Rabu, 18 Oktober 2006, 09:42 WIB MENJELANG LEBARAN Waspadai Peredaran Uang Palsu Reporter : Dara Banda Aceh, acehkita.com, Bank Indonesia Cabang Banda Aceh mengingatkan warga untuk berhati-hati dengan peredaran uang palsu. Apalagi menjelang lebaran Idul Fitri 1427 Hijriyah ini. Meski di Aceh peredarannya minim, namun peluang untuk itu besar selalu besar kemungkinan terjadi. Kepala Bidang Sistem Pembayaran dan Management Internal Bank Indonesia Cabang Banda Aceh, Dani Surya, mengatakan periode Agustus hingga 16 Oktober 2006, BI sudah mendapat sebanyak 86 lembar uang palsu yang dilaporkan oleh beberapa bank di Banda Aceh. “Untuk uang palsu
kita memang pernah mendapat laporan adanya uang palsu dari sejumlah bank, uang palsu itu didapat dari setoran warga, tapi jumlahnya tidak banyak, dan kita terus menghimbau kepada warga untuk selalu mewaspadai beredarnya uang palsu, apalagi menjelang hari raya seperti ini,” imbau Dani. Dikatakannya, selama proses penukaran uang, pihak BI belum menemukan uang palsu. “Memang kita belum menemui adanya warga yang menukarkan uang palsu, mudah-mudahan tidak kita temui kasus tersebut,” sebut dia. Sementara itu pantauan acehkita.com, animo warga Banda Aceh untuk menukar uang menjelang Hari Raya Idul Fitri meningkat. Akibatnya, warga membludak di Kantor Bank Indonesia Cabang Banda Aceh. Rencananya mereka akan membuka counter penukaran uang sampai Jumat (20/10). Iskandar, seorang warga Banda Aceh menyambut baik rencana BI yang memperpanjang masa penukaran uangnya. Sejatinya Kamis (19/10) bank sentral itu sudah menutup counter-nya. Tapi karena membludaknya warga, maka diperpanjang. “Syukur, bagi yang belum bisa mendapat kesempatan
juga,” kata warga Peunayong itu. Kepada wartawan Dani Surya mengatakan, menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini, jumlah warga yang menukarkan uang miliknya ke Bank Indonesia, meningkat dibandingkan tahun lalu. “Dalam satu hari jumlah warga yang datang menukarkan uang bisa lebih dari 100 orang. Untuk jadwal penukaran uang sudah kita bukan sejak seminggu lalu, jadi dengan waktu yang longgar, mereka pun tidak antri terlalu lama,” kata dia. Menurut Dani, BI sudah menyediakan jumlah uang lebih dari Rp 200 juta untuk melayani kebutuhan warga di Banda Aceh, yang ingin menukar uang. Hingga periode Senin (16/10) BI menyediakan uang dengn nilai nominan Rp 100 ribu sebanyak 10 juta, Rp 50 ribu sebanyak 50 juta, uang Rp 20 ribu sebanyak 40 juta, uang Rp 10 ribu sebanyak 140 juta, uang Rp 5000 sebanyak 130 juta, uang pecahan Rp 1000 sebanyal 140 juta dan uang Rp 500 sebanyak 9,35 juta serta uang pecahan Rp 100 sebanyak 100 juta. “Kalau warga yang ingin menukarkan uangnya kita batasi. Satu orang bisa menukarkan uang sebanyak Rp 500 ribu. Ini dilakukan agar warga lainnya juga bisa mendapatkan uang tukar, soalnya yang menukar uang bukan hanya warga Banda Aceh dan Aceh Besar, tapi juga warga daerah lain,” ujar Dani. Seorang warga Banda Aceh, Mahyuddin ketika ditanyai acehkita.com mengaku menukar uang menjelang hari raya ini menjadi tradisi rutin dirinya dan keluarganya. Uang baru itu, katanya untuk dibagi-bagikan kepada sanak keluarga di saat hari raya tiba. “Ya, selain untuk membahagiakan semua anak-anak, saudara, juga untuk bersedekah,” ujar Mahyuddin. [mis] | |