Maasya Allah ! "Kenapa mereka diberi beasiswa sampai tamat SMA, kata Irwandi, supaya nanti orang Aceh tidak lagi mudah tertipu, seperti kejadian yang di Banda Aceh itu, “Yakni menjadi staf di kantor orang stres.” Bukan hanya itu, orang yang kurang terdidik akan mudah terpengaruh oleh ajak-ajakan negatif. “Sehingga, hampir saja ada orang kita terpengaruh ikut teroris,” timpal Irwandi. (Mon, Apr 26th 2010, 12:01)
Irwandi khawatir bahwa orang Acheh akan mudah tertipu kalau kebanyakan mereka tidak tamat SMA. Kita heran kalau tamatan SMA - Pancasila itu punya jaminan untuk tidak tertipu, dimata Irwandi. Pancasila adalah Ideology bathil ciptaan Soekarno untuk menggantikan Piagam Jakarta, kendatipun mayoritas bangsa-bangsa yang mendiami Nusantara ini telah sepakat ketika itu bahwa Piagam Jakartalah sebagai dasar Negara. Justru itu Pancasila = Puncasilap, yakni disitulah awalmula silapnya orang-orang Hindunesia hingga amburadur systemnya sampai hari ini. Realitanya maha guru puncasilap saja bisa tertipu, konon pula lepasan SMA (Silakan simak keterangan Angku di Meureudu berikut ini): "Sistem otonomi khusus (otsus) dinilai sebagai model pemerintahan paling ideal dan realistis bagi sebuah negara kesatuan seperti Indonesia. Sebab, di samping memberikan kewenangan yang lebih luas dalam mengatur rumah tangganya, sistem ini juga menjamin unit-unit pemerintahan daerah berjalan tanpa kehilangan esensinya. Sehingga kekhawatiran munculnya ‘negara dalam negara’ dapat diredam." "Hal itu diungkapkan oleh Prof Dr Husni Jalil SH MH dalam pidato ilmiah pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), di hadapan Rapat Senat Terbuka yang dipimpin Rektor Unsyiah Prof Dr Darni M Daud MA, di Gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah, di Darussalam, Banda Aceh, Rabu (31/3)." Komentar Angku di Meureudu: Kalau seorang Prof berpendapat bahwa Perjuangan pembebasan Acheh - Sumatra dari penjajahan Hindunesia, dianggap sebagai mendirikan 'negara dalam negara', secara ideology itu bukan propessor tetapi 'budak modern'. Pikiran mereka tergantung pada periuk nasinya dari system Hindunesia sebagaimana kata Wali Negara Acheh - Sumatra diakhir video berikut ini : http://www.youtube.com/watchv=ESahsqp5nwM. Budak klasik mudah dikenal orang sebagaimana kita ketahui dulu orang Afrika ditangkap berkapal-kapal untuk diperjualbelikan ke Amerika Serikat, namun orang Afrika sekarang sudah sadar hingga mereka mampu memerdekakan diri dan mengenal persis siapa yang menindas mereka. Yang tidak banyak orang tau adalah budak-budak modern dimana para budak tersebut setelah menamatkan pelajarannya diberbagai Perguruan Tinggi Dunia, dijejalkan di bursa pelelangan. Kepada mereka ditawarkan dengan tawaran yang berpariasi oleh calon-calon majikan mereka. Sebagian para calon majikan menawarkan kepada para budak modern tersebut bahwa kalau mereka mau bekerja padanya akan mendapat gaji sekian. Lalu calon majikan lainnya menawarkan bahwa disamping gaji sekian mendapat sebuah rumah secara gratis. Majikan ke tiga menawarkan bahwa kalau mau bekerja padanya, disamping mendapat gaji yang tinggi dan rumah mewah, mendapat mobil luck lagi. Akhirnya para budak dengan mangut-mangut memilih majikannya yang bersedia memberikan yang lengkap bagi mereka. Mengapa mereka dikatakan budak padahal sekolahnya tinggi? Pemilik Dunia ini