sebahagian masih tidak 
memahaminya juga, yah itu terserah kepadamulah.

Saya yang telah berkawan sejak 1000 tahun yang nsilam dengan beliau 
mengetahui seluruh masalahnya.

Omar Puteh,
Norway
[EMAIL PROTECTED]
----------

From: omar puteh <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: [email protected], [email protected], [EMAIL PROTECTED],  
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Subject: [IACSF] Re: «PPDi» INDONESIA TANAH AIRKU  by Ahmad Sudirman
Date: Sat, 14 Oct 2006 10:59:20 -0700 (PDT)
MIME-Version: 1.0
X-Originating-IP: 209.191.91.194
X-Sender: [EMAIL PROTECTED]
Received: from n25.bullet.scd.yahoo.com ([66.94.237.54]) by 
bay0-mc6-f2.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.2444); Sat, 14 
Oct 2006 11:01:06 -0700
Received: from [66.218.69.6] by n25.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 14 Oct 
2006 18:00:39 -0000
Received: from [66.218.66.27] by t6.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 14 Oct 
2006 18:00:39 -0000
Received: (qmail 30824 invoked from network); 14 Oct 2006 17:59:33 -0000
Received: from unknown (66.218.67.36)  by m21.grp.scd.yahoo.com with QMQP; 
14 Oct 2006 17:59:33 -0000
Received: from unknown (HELO web36402.mail.mud.yahoo.com) (209.191.91.194)  
by mta10.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 14 Oct 2006 17:59:32 -0000
Received: (qmail 59491 invoked by uid 60001); 14 Oct 2006 17:59:20 -0000
Received: from [83.108.71.146] by web36402.mail.mud.yahoo.com via HTTP; Sat, 
14 Oct 2006 10:59:20 PDT
X-Message-Info: LsUYwwHHNt0QOM0B8fgrVT1+7AFSz3NDzPL2EseLoDA=
Comment: DomainKeys? See http://antispam.yahoo.com/domainkeys
DomainKey-Signature: a=rsa-sha1; q=dns; c=nofws; s=lima; 
d=yahoogroups.com;b=jcIo+CfaM8tuMp61y7Vgnnu+ODcJSh3bxTZbtjGyaYoFqRVhE+QXJ2MgUrjFZiWm4UVFJqruTYS7YGKmbVANmjcOUXlElx/CWVzU43/Vw50GZ43QGNVk/TeDixoT7A2U;
X-Yahoo-Newman-Id: 15440234-m2518
X-Apparently-To: [EMAIL PROTECTED]
X-eGroups-Msg-Info: 1:0:0:0
Mailing-List: list [EMAIL PROTECTED]; contact 
[EMAIL PROTECTED]
Delivered-To: mailing list [EMAIL PROTECTED]
List-Id: <IACSF.yahoogroups.com>
Precedence: bulk
List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
X-Yahoo-Newman-Property:groups-email-trad
Return-Path: 
[EMAIL PROTECTED]
X-OriginalArrivalTime: 14 Oct 2006 18:01:06.0540 (UTC) 
FILETIME=[B88642C0:01C6EFBA]

omar puteh menulis:

Katakanlah Siti Maryam Ali  Noerdin, masih kecil atau belum lagi dilahirkan 
pada 4 Desember, 1976, tentu orang tua lelaki dan perempuan dari Siti Maryam 
Ali Noordien pastinya orang Indonesia Raya juga, begitulah setetrus keatas, 
yang dengan pasti tidak dapat dibantah lagi walaupun memakai kayu palang 
bersilang.

Seperti tidak bisanya Siti Maryam Ali Noerdin tidak bisa membantah kalau 
saya katakan bahwa yang SitiMaryam Ali Noerdin, sebenar seorang lelaki, 
sebagai mana juga dengan si Cut Rahimah.

Jadi  tidak perlu dipersoalkan dengan tulisan seperti sekarang ini, seperti 
orang mempersoalkan dengan status Wali Negara sebelum beliau meraih Phd 
beliau.  Tetapi beliau telah juga mengakui sendiri bahwa beliau baru 
menyadarinya bahwa beliau sebagai bangsa Achèh setelah itu, sebagamana telah 
beliau tuliskan .

Jadi apasalahnya kalau Tengku Ahmad Hakim Sudirman, sekarang telah 
menjelaskan seluruh masalah yang orang lain, sebahagian masih tidak 
memahaminya juga, yah itu terserah kepadamulah.

