Betul Faisal. Sepertinya mereka asik mempermasalahkan perbedaan aliran, sementara semua aliran di Hindunesia itu semuanya akan masuk neraka kecuali aliran yang tidak termasuk dalam gatagori bersatupadu dalam system taghut yang zalim, hipokrit dan korrupt. Seperti yang sering didiskusikan di Acehinstitut, kan membuang energi saja sementara penindas memanfaatkan perbedaan mereka hingga tidaksadar kalau mereka masuk perangkap jahat model tipu hindunesia.
________________________________ From: FAISAL ZAKARIA <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, April 16, 2010 7:04:59 PM Subject: Re: |IACSF| Teuku Haris: Zulkhairi Islam Puritan Bermahzab Radikal ! Udah Deh Om, Yang Merasa Waras Ngalah Sajo Lah, Habisin Energi Saja. Hee.. Banyak Tuh Soalan Laen Yang Memerlukan Pemikiran2 Cemerlang Sodara-Sodari Semua.... ________________________________ From: Win Wan Nur <winwan...@yahoo. com> To: ia...@yahoogroups. com Sent: Fri, April 16, 2010 4:28:51 PM Subject: Re: |IACSF| Teuku Haris: Zulkhairi Islam Puritan Bermahzab Radikal ! Adoe Abdullah.... (saya sebaut Adoe karena sudah memanggil saya abang) Soal itu aku juga setuju dan sebenarnya juga, aku juga orang yang anti PLURALISME dalam pengertian semua agama sama. Cuma masalahnya sama si Zulkhairi ini menyamaratakan semua, kita menerima perbedaan dalam pengertian Lakum Dinukum Waliyadin pun dia bilang PLURALISME. Adoe Abdullah boleh meng-klik blog ku di www.winwannur. blog.com coba cari satu aja tulisanku yang isinya membenarkan semua agama. NGGAK ADA... Yang melabeli aku PLURALIS itu ya Zulkhairi ini, dasarnya apa ya khayalannya sendiri, terus kalau dia mau berjuang demi yang dia yakini silahkan...cuma caranya jangan lari dari yang diajarkan nabi lah, masa mau menegakkan kebenaran dengan cara memfitnah dan merekayasa fakta untuk menjatuhkan orang, ini kan sama dengan membersihkan tinja menggunakan air seni. Perlu juga Adoe tau, selama ini yang aku serang dari Zulkhairi hanya cara-caranya yang nggak sesuai ajaran nabi itu, bukan semangatnya untuk membabat pluralisme dalam pengertian semua agama sama. Soal shalat berjama'ah aku jarang Adoe, karena pekerjaanku lebih banyak di jalan, dalam pekerjaanku aku juga susah menemukan mesjid dan mushala, bahkan lebih sering lagi dalam lingkungan kerjaku, aku satu-satunya yang beragama Islam, jadi jangankan berjama'ah, Shalat lima waktu aja aku lebih sering dijamak. Dalam pandangan aku, Islam itu tidak sebegitu sakleknya, Islam selalu memberi banyak pemakluman bagi orang-orang yang memang tidak bisa mengelak dari halangan. Jadi begitu Adoe, kalau mau mendukung Zulkhairi, silahkan,... tapi jangan membabi buta, dia bukan nabi apalagi Tuhan, dia sangat mungkin melakukan kesalahan, dan kalau itu terjadi kita sebagai sesama umat Islam harus mengingatkan, jangan cuma didiamkan, karena itu sama saja dengan kita mendorongnya masuk ke jurang kehancuran. Wassalam Win Wan Nur ________________________________ From: Abdullah <koded...@yahoo. com> To: ia...