--- On Fri, 8/28/09, omar puteh <[email protected]> wrote:


From: omar puteh <[email protected]>
Subject: Re: (IACSF) Selamatkan Aceh dari Pengaruh Buruk Syiah
To: [email protected], "iacsf" <[email protected]>, "ppdi" 
<[email protected]>, "acsa" <[email protected]>, "fundamentalis 
Moderator" <[email protected]>
Date: Friday, August 28, 2009, 10:05 AM









Omar Putéh menulis:
 
Anda, Ali Al Asytar dan ahlul bait anda, Muhammad Al Qobra telah mebaca kiriman 
selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan 1430 Hijjriah, maka dengannya saya 
ingin menanyakan kepada anda: Di Mesdjid manakah anda, Ali Al Asytar dan ahlul 
bait anda, Muhammad Al Qobra, bershalat tarawih dalam bulan Ramadhan ini?  
 
Saya tanyakan demikian, karena saya tahu, sejak beberapa tahun yang lalu hingga 
ketahun lalu anda tidak pernah pergi ke Mesjid ber-Jama'ah dan tidak pernah 
pergi bertarawih, sedang anda sehat badan dengan segala sifatnya.

Hari ini saya ingatkan lagi, kepada anda, Ali Al Asytar dan ahlul bait anda, 
Muhammad Al Qobra bahwa, pada malam 17 Ramadhan adalah malam, dimana Nabi Besar 
Muhammad SAW, menerima wahyu pertama dari Allah SWT dan pada malam itu juga 
beliau (bersumpah) naik saksi: Tiada tuhan yang disembah dengan sebenar sembah 
selain Allah (SWT) dan Muhammad (SAW) adalah Rasulullah!, sebagai starting 
point, bagi kita ummat Islam atau ummat Muhammad SAW dan beliau, Nabi Besar 
Muhammad SAW sendiri beraqidah, sehingga kita menghadap Illahi Rabbi, Allah SWT 
agar kembali kepangkal jalan, ke starting poin ini!  
 
Bawalah keluarga anda: Istri, anak-anak, anak menantu dan semua cucu-cucu 
kembali kepangkal jalan, ke starting point, ke malam 17 Ramadhan, untuk 
bersumpah-janji, bernaik-saksi bahwa: Tiada tuhan yang disembah dengan sebenar 
sembah selain Allah (SWT) dan Muhammad (SAW) adalah Rasulullah!  
 
Ajaklah semua saudara handai taulan, teman-teman yang pernah meninggalkan 
sumpah-janji, bernaik saksi bahwa: Tiada tuhan yang disembah dengan sebenar 
sembah selain Allah (SWT) dan Muhammad (SAW) adalah Rasulullah!
 
Saya akan ajak Vande Charba @ Ramli Affan @ Affan Ramli (saya belum beri respon 
tulisan anda lagi, insya Allah jika berluangan waktu) , (No) Vendra Cahaya 
Bening dan Rima Gulam Pawoun agar juga kembali kepangkal jalan, ke starting 
point, ke malam 17 Ramadhan agar bersumpah-janji, bernaik-saksi: Tiada tuhan 
yang disembah dengan sebenar sembah selain Allah (SWT) dan Muhammad (SAW) 
adalah Rasulullah!
 
Saudara Ali Al Asytar dan ahlul bait anda, Muhammad Al Qobra bahwa, sejak 
sekelompok  orang yang menggelarkan diri mereka sebagai  "ulama-ulama" 
penyokong-penyokong Saidina Ali ra, maka tidaklah pernah ada "ulama-ulama" lain 
yang pernah mengajak "ulama-ulama" penyokong-penyokong Saidina Ali ra, agar 
kembali ke pangkal jalan, ke starting point, ke malam 17 Ramadahan, seperti 
yang saya buat ajakan ini.
 
Anda, Ali Al Asytar dan ahlul bait anda, Muhammad Al Qobra, pun tidak pernah 
diajak oleh sesiapun ketika anda pertama sekali mencetuskan perkataan: Islam 
Protestan (pengakuan anda sendiri sebagai pencetus dari tulisan email yang anda 
kirimkan) dalam rencana anda ber-Syi'ah: Meninggalkan ajaran Islam sebagaimana 
anutan kedua orang tua anda dan berdiri dalam barisan "ulama-ulama" 
penyokong-penyokong Saidina Ali ra yang menolak peng-Khalifahan Saidina Abu 
Bakar Sidiq ra, Saidina Umar bin Khatab ra dan Saidina Usman ra, baik ketika 
anda sewaktu di IAIAN Ar-Raniry ataupun sewaktu di Teubéng, Bambi, atau dari 
sesiapapun, sekalipun dalam halaman Google, Yahoo, Wikipedia kecuali inilah 
Omar Putéh, kawan anda bercengkrama didalam milis ini.
 
Nah, dengan ini sekali lagi saya menghimbau anda,Ali Al Asytar dan ahlul bait 
anda, Muhammad Al Qobra agar kembalilah ke pangkal jalan, ke starting point, ke 
malam 17 Ramadhan.
 