Saya yang telah berkawan sejak 1000 tahun yang nsilam dengan beliau 
mengetahui seluruh masalahnya.

Omar Puteh,
Norway
[EMAIL PROTECTED]


----- Original Message ----
From: Siti Maryam Ali Noordien <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, October 14, 2006 6:01:33 PM
Subject: Re: «PPDi» INDONESIA TANAH AIRKU by Ahmad Sudirman



Rambideun Acheh <rambideunacheh@ yahoo.com> wrote:
Asslamualaikum Wr Wb,
Untuk ne turi so Ahmadsudirman nyo, dan pu tujuan di balik menyebarkan 
isu-isu yang hana jelah lewat internet, ne tulong baca tulisan-tulisan yang 
na bak link di minyubnyo dan ne cermati pu isi yang terkandung didalam jih.
Wate tabaca tulisan  Ahmad Sudirman yang na bak milis, sang gobnyan ka lebeh 
Aceh dari ureng Aceh.
Semoga info nyo jet ke mamfaat bagi getanyo ban-bandum,amiin

Wassalam

Source:
http://www.dataphon e.se/~ahmad/ opini.htm

Stockholm, 15 mei 1998.
Bismillaahirrahmaan irrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
INDONESIA TANAH AIRKU
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA

PENDAHULUAN.
Saudara-saudaraku di tanah air.
Duapuluh tahun telah saya tinggalkan negeri indah Indonesia. Bukan karena 
sudah merasa bosan tinggal dinegeri ini, melainkan karena Penguasa pada 
waktu itu telah merasa keberatan dan ketakutan atas keberadaan saya. Dengan 
perasaan yang berat dan hati yang pedih saya tinggalkan tanah air yang 
tercinta ini.
Negeri pertama yang saya singgahi adalah Mesir. Dengan tujuan memperdalam 
agama dan bahasa, saya tinggal kurang lebih dua tahun di negeri yang panas 
dan penuh gairah hidup berlandaskan pancaran Nur Illahi ini. Suka dan duka 
silih berganti. Gejolak hati dan perasaan rindu saya tumpahkan kedalam 
bentuk tulisan yang langsung keluar dari hati nurani. Kumpulan buah hati 
saya padukan dalam cerita dengan judul "Dibawah belenggu rezim Penguasa".
Isi dari curahan hati ini ternyata membuat muka-muka Penguasa di tanah air 
merah padam. Dengan penuh kemurkaan dan perasaan yang angkuh meminta supaya 
saya menarik dan mencabut kembali tulisan itu.
Hati nurani tidak mengizinkan untuk menarik kembali jeritan hati yang 
terkumpul dalam tulisan itu.Pemaksaan dan bujuk rayu mulai berjalan.Penguasa 
melalui wakilnya yang ada di Cairo meminta supaya saya menyerahkan diri, 
baik dengan suka rela ataupun dengan terpaksa.Saya tolak dengan langsung 
pemaksaan dan ultimatum itu.
Dengan perasaan yang angkuh Penguasa meminta agar Penguasa Mesir 
mengembalikan saya ke tanah air untuk diminta pertanggungan jawab.Untuk 
melaksanakan permintaan yang sudah sejauh itu, Penguasa Mesir tidak berani 
bertindak langsung, melainkan saya diminta untuk keluar dari negeri , 
terserah mau pergi kemana saya suka.
Manusia berbuat makar tetapi Tuhanpun berkehendak lain.Tanpa diduga-duga 
Penguasa Swedia mengulurkan tangan untuk memberikan kebebasan dan untuk 
tinggal.
Karena ketidak berhasilan memulangkan saya , Penguasa dengan tanpa perasaan 
dan pemikiran yang panjang mencabut hak dan warga negara Indonesia dari diri 
saya.