@yahoogroups. com Sent: Fri, April 16, 2010 4:45:38 PM Subject: Re: |IACSF| Teuku Haris: Zulkhairi Islam Puritan Bermahzab Radikal ! Maaf Win,,,, atau aku sebut Bang Win... Maaf bagn Win, aku tidak tahu dan tidak pernah baca diskusi antara bang WIn dan Zulkhairi. Yang aku tahu, si ZUlkhairi berupaya menahan arus pluralisme yang mulai merayap di Aceh. Ini yang membuat aku anggap Zulkhairi itu berada pada pihak yang benar, karena pluralisme itu sesuai realita di Indonesia memang sangat berefek negatif bagi masyarakat. Yang teriak2 pluralisme kan orang-orang sekuler, mereka memisahkan agama dan negara, mendukung komunitas LGBT, dan sebagainya. Ini sangat merusak masyarat, apalagi bagi masyarakat Aceh yang ingin syariat Islam tegak. Nah, bang Win sendiri, apakah ingin syariat Islam di Aceh tegak? Jika keinginan sama yaitu tegaknya syariat Islam di Aceh, berarti tidak ada masalah. Mungkin cara mengkomunikasikanny a saja berbeda. Nah, jika ada kesalahan pada tulisan Zulkhairi, maka itu kesalahan pada Zulkhairinya, buka pada posisi sudut pandangnya terhadap pluralisme. Jika ada kesalahan Zulkhairi, silahkan kritisi. Bila salah, jangankan zulkhairi, nabi Muhammad saja Allah pernah ancam. Tapi semangatnya membabat pluralisme, itu perlu didukung, untuk kebaikan bagi masyarakat. Oh ya, tentang pertanyaan salat subuh berjamaah di masjid, bang WIn belum menjawab. Begitu juga dengan bacaan Al-Quran sehari seberapa banyak. Bila bang win tidak bersedia menjawab pertanyaan ini, tidak masalah. tapi aku cuma ingin menekankan sekali lagi, menjaga ibadah dengan baik itu sangat mempengaruhi cara berpikir seseorang. Apalagi ibadah seperti salat subuh berjamaah di masjid dan tilawah alquran setiap harinya. --- On Thu, 4/15/10, Win Wan Nur <winwan...@yahoo. com> wrote: >From: Win Wan Nur > <winwan...@yahoo. com> >Subject: Re: |IACSF| Teuku Haris: Zulkhairi Islam Puritan Bermahzab Radikal ! >To: ia...@yahoogroups. com >Date: Thursday, April 15, 2010, 5:27 PM > > >> > > > > > > > >> > >Abdullah... > >Aku nggak memperjuangkan apa-apa kecuali hidup di dunia yang normal. > > > >Apakah orang seperti Teuku Zulkhairi ini yang kamu bilang mampu membedakan, >mana benar dan mana yang buruk? > >Apakah orang yang memfitnah dengan mengatakan seperti ini, “Awal dari >perdebatan >itu adalah koment ringan saya pada notes-nya yang bercerita tentang >budaya Bali. Dalam koment tsb, sambil bercanda saya menulis “ Orang >Hindu di Bali memang tidak layak menganggap diri sebagai umat terbaik >lho, sebab mereka masih menyembah berhala di era modern seperti sekarang > ini, he he he”. > >Padahal faktanya dia berkata seperti ini “cara hidup dgn bertelanjang seperti >di pantai Kuta atau memuja makhluk > (dlm tradisi hindu) memang tdk layak dibanggakan… dlm masyarakat modern > hal tsb dianggap sbg budaya jahiliyah… he he he “ > >Kamu katakan orang yang mampu dengan mudah membedakan mana yang baik dan mana >yang buruk? > >Maaf akalu aku katakan Teuku Zulkhairi idolamu ini adalah tipe manusia licik >nan munafik yang suka menyerang dari belakang, lalu ketika dibalas mulai >berteriak-teriak menempatkan diri >seolah-olah