mengharapkan pada orang sekaliber mereka agar dapt membebaskan kaum dhuafa dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka sebagaimana kerjanya para Rasul (Q.S,7:157). Namun mereka itu ternyata dapat diperbudak oleh materi sebagaimana pikiran propesor-propessor Acheh diatas. Bagi saya nilai professor mereka itu lebih rendah dari sebatang rokok Jisamsu. Padahal rokok itu makruh hukumnya, bukan? Bayangkan demikian hinanya mereka itu kalau dilihat dengan kacamata Ideology (Angku di Meureudu, Sat, April 3, 2010 12:32:30 AM) (Muhammad al Qubra) ________________________________ From: Fadli Hasan <[email protected]> To: Fadli Hasan <[email protected]>; [email protected] Cc: [email protected]; Atjeh Lon Sajang <[email protected]>; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; JUNISHAR Al <[email protected]>; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; universityofwarwickofceulaka <[email protected]>; [email protected]; [email protected]; [email protected]; Ali Al Asytar <[email protected]>; sisinga maharaja <[email protected]>; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; Yusra Habib Abd Gani Yusra Habib <[email protected]>; [email protected]; Niklin Jusuf <[email protected]>; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected] Sent: Mon, April 26, 2010 12:05:50 PM Subject: "ULAMA" YANG MENDUKUNG IRWANDI YUSUF ADALAH ULAMA SESAT ABU TUMIN IA ADALAH TERMASUK ORANG YANG BERDOSA DI ATAS KEMATIAN TOKE BURHAN YANG DIBUNUH OLEH SERDADU LAKNAT TNI/AL KETIKA DITANGKAP DAN DIBAWA PULANG DENGAN KAPAL SERDADU TNI/AL DARI MALAYSIA. SEMASA PERANG MASIH GENCAR ANTARA GAM DAN SERDADU TNI/POLRI LAKNAT JAWA DAHULU, ABU TUMIN TIDAK PERNAH MENENTANG SERDADU KAFIR ITU, MALAH LEBIH DEKAT DENGAN MEREKA. SEKARANG ABU TUMIN SUDAH TERIKUT-IKUT DENGAN KAPLAT IRWANDI YANG SEMUA ORANG TAHU BAHAWA SEBELUM IA MENJADI GUBERNUR DIA ADALAH TUKANG BERZINA, TERMASUK PERNAH DIMANDIKAN DI MEUNASAH LINGKE DI DALAM KULAH KARENA BERZINA. SEKARANG DALAM MASA IA MENJADI GUBERNUR, IA LEBIH BANYAK MENGHABISKAN HAK ANAK TAIM, PARA JANDA DAN ORANG2 MISKIN DI ACEH UNTUK KESENANGANNYA BERJALAN-JALAN KE LUAR NEGERI, MENIKMATI KEMEWAHAN DENGAN MEMBELI BERBAGAI BARANG MEWAH TERMASUK KENDERAAN DENGAN WANG RAKYAT. BAHKAN ISTERINYA JUGA TURUT BERJALAN-JALAN KE LUAR NEGERI SECARA BEROMBONGAN DENGAN MENGHABISKAN WANG RAKYAT. ABU TUMIN TELAH BERSEKUTU DENGAN MANUSIA LAKNAT DAN TIDAK PERNAH MENCEGAHNYA. BANGSA ACEH JANG SEKALI-KALI MENDENGAR ULAMA JAHAT SEPERTI INI. Mon, Apr 26th 2010, 12:01 >Gubernur Irwandi: >Kantor DK-PBB di Banda Aceh Ilegal >* Orang Aceh jangan Mudah Tertipu >Utama > > >Gubernur Aceh Irwandi Yusus saat diwawancarai sejumlah pers di sela-sela >peresmiaan Yayasan Dayah Darul Ishlah di Gampong Ule Blang, Kecamatan Nisam, >Aceh Utara, Minggu (25/4). SERAMBI/ZAKI MUBARAK >LHOKSUKON - Gubernur >Aceh Irwandi Yusuf menyatakan, Kantor Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa >Bangsa >(DK-PBB) yang beroperasi diam-diam di Sukaramai (Blower), Kecamatan >Baiturrahman, Banda Aceh, ilegal. Sebab, PBB memang tidak pernah membuka >kantor >perwakilan Dewan Keamanannya di Aceh. > >Pimpinan puncak kantor “DK-PBB >gadungan” itu bahkan ditengarai Irwandi sebagai orang stres (Irwandi malah >menyebutnya pungo -red). Di sisi lain, ia menyayangkan mengapa banyak orang >waras justru