  BELUM ADA KESADARAN BERNEGARA.
Saudara-saudaraku di tanah air.
Sekarang, dua puluh tahun telah berlalu. Penguasa di tanah air masih tetap 
bertahan dan akan terus mempertahankan kekuasaannya. Pergolakan yang timbul 
dari kalangan mahasiswa menunjukkan bahwa perasaan dan keinginan yang 
tertekan sudah tidak boleh dipertahankan lagi.Akibat dari ketamakan dan 
kerakusan kepada kekuasaan dan kekayaan dari pihak Penguasa yang 
mengakibatkan keadaan baik ekonomi ataupun politik yang tidak stabil ini.
Dua puluh tahun telah berlalu dengan cepatnya. Namun kesadaraan bernegara, 
berbakti dan memberikan pelayanan kepada rakyat dari pihak Penguasa belum 
terlihat dan terbukti. Ini menunjukkan bahwa masih ada dalam jiwa-jiwa 
Penguasa keinginan dan perilaku yang menjadikan kekuasaan sebagai suatu 
tujuan hidup.
Sehingga tidaklah heran kalau kita melihat keadaan politik,ekonomi dan 
sosial tidak seperti yang kita impikan dan idam-idamkan.
Tidaklah menjadi suatu permasalahan yang besar, siapa yang memegang 
kekuasaan, kalau kita sudah mempunyai kesadaran bernegara yang tinggi. 
Masing-masing pihak telah mengetahui dan memahami hak dan kewajiban sebagai 
Penguasa. Kedengarannya ini adalah begitu ideal. Memang, kalau kita 
melihat,memperhatik an dan menganalisa pergantian kekuasaan dari satu pihak 
kepihak lain di negeri-negeri yang sudah mempunyai kesadaran bernegara yang 
tinggi, tidaklah terdengar adanya suatu pertentangan yang hebat yang 
mengakibatkan ketidaksenangan dan kegoncangan ekonomi,sosial dan politik.
Hampir dua puluh tahun saya berada di negara Eropa. Setiap kali mereka mau 
mengadakan pemilihan umum, tidaklah terjadi peristiwa-peristiwa yang 
dahsyat,sebagaimana yang sering terjadi di tanah air.Memang, ada juga 
beberapa negara Eropa yang masih belum mencapai kesadaran bernegara 
sebagaimana yang diharapkan. Ini menggambarkan, bahwa pertukaran Penguasa, 
ideologi, politik dan ekonomi tidak membawa perubahan dan kegoncangan yang 
besar.
  KEKUASAAN BUKAN UNTUK MENCAPAI KESENANGAN.
Saudara-saudaraku di tanah air.
Bukanlah suatu rahasia lagi di negeri ini. Siapa yang mempunyai kekuasaan, 
apakah itu tingkat bawah atau atas, maka sudah terbukalah jalan menuju 
kepada kesenangan dan kemewahan. Keadaan ini mendorong setiap orang untuk 
berusaha mempertahankan kekuasaan sedapat mungkin. Perilaku ini tercermin 
dalam kehidupan bernegara. Kekuasaan bukan lagi sebagai suatu alat untuk 
mengabdi kepada rakyat, melainkan sebagai alat untuk mencapai kesenangan 
hidup.Dengan keadaan lingkungan yang demikian memberikan pupuk yang subur 
untuk menumbuhkan orang-orang yang berjiwa dan bermental tamak kepada 
kekuasaan.
Selama saya berada di negeri Eropa, belum kedengaran dan kelihatan para 
Penguasa menjadi kaya dan berkehidupan berlebih-lebihan dikarenakan 
kekuasaannya. Namun banyak yang menjadi jutawan disebabkan maju usahanya. 
Sehingga timbul pepatah kalau mau menjadi jutawan janganlah menjadi Penguasa 
namun menjadilah Pengusaha. Ini ternyata benar, dan sudah terbukti.
Akibat lain daripada adanya penyalahgunaan kekuasaan adalah korupsi. Korupsi 
memang ada hampir disetiap negara, apakah korupsi dalam bentuk yang tidak 
langsung, seperti menerima hadiah-hadiah sebagai balasan atas pemberian 
pasilitas, ataukah korupsi yang langsung dengan cara menumpuk kekayaan 
melalui penggunaan kekuasaan. Dengan timbulnya korupsi ini mengakibatkan 
terhambatnya projek-projek pembangunan, menurunnya kwalitas hasil 
pembangunan, atau yang lebih parah lagi terbengkalainya projek-projek 
pembangunan.