sebagai korban, sambil berusaha menutupi fakta bahwa dia >sendirilah yang sebenarnya memulai pertikaian. > >Dan orang seperti kamu, yang menutup mata atas semua kemunafikan Teuku >Zulkhairi ini dan hanya mampu melihat kesalahan orang yang menyerang balik >seperti inikah yang disebut orang beriman?... yang dengan mudah mampu >membedakan, mana benar dan mana yang buruk. > >Kelakuan kalian ini persis seperti kelakuan misionaris kristen yang nyari >perkara supaya digebuki supaya menarik perhatian orang, supaya setelah >digebuki bisa teriak-teriak kemana-mana telah diperlakukan tidak adil dan >menempatkan diri sebagai korban.... > >Jadi penasaran aku, Tuhan apa yang kamu sembah, dan rasul mana yang kamu dan >teuku Zulkhairi ikuti ajarannya... . > > > ________________________________ From: > Abdullah <koded...@yahoo. com> >To: ia...@yahoogroups. com >Sent: Thu, April 15, 2010 6:08:25 PM >Subject: Re: |IACSF| Teuku Haris: Zulkhairi Islam Puritan Bermahzab Radikal ! > > > > > >> > >Aneh saja kulihat para penghujat Zulkhairi, seperti Win Wan Nur (WWN) ini. Aku >kasihan padamu WWN. Apa yang kau perjuangkan? Ku pikir2, aku perlu bertanya >pada WWN, apakah kau shalat Subuh di masjid secara berjamaah di awal waktunya? >Seberapa banyak kau baca Al-Quran dalam sehari? Orang-orang yang menjaga >ibadahnya dengan baik, insyaAllah dia akan dengan mudah mampu membedakan, mana >benar dan mana yang buruk. > > >--- On Tue, 4/13/10, Win Wan Nur <winwan...@yahoo. com> wrote: > > >>From: Win Wan Nur <winwan...@yahoo. com> >>Subject: Re: |IACSF| Teuku Haris: Zulkhairi Islam Puritan Bermahzab Radikal ! >>To: ia...@yahoogroups. com >>Date: Tuesday, April 13, 2010, 10:08 AM >> >> >>>> >> >> >> >> >> >> >> >>>> >> >>Kaum fundamentalis memiliki sesuatu yang disebut 'Greater Good' sesuatu >>kebaikan di atas kebaikan yang harus diperjuangkan dengan segala cara. Untuk >>mencapainya, bahkan melakukan sesuatu yang dilarang agama pun tidak apa-apa. >> >>Bagi kaum ini, mengebom dan membunuhi orang yang tidak tahu apa-apa saja >>boleh, apalagi kalau sekedar melempar FITNAH terhadap orang yang tidak >>disukai,tentu ini adalah kebiasaan mereka sehari-hari. >> >>Di Aceh ini, kita masih dalam euforia kebebasan. >> >>Dalam suasana seperti itu, muncul pula kaum fundamentalis yang dengan segera >>memanfaatkan celah kebebasan itu untuk dimanfaatkan untuk mnyebarkan atau >>lebih tepatnya memaksakan ide mereka. >> >>Sesuai dengan karakter khas mereka. Maka demi untuk mencapai kejayaan Islam >>yang mereka yakini, Kebebasan ini dengans >> segera dimanfaatkan oleh kaum fundamentalis >> >>Dan dengan karakter mereka yang khas, yang mau menang sendiri itu, demi >>mencapai tujuan mereka pun melakukan segala cara, tak peduli halal dan haram. >>Mereka menyerang lawan-lawan yang berseberangan dengan segala macam cara >>entah itu intimidasi, kebohongan sampai pemalsuan fakta. sehingga kita tidak >>bisa lagi membedakan antara FITNAH dan GAGASAN. >> >>Karena itulah saya tetap konsisten dengan pendapat saya yang lama yang saya >>tulis di website AI