Takut Akan Rudal Hizbullah, Israel Kosongkan Permukimannya
Koran Haaretz terbitan Israel Kamis (20/5) mengkonfirmasikan meluasnya ketakutan warga Zionis serta penyiagaan seluruh pasukan militer Israel dalam menghadapi kemampuan rudal Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah). Karena takut atas serangan rudal Hizbullah dan kemampuan kelompok ini menarget titik manapun di Israel, para pejabat Tel Aviv menggulirkan program cepat pengosongan dan relokasi warga dari sebagian permukiman Zionis. Menurut pernyataan seorang pejabat militer Zionis, program tersebut akan segera dilaksanakan pekan depan. Selain itu, Tel Aviv juga merencanakan manuver sipil secara nasional untuk melatih warga Zionis agar tidak panik saat serangan terjadi. Para pejabat Zionis menyatakan bahwa rudal-rudal Hizbullah mampu menarget kawasan utara dan juga kota-kota besar Israel termasuk Tel Aviv. Berbeda dengan militer rezim Zionis pada perang 33 hari, Hizbullah terlebih dahulu mengumumkan kepada warga Zionis di sebelum melancarkan serangan ke daerah tertentu. Dengan demikian, Hizbullah menghindari jatuhnya korban sipil. Adapun Israel, membombardir kawasan Lebanon secara membabi-buta. Salah satu tragedi paling pahit dalam serangan 33 hari adalah pengeboman sebuah gedung sekolah dasar di Lebanon oleh jet tempur Zionis. Insiden tersebut menelan ratusan nyawa.(IRIB/MZ) Hizbullah Tuding PBB Jadi Antek Israel Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah) menilai sikap Robert H. Serry, pajabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait pelanggaran Rezim Zionis Israel terhadap Lebanon. Robert H. Serry beberapa waktu lalu meremehkan aksi Israel yang melanggar kedaulatan Lebanon dan meminta Hizbullah mengakhiri protesnya terkait hal ini. Seperti dilaporkan IRNA dari Beirut, menysusul dukungan pejabat senior PBB terhadap aksi pelanggaran Israel ke Lebanon, Hizbullah merilis statemen yang menuding PBB sebagai pendukung rezim penjajah Israel.http://indonesian.irib.ir/