terpengaruh ikut memasang badge dan topi yang berlambangkan >DK-PBB >di kantor itu. Gubernur Irwandi menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya di >depan ratusan warga Nisam, Aceh Utara, Minggu (25/4) siang saat melakukan >kunjungan silaturahmi sekaligus meresmikan Yayasan Dayah Darul Ishlah di Desa >Ulee Blang, Nisam. > >Hadir pada acara itu sejumlah ulama karismatik dari >tujuh kabupaten/kota di wilayah utara Aceh, termasuk Abu Tumin Blang Blahdeh >Bireuen dan Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Tgk H Abubakar Bardan. >Menurut Gubernur Irwandi, apa yang dilakukan kelompok DK-PBB gadungan itu >tujuannya tak lain adalah untuk menipu masyarakat Aceh. “Sebagai orang Aceh, >kita hendaknya jangan mudah tertipu.” > >Sebagaimana diberitakan kemarin, >Gubernur Irwandi, Sabtu, mendatangi sebuah rumah berlantai dua di Blower Banda >Aceh. Di lantai duanya berkantor sejumlah orang yang mengenakan tanda pengenal >(badge) DK-PBB Koperasi KSU Tani Bersama. Irwandi yakin, lembaga itu ilegal >dan >hanya kedok untuk menipu orang Aceh, terutama calon pegawai negeri sipil >(CPNS) >yang ingin diangkat melalui jalur belakang (back street). > >Saat di Nisam >kemarin Irwandi berkisah, “Ketika saya datang bersama rombongan, termasuk >perwira dari Polda Aceh ke kantor itu, terlihat di pos ada satpam dengan >gayanya >sang-sang ka beutoi that.” Irwandi menyebut gaya satpam itu seolah-olah sudah >betul sekali, karena yang bersangkutan tanpa rikuh mengenakan seragam dan topi >berlambang DK-PBB saat bertugas. > >Irwandi juga mengungkapkan bahwa selama >ini “kelompok DK-PBB Blower” itu melakukan berbagai aktivitas yang meresahkan >di >Aceh. Misalnya, mereka mengaku mampu mengurus warga Aceh menjadi PNS, karena >pimpinan lembaga itu mengaku punya hubungan erat dengan luar negeri dan >Sekretariat Negara di Jakarta. > >“Herannya lagi, kok banyak sekali orang >percaya dengan omongannya. Termasuk orang kampung saya di Bireuen seumpat >silap >cit (juga sempat silap),” kata Irwandi yang disambut tepuk tangan pengunjung. >Menurut Irwandi, membangun Aceh bukanlah dengan perkataan, melainkan dengan >uang >yang banyak. “Kepemimpinan saya tinggal dua tahun lagi. Yang selalu saya >pikirkan adalah bagaimana agar Aceh ini bisa terbangun dengan baik, walaupun >tak >semuanya bisa selesai.” > >Akan tetapi, kata Irwandi melanjutkan, kalau >pikiran untuk membangun Aceh itu hanya tertumpu pada gubernur seorang, >sedangkan >yang lain tukang kacho (kacau -red) tentulah tidak akan selesai pembangunan. >“Oleh karenanya, marilah membantu memberikan pendapat bagaimana sebaiknya >membangun Aceh lebih cepat dan lebih baik,” ajak Irwandi. > >Pembangunan >yang paling mendesak di Aceh saat ini, menurut Irwandi, adalah sektor >pertanian, >perkebunan, pendidikan agama dan umum. Karena itu, dia fokus pada pendidikan >bagi anak yatim. Malah pada tahun 2010 Pemerintah Aceh menganggarkan Rp 240 >miliar untuk beasiswa 130.000 anak yatim di seluruh Aceh. Mereka mendapat >bantuan sampai umur 17 tahun. > >Pada tahun 2008, kata Irwandi, hanya >80.000 anak yatim, baik yatim korban konflik maupun yatim lainnya. Mereka juga >mendapat beasiswa. Jumlahnya memang tidak banyak, hanya Rp 1.800.000 setahun. >Tapi yang penting, mereka telah terbantu dan tidak sampai putus sekolah (drop >out). > >Kenapa mereka diberi beasiswa