menanggapi tulisan anda, bahwa menurut saya berdiskusi >>dengan kaum fundamentalis semacam Teuku Zulkhairi ini sama sekali tidak ada >>gunanya, karena kaum fundamentalis seperti ini lebih berbahaya dibandingkan >>ular berbisa. >> >>Yang menjadi dasar pendapat saya ini adalah ; Diskusi dan debat itu selalu >>berdasarkan pada FAKTA bukan khayalan, fantasi atau FAKTA dan DATA yang >>dipalsukan. >> >>Tapi bagi kaum fundamentalis, FAKTA dan DATA sah saja buat dipalsukan, >> untuk digunakan buat menghancurkan lawan. >> >>Teuku Zulkhairi ini adalah contoh nyata >> >>Sebelumnya dia masuk ke FB saya untuk menyerang saya, dan saya layani. >>Kemudian ketika saya layani, anda malah lari terkaing-kaing seperti anjing >>kurap yang dipukuli orang sekampung. Karena tidak tahan beradu argumen dengan >>saya. >> >>Kemudian setelah dia tidak berkutik berdebat melawan saya, dia muncul dari >>belakang (diam-diam menulis di Kompasiana, tanpa memberitahukan kepada saya >>untuk memberi hak jawab), dalam tulisan tersebut dia memanipulasi FAKTA dan >>DATA yang dimaksudkan semata untuk menyerang PRIBADI, bukan GAGASAN saya. >> >>Tujuan Teuku Zulkhari menulis jelas bukan untuk membuat sebuah diskursus buat >>saling menguji GAGASAN, tapi tujuannya jelas untuk menghancurkan orang yang >>tidak dia suka (bukan gagasannya) yang untuk itu dia bahkan rela menghalalkan >>segala cara, termasuk yang paling hina sekalipun, menyerang dari belakang dan >>MEMALSUKAN >> FAKTA. >> >>Orang-orang seperti ini boleh mengaku diri paling beriman dan paling taat >>kepada Allah, tapi apa yang mereka lakukan ini, berkata bohong, memalsukan >>data dan fakta untuk menyerang lawan yang berseberangan, dalam ajaran Islam >>agama yang saya anut dikatakan adalah ciri-ciri ORANG MUNAFIK. >> >>Perilaku yang ditunjukkan oleh Teuku Zulkhairi ini jelas sangat mirip dengan >>perilaku yang ditunjukkan oleh kaum teroris. Jadi memang sudah seharusnya >>orang seperti ini harus dihantam dari kanan kiri. >> >>Kita bisa bebas berdiskusi dan saling beradu gagasan, cuma kita tetap tidak >>bisa menghindari kehadiran orang-orang semacam teuku Zulkhairi ini, karena >>faktanya keberadaan orang-orang semacam ini adalah nyata, mereka eksis dalam >>masyarakat kita. >> >>Jadi untuk menghadapi mereka, saya pikir yang bisa kita lakukan adalah >>bertahan dengan fakta, mengcounter sebisa mungkin FITNAH yang mereka >>lancarkan, baik secara terang-terangan maupun >> sembunyi-sembunyi. >> >>Wassalam >> >>Win Wan Nur >> >> >> >> ________________________________ From: Abdullah <koded...@yahoo. com> >>To: ia...@yahoogroups. com >>Sent: Tue, April 13, 2010 6:10:46 AM >>Subject: Re: |IACSF| Teuku Haris: Zulkhairi Islam Puritan Bermahzab Radikal ! >> >> >> >> >> >>>> >> >>Aku tahu ada pihak yang memarakkan pluralisme di Aceh. Sempat baca >>beberapa judul tulisan. Yang terpikir, "Oh,,, itukan orang-orang baru >>tahu tentang pluralisme. Kasihan. Apa mereka ga tahu bahwa pluralisme >>itu udah basi dimana-mana? " >> >>>>Anehnya ketika membaca email ini. Ternyata, kader HMI di Aceh juga >>kerasukan