Omar Putéh
Meunasah Reudeuep
Ach\eh Rajeuk
 
--- On Thu, 8/27/09, omar puteh <[email protected]> wrote:


From: omar puteh <[email protected]>
Subject: Re: [kuasa_rakyatmiskin] ANDA HAI UMAR PUTEH SAYA PERINGATKAN AGAR 
TIDAK LAGI MENCAMPURI URUSAN KAMI. PEDOMAN HIDUP ANDA NOL KETIKA KENA "SKAK", 
AFALA TA'QILUN?
To: [email protected]
Date: Thursday, August 27, 2009, 12:04 AM


  









Hai saudara Ali Al Asytar dan ahlul bait anda, Muhammad Al Qobra,  mengapa 
sampai sekarang anda "berdua" tidak jelas dan tegas pegangan dan pedoman hidup 
anda sekalian.

Mengulangi contoh Jean Bertrand Russel dan Prof Dr Joseph Arnold Toynbee yang 
mempedomani Al Qurän nul Karim sebagai pedoman hidup kefalsafahan atau 
kefilosofian mereka, begitu juga bagi orang-orang lain yang bukan Islam.
 
Maka tidak sama seperti kita, yang mengakui Islam sebagai: Addiin, yang 
mengimani Al Qurän nul Karim sebagai hukum-hakam hidup dan kehidupan.
 
Hai saudara Ali Al Asytar dan ahlul bait anda, Muhammad Al Qobra, ketahuilah 
Jean Bertrand Russel dan Prof Dr Joseph Arnold Toynbee, mendalami Al Qurän 
bukan tanggung-tanggung dan sangat menjunjung tinggi wahyu Allah SWT 
itu, tetapi malangnya mereka belum mendapat hidayah-Nya, Allah SWT
 
Saya pernah mendengar salah sebuah ceramah Ustadz Latief Rusdi tentang 
pernyataandari Prof Dr Joseph Arnold Toynbee, sebagai telah pernah mengatakan 
bahwa Marthin Luther, Reformis dari Jerman itu, tidak bisa untuk dibandingkan 
kewarakkannya dengan pengelap sepatu Nabi Muhammad SAW sekalipun.
 
Tetapi anda tidak pernah berai mengatakan apa pedoman atau pegangan hidup anda, 
selain hanya mengatakan kepada orang agar berpedoman hidup pada Al Qurän nul 
Qarim, yang telah telah terbantah bahwa, Al Qurän nul Karim bukan sebagai 
pedoman hidup (saja)
tetapi sebagai hukum-hakam hidup dan kehidupan.  Silakan anda "berdua", belajar 
mebedakan apa itu arti dan apa itu makna?, lantas dalami bahasa tuturan 'ilmu 
dengan baik dan medalam.
 
Pedoman itu menghendaki indera mata bagi mereka yang matanya celik dan indera 
telinga bagi mereka yang mata mereka buta.
 
Dan diingatkan agar anda "berdua" jangan berkontradikasi dengan diri anda 
sendiri sebagi terkutip dari tulisan anda (tulen): Al Qur-an dan Hadist tidak 
cukup untuk memahami kebenaran, konon pula Hadist Palsu....... ......... 
......... ......... ......... ......... . . 
 
Coba saudara Ali Al Asytar dan ahlul bait anda, Muhammad Al Qobra, 
memperbetulkan iman anda kepada Kitab suci dari Allah SWT dan hendaknya tidak 
akan pernah berulang lagi dari memperkatakan: Al Qur-an dan Hadist tidak cukup 
untuk memahami kebenaran, konon pula Hadist Palsu, sedemikian rupa terhadap 
Kitab suci: Al Qurän nul Karim, sekalipun anda telah pernah mengatakan pilihan 
anda menjadi Sji'ah, karena tidak mau mengikut terus mengikut anutan orang tua 
anda dan anda memilih menjadi Syi'ah dikarenakan Saidina Ali ra tidak dilantik 
sebagai khalifah setelah nabi Muhammad SAW wafat, agar bisa iku memaki dan 
mencarut tiga sahabat Nabi Muhammad SAW, sebagai aksi demonstrasi.
 
Jadi kelompok pendemontrasi terhadap Saidina Abu Bakar Al Sidiq ra, Saidina 
Umar bin Khatab ra dan Saidina Usman ra, itulah yang kemudian menamakan diri 
kelompok meraka sebagai Syi'ah!  Sebagaimana anda,Ali Al Asytar dan ahlul bait 
anda, Muhammad Al Qobra, mengikut pengakuan anda sendiri: Mengapa saya menjadi 
Syi'ah.

Hai, Ali Al Asytar dan ahlul bait anda, Muhammad Al Qobra, anda maklumilah 
bahwa benar Saidina Ali ra itu, gerbangnya dari gudang ilmu Nabi Besar Muhammad 
SAW, Rasulullah, akan tetapi mengapakah anda tidak mengikut kepadaNabi Besar 
Muhammad SAW, Rasulullah, malahan sebaliknya kepada gerbangnya: Saiddina Ali 
ra?????????? ?????
 
Para pemilis marilah kita panjatkan do'a agar  Ali Al Asytar dan ahlul bait 
anda, Muhammad Al Qobra segera diberikan Allah SWT sebuah hikmah dan terhindar 
dari kesesatan mutlak!
 
Omar Putéh
Meunasah Reudeuep
Achèh Rajeuk
 
 
 



   








Alt i ett. Få Yahoo! Mail med adressekartotek, kalender og notisblokk.


















      

Kirim email ke