Yth, S. Pratiwi dan teman-teman,
Saya sangat mendukung upaya untuk menghindarkan dari adanya mis-informasi,
terutama yang menyangkut IBSAP ini. Apalagi keluaran IBSAP ini sangat
mempengaruhi banyak pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung,
sebagai perencanaan aksi konservasi yang akan menyentuh segala aspek dalam
pembangunan secara umum.
Untuk itu karena perencanaan aksi ini akan mempengaruhi hajat hidup orang
banyak, sebaiknya Bappenas sebagai lembaga Host bisa mengambil inisiatif
dalam sosialisasi IBSAP secara merata dan sequen. Jadi tidak harus menunggu
orang lain untuk menanyakan secara detail kepada Bappenas. Karena tidak
setiap orang mengetahui perencanaan aksi ini.
Untuk itu sebaiknya Bappenas memanfaatkan media-media dan teknologi
informasi sebagai perangkat sosialisasi IBSAP. Demikian terima kasih.
Yossa Istiadi
----- Original Message -----
From: "Sudhiani Pratiwi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, March 06, 2001 1:56 PM
Subject: Re: mengenai IBSAP
>
> Terima kasih atas perhatiannya terhadap proyek IBSAP.
> Untuk menghindari bias informasi, bagi anda yang berminat urun rembug demi
> kebaikan proyek ini kami persilahkan untuk menanyakan dan/atau
> menyampaikan secara langsung kepada saya atau saudari ersa di
> [EMAIL PROTECTED] secara detail proses IBSAP 2001 yang akan
berjalan.
> Saya berharap, komunikasi dan kerjasama yang sudah mulai terjalin secara
> terbuka antar stakeholder tidak "dicemari" oleh prasangka "buruk" hanya
> karena misinformasi.
>
> Salam,
> Dini
>
> >>Reply-to: [EMAIL PROTECTED]
> >>From: "Retno Suratri" <>
> >>To: <[EMAIL PROTECTED]>
> >>Date: Fri, 2 Mar 2001 11:12:47 +0700
> >>Subject: RE: [lingkungan] Re: mengenai IBSAP
> >>
> >>
> >>hmmm.....lebih parah lagi kalau IBSAP 1993 tidak di review dan
> >>dipelajari
> >>kesalahan-kesalahan yang sudah dibuat, untuk diperbaiki ke depan.
> >>
> >>Retno Suratri
> >>Protected Area Management Specialist
> >>NRM/EPIQ
> >>Ratu Plaza Building 17th Fl.
> >>Jl. Jend. Sudirman 9, Jakarta 10270, Indonesia
> >>Phone (62) 21 720 9596
> >>Fax (62) 21 720 4546
> >>http://www.nrm.or.id
> >>
> >>
> >>-----Original Message-----
> >>From: [EMAIL PROTECTED]
> >>[mailto:[EMAIL PROTECTED]]On
> >>Behalf Of Yossa Istiadi
> >>Sent: Thursday, March 01, 2001 5:45 AM
> >>To: [EMAIL PROTECTED]; Harry Surjadi
> >>Cc: Sudhiani Pratiwi
> >>Subject: [lingkungan] Re: mengenai IBSAP
> >>
> >>
> >>Apa kabarnya Mas Harry?
> >>
> >>Terima kasih Mas Harry atas bantuannya. Ini sekaligus saya forward
> >>dalam
> >>millis lingkungan. Ma'af saya sebenarnya bukan tidak ingin menanyakan
> >>langsung ke Mba Dini (Bappenas), tapi ingin mengetahui sejauhmana
> >>teman-teman di millis lingkungan mengetahui dan menyikapi IBSAP ini.
> >>
> >>Namun saya pribadi, setelah mencari beberapa sumber informasi, bahwa
> >>proyek
> >>ini sebenarnya tidak akan berbeda jauh dengan nasib IBSAP 1993,
> >>walaupun
> >>menurut Mba Dini pengelolaannya telah ditangani secara multisektoral
> >>approach terutama dari komposisi dalam SC dan TC. Catatan saya adalah:
> >>1. Proyek ini merupakan atas inisiasi WB terutama Whitten dan Cathy
> >>Mackinnon, dan BUKAN inisiatif dari komposisi SC dan TC yang
> >>multisektoral
> >>tersebut, sebagai perwujudan inisiatif bangsa Indonesia yang
> >>bertanggungjawab terhadap sumber daya hayatinya sendiri. Begitu juga
> >>dengan
> >>"kegagalan" IBSAP 1993, terkesan bahwa pemerintah tidak mempunyai
> >>kesungguhan dalam implementasinya. Apakah ada jaminan bahwa
> >>multisectoral
> >>approach dalam komposisi SC dan TC, juga akan terjadi multisectoral
> >>approach
> >>dalam implementasinya?. Artinya selama action plan for biodiversity
> >>masih
> >>merupakan "pesanan" pihak luar, kita sebenarnya tidak mempunyai
> >>kesungguhan
> >>apa-apa. Coba dilihat lagi IBSAP 93 bahwa pemerintah hanya menanggung
> >>20%
>
> >>dari seluruh total anggaran, itupun sudah teralokasi pada
> >>departemen-departemen teknis dalam anggaran rutin. 80% lagi berasal
> >>dari
> >>donor. Jadi sebenarnya pemerintah tidak mempunyai kemauan
> >>sungguh-sungguh
> >>untuk biodiversity conservation.
> >>
> >>2. Kelembagaan Bappenas dalam era otonomi daerah dan desentralisasi
> >>dewasa
> >>ini sebenarnya tidak "populer" lagi, bahkan menurut sumber di Bappenas
> >>sendiri tahun ini, lembaga ini akan dilikuidasi (katanya tinggal
> >>menunggu
> >>tanda-tangan Gus Dur). Terlepas isu atau rumor tersebut, sebenarnya
> >>Bappenas
> >>sudah tidak legitimate lagi, apalagi ditandai dengan IBSAP 1993 yang
> >>dinilai
> >>banyak kalangan, bahwa implementasinya tidak seindah perencanaannya.
> >>
> >>3. Proyek ini tetap tidak jelas visi dan obyektifitasnya, untuk itu
> >>perlu
> > >>adanya sosialisasi secara luas sebelum rekrutmen tersebut dilakukan,
> >>sehingga lembaga manapun dan siapapun personil yang akan menangani
> >>proyek
> >>ini sudah mengerti betul gambaran umum, wacana dan momentum yang akan
> >>dicapai.
> >>
> >>Sekian dulu, terima kasih sekali lagi buat bantuannya.
> >>
> >>Yossa Istiadi
> >> ----- Original Message -----
> >> From: Harry Surjadi
> >> To: Yossa Istiadi
> >> Cc: Sudhiani Pratiwi
> >> Sent: Thursday, March 01, 2001 1:49 AM
> >> Subject: mengenai IBSAP
> >>
> >>
> >> Yossa, saya diminta tolong untuk memforwarkan jawaban dari pertanyaan
> >>mengenai IBSAP yang sempat terlontar melalui milis lingkungan. Mbak
> >>Dini
> >>(Sudhiani Pratiwi, dari Bappenas) menunggu email Anda tapi tidak
> >>muncul.
> >>Berikut ini informasi mengenai IBSAP.
> >>
>
>
----
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/