pluralisme. Zulkhairi, walau di hujat sana-sini, itu memang >>resiko orang yang berjuang untuk kebenaran. Karena, dalam berjuang, >>benar aja dihujat, apa lagi ada beberapa kekhilafan. >> >>>>Aneh saja kulihat para penghujat Zulkhairi. Kasihan. Walau merasa puas >>menghujat, tetap saja orang-orang melihat mereka itu kerasukan >>pluralisme yang berujung pada kehancuran. Ah,,, sungguh-sungguh kasihan >>kalian. Kalihan telah mengumumkan pada publik hal yang memalukan tentang >>kalian, wahai pembela pluralisme. >> >>>>Teku ZUlkhairi,,, tetap semangat! >> >>--- On Mon, 4/12/10, HELB <hai_otodidak@ yahoo.com> wrote: >> >> >>>From: HELB <hai_otodidak@ yahoo.com> >>>Subject: |IACSF| Teuku Haris: Zulkhairi Islam Puritan Bermahzab Radikal ! >>>To: ia...@yahoogroups. com >>>Date: Monday, April 12, 2010, 12:46 PM >>> >>> >>>>>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>>>>> >>> >>>ISLAM RUM’EH ATAU ISLAM BEUNGEH? (Peninjauan Kembali Terhadap Pleidoi Teuku >>>Zulkairi) >>>Paradigma >>>>>>Written by TEUKU HARIST MUZANI | Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) >>>Komisariat Fakultas Hukum Unsyiah. Peminat Studi kritis Hukum Islam. >>> >>> >>> >>>>>> Monday, 12 April 2010 19:29 >>> >>> >>> >>>Igauan >>>Zulkhairi tergambar dari deskripsinya yang kembali menggiring opini publik >>>untuk mempercayai deskripsi Pluralisme sebagaimana tokoh favorit dirinya >>>dalam >>>setiap pemikiran yang berbau-bau pluralisme, yaitu McDowel. Intinya >>>Zulkhairi menyatakan >>>bahwa pluralisme ialah paham dimana setiap keimanan, nilai, gaya hidup dan >>>klaim kebenaran dari setiap individu adalah sama, kebenaran sifatnya relatif. >>>Pandangan demikian seolah menyatakan hanya definisi “penyeragaman agama” ala >>>McDowel seorang yang absah dalam mendefinisikan pluralisme. Selain saya >>>pribadi >>>memang tidak pernah menyatakan pluralisme sebagaimana definisi musykil ala >>>McDowel tersebut, diketahui pula bahwa >>>definisi pluralisme itu sendiri ternyata tidaklah tunggal. >>> >>>Harus diakui Aplikasi pluralisme kerap menemukan hambatan ketika >>>implementasi di lapangan seperti pernyataan Win Wan Nur dalam tulisannya >>>‘Agama dan Fundamentalisme (Aceh Institute,25/ 3/2010, bahwa “ Ide >>>untuk mengajak kelompok fundamentalis itu berdialog dengan suasana >>>kebersamaan dan kebangsaan bukan hanya tidak tepat, lebih dari itu ini >>>adalah ide yang absurd. sama konyolnya seperti ide mengawinkan Harimau >>>dengan kijang” ialah sebuah ungkapan kekecewaan dari seorang muslim >>>moderat, yang sekaligus membuktikan betapa klo pripnya kawanan puritan ini. >>> >>> >>>Walhasil, Alih alih Islam kembali menunjukan wajah Rume’eh-nya (tersenyum) >>>sebagaimana harapan ureung tuha di gampong, akibat dibajak oleh muslim >>>puritan, wajah Islam justru kian lama kian Beungeh (sanggar). Alamak![]TEUKU >>>HARIST MUZANI | Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas >>>Hukum Unsyiah. Peminat Studi kritis Hukum Islam. >>> >>> >>>Ikuti debat ini di situs Aceh Institute >> http://id.acehinsti tute.org/ >>> >> >> > >
