Harry, Yani dan teman-teman,
Saya setuju dengan komentar Yani Witjaksono. Saya pikir perlu kita jelaskan
bahwa seluruh Indonesia bukanlah TNI yang brutal di Timtim. Kita juga perlu
jelaskan bahwa masalah Timtim bukan hanya salah TNI Indonesia (yang harus
kita akui sebagai pelanggar ham) tetapi negara barat yang selama ini
menyokong Abri dalam hal latihan militer dan dana. Pemerintah Barat selama
ini kemana ketika ngasih bantuan itu? Bukankah mereka juga tahu. Waktu itu
masyarakat Australia banyak yang menentang, tetapi malah pemerintahnya
membela kepentingan mereka di Timtim lewat Indonesia. Jadi mari kita
bernalar dengan mereka seperti kata Yani.
Terima kasih dan salam
Hira
----------
> From: witjaksono <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [lingkungan] Re : Your Comment ? Letter from London
> Date: Wednesday, September 22, 1999 6:20 AM
>
> Harry:
> Jangan terlalu berkecil hati dengan kampanye pemboikotan seminar terumbu
> karang di Bali. Orang aneh pasti ada saja. Yang penting, orang-orang
aneh
> itu perlu diberi pengertian. Kalau orang-orang aneh itu ilmuwan, bukan
> politikus, saya punya harapan untuk bisa bernalar dengan mereka. Saya
> percaya bahwa mereka bisa diajak bicara dan diminta berfikir lebih adil.
> Kalau ada yang tahu alamat pengkampanye tentang pemboikotan seminar
semacam
> itu, tolong kirim ke list lingkungan ini. Saya akan coba meluangkan
waktu
> untuk bernalar sehat dengan mereka.
>
> Salam,
> Witjaksono
>
>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]