sampai tamat SMA, kata Irwandi, >supaya nanti orang Aceh tidak lagi mudah tertipu, seperti kejadian yang di >Banda >Aceh itu, “Yakni menjadi staf di kantor orang stres.” Bukan hanya itu, orang >yang kurang terdidik akan mudah terpengaruh oleh ajak-ajakan negatif. >“Sehingga, >hampir saja ada orang kita terpengaruh ikut teroris,” timpal Irwandi. > > >Malah tokoh-tokoh penting teroris yang dicari bertahun-tahun, ditemukan >justru di Aceh. Tapi anehnya, ada di antara pesantren yang hampir terlibat >menampung kelompok teroris. Untungnya, hal itu bisa cepat diantisipasi karena >kedok teroris di Aceh cepat terungkap. “Di Indonesia hanya di Aceh yang paling >cepat pembasmian kelompok teroris,” kata Irwandi. > >Soal >MoU >Terkait dengan keamanan di Aceh selama ini, menurut Irwandi, sudah >kondusif. Perdamaian Aceh cuma sempat terganggu sesaat oleh isu teroris. Tapi >begitu habis kelompok itu ditangkap, situasi Aceh kembali kondusif. > > >Bahwa tadinya ada di antara orang Aceh yang tidak senang atau anti-MoU >Helsinki, menurut Irwandi, kini sudah tak ada lagi. Sebab, sebagai orang >beragama, rujukannya adalah jemaah (forum). “Kalau dia lihat bahwa yang >pro-MoU >ternyata lebih banyak, maka dia akan mengikutinya,” kata Gubernur Aceh seusai >meresmikan Dayah Darul Ishlah di Ulee Blang, Kecamatan Nisam, >kemarin. > >Demo >mahasiswa >Kehadiran Gubernur Irwandi meresmikan Yayasan Dayah Darul >Islah itu rencananya disambut dengan aksi demo oleh Mahasiswa Peduli >Perdamaian >Aceh (MPPA). Sedikitnya 20 mahasiswa sudah menunggu kedatangan Irwandi di >Simpang IV Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, jalan masuk ke >Nisam. > >Namun, rencana penghadangan sejak pukul 08.30 WIB itu gagal, >karena jalan menuju Nisam ada beberapa. Misalnya, melalui jalan elak Simpang >Krueng Mane, via PT KKA di Desa Jamuan, atau melalui Simpang IV Keude Krueng >Geukueh. Para mahasiswa menunggu Gubernur Irwandi di jalan Simpang IV Keude >Krueng Geukueh, tapi Irwandi dan rombongan yang bertolak dari Bireuen justru >masuk melalui Simpang PT KKA, sekitar 2,3 kilometer dari lokasi mahasiswa >menunggu. > >Kendati tak bertemu Gubernur Irwandi, tapi mahasiswa tetap >melakukan demo. Korlap aksi, Teuku Muarrif meminta Pemerintah Aceh berupaya >membebaskan tahanan dan narapidana politik (tapol/napol) Aceh yang sedang >berada >di luar daerah agar kembali ke keluarganya. > >Mananggapi pertanyaan >wartawan, Irwandi mengatakan usaha pembebasan eks tapol/napol itu memang sudah >sejak awal dilakukan Pemerintah Aceh. Tanpa didemo pun, Pemerintah Aceh tetap >mengupayakannya. “Namun, hal ini terkait dengan proses hukum dan terkait HAM,” >demikian Gubernur Irwandi. > >Seusai meresmikan yayasan milik Tgk H Muhammad >Sabil tersebut, Gubernur Aceh yang didampingi Muspida Aceh Utara, meninjau >lokasi rencana pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di Desa Blang Karieng, >Kecamatan Nisam. Setelah itu Irwandi kembali ke Bireuen dan seterusnya menuju >Banda Aceh. > >Digerebek >Sementara itu, aparat Polda Aceh >Minggu (25/4) sore menggerebek rumah yang disinyalir sebagai Perwakilan Dewan >Keamanan PBB berkantor di Aceh. Rumah yang dijadikan kantor di lantai dua >tersebut berada di Jalan Geurute Nomor 10, Sukaramai (Blower), Kecamatan >Baiturrahman, Banda Aceh. Selain menggerebek, polisi juga membawa Marzuki >Abdullah (36) yang mengaku Wakil Pimpinan DK PBB serta menyita sejumlah >dokumen >dan atribut dari dalam kantor itu. > >Penggerebekan yang melibatkan puluhan >personel itu berlangsung pukul 17.00 WIB, dipimpin Wadir Reskrim Polda Aceh >AKBP >Dedy Setyo. Setelah menunjukkan surat perintah tugas, penggeledahan, >penangkapan, dan penyitaan, personel langsung merangsek masuk ke dalam kantor >tersebut. > >Dalam penggerebekan itu polisi mengamankan sejumlah dokumen, >komputer, CPU, dan 156 bendara negara-negara turut disita. Bahkan dalam >penggerebekan yang dibantu Poltabes dan Polsek Polsek Baiturrahman itu, polisi >juga langsung memasang police line di lantai dua rumah yang dijadikan pusat >aktivitas kantor tersebut. > >Pantauan Serambi, saat polisi membuka plang >nama yang terbalut terpal biru tampak tertulis jelas nama “Kantor Dewan >Keamanan >PBB Koperasi KSU Tani Bersama”. Namun, plang nama tersebut tidak disita >polisi. >Bahkan informasi diperoleh Serambi 156 bendera negara yang disita dan terpal >biru yang membalut plang nama itu akan dipasang dan dibuka hari ini, Senin >(26/4), saat acara peusijuk kantor tersebut dilakukan. > >Setelah >penggerebekan dan penyitaan itu, polisi juga terlihat membawa Marzuki Abdullah >(36) yang mengaku sebagai Wakil Pimpinan DK PBB ke Mapolda. Dari lokasi itu >polisi juga membuka atribut PBB yang terpasang di lengan baju PDL yang >dikenakan >para security serta menyita sangkur yang ada pada mereka. Pascapenggrebekan >tersebut aktivitas rumah yang dijadikan kantor di lantai dua itu tampak >terhenti. Bahkan kebanyakan para pekerja di kantor itu memilih bungkam dan >tidak >tampak di antara mereka yang mengenakan ID Card yang bertuliskan Dewan >Keamanan >PBB. > >Namun, satu di antara pekerja di kantor itu yang sempat ditanyai >Serambi mengaku tidak tahu banyak tentang kantor tempat ia bekerja. “Saya tadi >sempat terkejut, waktu polisi datang dan menggerebek kantor ini. Karena >sebelumnya orang-orang disin bilang ini Kantor Perwakilan Dewan Keamanan PBB >di >Aceh. Saya selaku orang dari kampung merasa bangga bisa bekerja di sini. >Apalagi >mereka bilang bahwa kami akan diberi bantuan pertanian dari organisasi PBB. >Tapi, yang sebenarnya apa misi dari kantor ini, saya tidak pernah tahu. Yang >saya tahu mereka bilang ini Kantor Dewan Keamanan PBB, itu saja,” ujar salah >seorang pekerja yang minta tidak dituliskan namanya. > >Kabid Humas Polda >Aceh Kombes Pol Farid Ahmad dalam pesan singkat yang dikirim ke Serambi tadi >malam menuliskan Minggu (25/4) pukul 17.00 WIB, polisi telah menangkap Marzuki >Abdullah diduga tersangka yang mengatasnamakan Kantor Keamanan PBB, di Jalan >Geurute Banda Aceh. Marzuki lahir di Kota Krueng 5 Januari 1973 itu, mengaku >sebagai wakil Pimpinan Dewan Keamanan PBB merangkap Ketua Koperasi KSU Tani >Bersama. Disebutkan modus penipuan berdalih menerima pegawai dengan imbalan >uang >Rp 1,5 juta untuk menjadi PNS Kabinet Bersatu. > >Kabid Humas Polda Aceh >itu juga menuliskan pimpinannya atas nama Prof DMR MTGT Nurdin Jalil SE SHO >dalam pengejaran untuk ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. >Sementara dalam sms itu juga dituliskan saksi-saksi yang telah diperiksa >sebanyak empat orang. Hingga pukul 19.30 WIB, tadi malam personel kepolisian >masih tetap berjaga-jaga di sekitar lokasi tersebut. (ib/mir) > m