  DWI FUNGSI HARUS DIHAPUSKAN.
Saudara-saudaraku di tanah air.
Istilah dwi fungsi sangat bertuah dinegeri ini. Dengan dwi fungsi maksudnya 
adalah ABRI mempunyai dua tugas. Tugas pertama menjaga keamanan dan 
ketertiban negara dan tugas kedua adalah memegang kekuasan dan mengatur 
negara.
Dalam menjaga keamanan dan ketertiban adalah memang tugas yang cocok bagi 
seorang militar atau polisi, sebagaimana yang terjadi di hampir semua 
negara. Tetapi tugas sebagai pemegang dan pengatur pemerintahan dan negara 
adalah sudah menyimpang dari tujuan sebenarnya dari militar atau polisi. 
Hanya dinegara-negara yang totaliter dan diktatoris yang masih mempunyai 
militar atau polisi sebagai penguasa negara.Memang kita tidak boleh 
mengabaikan bahwa militar atau polisi diperlukan untuk memegang kekuasaan, 
seperti dalam bidang atau kementrian pertahanan, namun bukan untuk semua 
kementrian atau semua badan pemerintahan.
Di kita istilah dwi fungsi timbul ketika perpindahan dari orde lama kepada 
orde baru yang memakan berjuta-juta korban.Pihak militar dan polisi 
diperlukan untuk menjaga keamanan, ketertiban dan sekaligus pemegang 
kekuasaan. Namun dwi fungsi ini tidak menjadi suatu masalah yang sakti yang 
tidak boleh dirubah atau diganggu gugat. Sudah masanya sekarang dwi fungsi 
ABRI dicabut dan ABRI dikembalikan kepada fungsinya yang sebenarnya. Menjaga 
dan mengatur keamanan negara.
Cobalah kita pikirkan dan renungkan, dari mulai tingkatan bawah sampai 
kepada tingkatan presiden semuanya adalah dari pihak militar atau polisi. 
Saya sudah memperhatikan, membaca dan mendengar belum ada satu negara di 
dunia dalam abad modern ini yang mempunyai aparat pemerintahan dan negara 
yang hampir kesemuanya ada pihak penguasa militer selain di negeri kita ini.
Kalau dinegara-negara yang maju sudah mulai mengurangi badan militer dan 
perbelanjan untuk bidang pertahanan, akibat dari menurunnya atau 
menghilangnya pertentangan perang dingin antara blok barat dan timur, namun 
dinegara berkembang sebagaimana di negeri kita ini, makin meningkat 
perbelanjaan untuk pertahanannya.
Ancaman dari pihak luar sebagaimana yang dibesar-besarkan pihak Penguasa 
sebenarnya sudah tidak masuk aqal. Dahulu sebelum negara-negara komunis 
jatuh, memang ancaman komunis adalah ancaman yang terbesar, namun sekarang 
setelah negara-negara itu berjatuhan dan ideologi komunis sudah hampir 
menghilang dari muka bumi, tidaklah menjadi suatu ancaman besar terhadap 
pertahanan keamanan dan ideologi di negeri kita.
Kemungkinan besar sekarang pihak Penguasa mengarahkan pertahanan terhadap 
ancaman dari pihak yang mempunyai ideologi dan agama Islam yang dianggap 
makin radikal, walaupun sebenarnya ini adalah suatu pemikiran dan analisa 
yang kurang benar.
Menurut pemikiran saya, musuh utama yang paling besar pada saat sekarang 
bagi Indonesia adalah kemiskinan dan ketidak merataan kehidupan rakyat. 
Kemiskinan inilah yang menjadi bumerang dan sumber ketidak puasan dan 
pelampiasan nafsu untuk memberontak dan membuat kekacauan.
Kalau kita perhatikan sebagian besar penduduk Indonesia masih berada dibawah 
garis kemiskinan. Mereka tidak menuntut banyak kepada pihak Penguasa atau 
pihak pengusaha, selain menuntut asap dapurnya tetap mengepul setiap hari. 
Ini artinya jaminan untuk kehidupan sehari-harinya harus terjamin.

