Komentar singkat
Banyak orang yang pinter..tapi hanya sedikit yang bijaksana. Kritikan adalah
bagus..tapi lebih bagus lagi kerja nyata. Panangian Siregar mungkin kesal
sama Sarwono, dan sebaliknya. Tapi lebih tepat kalau kekesalan Sarwono ke
Panagian diwujudkan sebagai kritikan membangun. Sebaliknya Panagian mestinya
tidak menanggapi kritikan Sarwono secara emosi, dan malahan ikut
mengkritik...
Kerjakanlah dan lakukan yang terbaik yang perlu dilakukan..tidak perlu
membalas kritikan dengan kritikan yang lebih pedas di depan umum yang mana
Sarwono tidak ada disana... kesannya sepihak... sama sepihaknya dengan saat
Sarwono mengkritik Panagian..
salam
GNA
> ----------
> From: [EMAIL PROTECTED][SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Subject: [lingkungan] pidato pelantikan Wakil Kepala Bapedal
>
> Teman-teman anggota mailing list Lingkungan, saya kutipkan sepotong
> pidatonya Menteri Lingkungan Hidup Panangian Siregar saat melantik Prof Dr
> Ir Hadi Alikodra tanggal 27 September 1999. Setelah itu saya membuka
> komentar dari teman-teman sekalian.
>
> Dikutip persis dari naskah pidato Panangian Siregar (halamn 4-8):
>
> Alinea ketiga, halaman 4:
>
> Sejak saya menerima jabatan Menteri Negara Lingkungan Hidup/Kepala Bapedal
> hingga kini, saat Kabinet reformasi Pembangunan akan berakhir, saya telah
> mendapat banyak tantangan dan kritikan dari berbagai kalangan, khususnya
> lembaga swadaya masyarakat, dan individu termasuk salah satu sejawat
> pendahulu saya yaitu Saudara Sarwono Kusumaatmadja. Sebagian kecil media
> massa yang memiliki tiras cukup besar juga secara a priori senantiasa
> menyampaikan berita yang jelek mengenai saya, dalam pelbagai kesempatan
> yang dimungkinkan. Adanya hak jawab tidak selalu efektif karena hak jawab
> kami selalu disajikan dalam kolom yang berbeda seperti surat pembaca dan
> sikap a priori sebagian kecil media massa yang sudah a priori tersebut.
> Berita-berita mengenai kami tidak disajikan secara berimbang dan cenderung
> menonjolkan hanya kelemahan-kelemahan, memojokkan, menghujat, sementara
> kinerja kami sama sekali tidak ditonjolkan. Karena itu, selama ini kami
> memandang tidak bermanfaat dan hanya membuang energi apabila kami
> menanggapi kritikan-kritikan yang tidak mendasar, bersifat a priori, tidak
> obyektif, lebih banyak bohongnya, dan hanya dimanfaatkan lebih hanya
> sebagai komoditas politik. Kami memilih tetap bekerja, terutama melakukan
> pembenahan internal organisasi karena tidak banyak orang yang tahu bahwa
> organisasi internal, khususnya Bapedal, sangat rapuh dan kacau. Kekacauan
> ini merupakan warisan Saudara Sarwono Kusumaatmadja selama lima tahun masa
> jabatannya sebagai MENLH/Kepala Bapedal.
>
============== cut ===========
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/