  JAMINAN KERJA UNTUK SETIAP RAKYAT.
Saudara-saudaraku di tanah air.
Walaupun saya berada jauh dari tanah air, namun berita-berita mengenai 
kemiskinan, pengangguran, pemberhentian, manipulasi dan situasi dalam 
pekerjaan tetap mengalir keluar, baik melalui surat kabar, lewat internet 
(on line) atau lewat televisi. Jadi apa saja yang terjadi di tanah air 
sampai juga ke peloksok dunia.
Selama Penguasa tidak atau belum mampu menangani masalah pengangguran dan 
ketidak merataan pekerjaan, selama itu ancaman besar tetap berlangsung. 
Berapa banyak rakyat yang pergi keluar negeri baik secara jelas atau secara 
gelap untuk mencari sesuap nasi. Bagaimana keadaan pekerja-pekerja Indonesia 
yang berada dinegara-negara tetangga kita. Berapa banyak pekerja-pekerja 
yang gelap yang dipulangkan kembali dari negara-negara tetangga. Ini semua, 
disebabkan karena Penguasa Indonesia tidak atau belum sanggup memberikan 
kesejahteraan hidup sebagaimana digembar-gemborkan dalam semboyan hidup 
Pancasila.
Rakyat, sebagaimana rakyat-rakyat dinegara lain adalah sama. Mereka perlu 
hidup layak, sejahtera, berkeluarga, hidup cukup. Selama belum terpenuhi itu 
semua, selama itu rakyat akan menuntut. Mereka tidak mau hanya janji-janji 
saja, sebagaimana dijanjikan sewaktu mau mengadakan pemilihan umum saja.
Bagi penduduk yang sudah mendapatkan kehidupan yang layak, baik dari segi 
ekonomi ataupun pendidikan, mereka masih ada yang dituntut yaitu kebebasan 
dalam politik, bersuara, agama, ideologi, ekonomi dan sosial. Sebagaimana 
yang terjadi sekarang ini, dimana pihak mahasiswa dan kaum cendekiawan 
menuntut hak kebebasan politik, ideologi, demokrasi, pemberantasan korupsi, 
meminta supaya presiden turun dsb.
Ini semua adalah suatu hal yang wajar. Bukan sesuatu hal yang mengancam 
pemerintahan dan negara. Penguasa sekarang menganggap kejadian itu adalah 
sesuatu perbuatan yang extrim, mengganggu ketertiban dan keamanan, 
pengrusakan dan pembangkangan.

Sebagaimana yang sudah saya tulis diatas, kalau seandainya Penguasa sudah 
mempunyai kesadaran bernegara yang tinggi, kejadian-kejadian seperti yang 
sekarang terjadi tidak akan mungkin berlangsung, karena semua pihak merasa 
lega dan puas.

  PEMERATAAN EKONOMI UNTUK SEMUA PIHAK.
Saudara-saudaraku di tanah air.
Selama lebih dari tiga puluh tahun, Penguasa yang sama belum mampu mencapai 
apa yang didamba-dambakan oleh seluruh rakyat. Negara bukan menjadi aman 
sejahtera, melainkan sebaliknya. Kemerosotan ekonomi yang terjadi sekarang 
ini, bukanlah suatu hal yang terjadi dengan sendirinya, melainkan akibat 
dari ekonomi dan politik yang dijalankan oleh Penguasa. Ekonomi yang diatur 
oleh segelintir orang, kekayaan yang dimiliki oleh secuil orang, pemerataan 
pendapatan yang tidak seimbang, pengangguran yang tinggi, permainan pasar 
uang yang tidak terkontrol.
Ekonomi terpimpin yang dijalankan Penguasa tidak memberikan hasil yang 
diharapkan, melainkan kemerosotan dan ketidak merataan. Selama masalah 
ekonomi belum terpecahkan dan terlaksana dengan adil siapapun yang memegang 
kekuasaan tidak akan memberikan hasil yang baik.
Perubahan yang besar harus dilakukan dalam bidang ekonomi. Pelaksanaan yang 
jujur dan bersih. Semua rakyat dilibatkan, bukan hanya sekelompok kecil atau 
golongan kecil saja. Kepentingan bersama didahulukan, kepentingan 
perseorangan dikebelakangkan.
Ketamakan, kerakusan dan keinginan untuk mendapatkan kesenangan yang cepat 
harus diberantas dan dihilangkan dari diri. Kepentingan untuk kesejahteraan 
rakyat harus dilaksanakan dan digalakkan*.*
Stockholm, 15 mei 1998.

Wassalam.
Ahmad Sudirman



Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.




Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out.




Tahukah anda!!! Lantak group tidak menapis sebarang maklumat yg anda kirim??? 
Inilah yg membuat berita anda cepat dan jelas (jangan salahgunakan keistimewaan 
ini)...
beri tahu maklumat ini kepada rakan anda, ajaklah mereka untuk bergabung 
bersama dengan hanya semudah megirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Salam perjuangan. 
--------------
ACHEH - Tiada pilihan lain selain MERDEKA!!!
**UNTUK BERHENTI MELANGGAN DARI MILIS LANTAK:
kirimkan email anda kepada [EMAIL PROTECTED]
http://lantak.cjb.net
*PLEASE REPORT ANY LANTAK ABUSE TO: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Lantak/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke