Sdr Yossa,
Terima kasih atas perhatian anda terhadap IBSAP. Perkenankanlah saya untuk
menjawab beberapa point anda mengenai IBSAP.
Sebenarnya IBSAP 93 itu merupakan inisiatif dari Bank Dunia yang telah membiayai
berbagai BSAP pada tahun 1990 sebagai kegiatan panduan (pilot). Data dari
pengalaman yang diperoleh di BSAP-BSAP itu, dikumpulkan dan diolah oleh tim
UNEP/WRI/IUCN untuk membuat petunjuk-petunjuk untuk BSAP yang lebih lanjut.
Awal mula dari IBSAP baru adalah pertemuan kira-kira dua tahun yang lalu yang
dihadiri oleh Ibu Kathy MacKinnon dan Pak Herman Haeruman. Pak Herman telah
menyebarkan hasil dari IBSAP 93 kepada peserta, dan Ibu Kathy telah menjelaskan
bahwa negara-negara penandatangan dari Convention on Biological Diversity berhak
menerima uang untuk menyusun/merevisi BSAP sebagai 'enabling activity' dari GEF,
yaitu mekanisme pendanaan dari Convention tsb. Sampai sekarang sekitar 100
negara telah menerima uang GEF untuk BSAP dimana proposal harus mengikuti
standar-standar yang berlaku. Oleh karena Convention tsb ditandatangani atas
nama negara, maka hanya instansi pemerintah saja yang boleh meminta uang bantuan
"enabling activity". Juga, menurut peraturan GEF, uang harus dialirkan melalui
salah satu Implementing Agency GEF (UNEP, UNDP, Bank Dunia). Yang dipilih ialah
Bank Dunia. Berdasakan informasi dari Ibu Kathy, dan dengan persetujuan dari
GEF Focal Point (yaitu Pak Effendi Sumardja) BAPPENAS telah masukkan permintaan
kepada GEF melalui Bank Dunia.
Tahap pertama dari IBSAP baru (seperti diterangkan dalam lowongan pekerjaan)
ialah 'stocktaking exercise' (langkah standar dari BSAP yang didukung oleh GEF)
dimana sukses dan/atau kegagalan akan dimonitor secara sistematik.
Berdasarkanreview/analisis tsb, team stocktaking itu akan memberi usulan untuk
arah yang mungkin bisa diikuti dalam IBSAP yang baru. Stocktaking dan usulan tsb
akan dibahas pada Lokakarya Nasional I, kira-kira dipertengahan tahun ini.
Kemudian Penulis, beberapa Kordinator Regional dan Kordinator Tematik (tugasnya
nanti dijelaskan dalam lowongan pekerjaan kedua) akan mulai proses konsultatif
lewat dedicated list-server dan website, meetings, lokakarya di masing-masing
daerah dsb. Disamping itu 'konsortia' dari LSM/pemerintah/swasta akan diberi
kesempatan untuk menyusun BSAP lokal. Berdasarkan semua kesan, usulan, masukan
dll., konsep final akan diserahkan lewat web ke 'komunitas keanekaragaman
Indonesia' untuk komentar final, dan Lokakarya Nasional II akan diselenggarakan.
Oleh karena itu, proses penyusunan IBSAP yang baru berbeda sama sekali dengan
IBSAP yang lama.
Fungsi BAPPENAS ini lebih bersifat koordinasi, sedangkan implementasi akan
dilaksakan oleh para stakeholders terkait yang berkiprah dibidang biodiversity
dan lingkungan hidup.
Untuk mereka yang berminat, saya bisa mengirimkan file dari dokumen yang
disetutjui oleh GEF untuk IBSAP baru. Dan semoga Mas Yossa nanti akan ikut
serta proses IBSAP baru dan akan mempergunakan kesempatan untuk dialog tentang
problema keanekaragaman hayati dan bagaimana cara mengatasinya.
__________________________________________________________
Tony Whitten
Senior Biodiversity Specialist
Environment and Social Development Sector
East Asia and Pacific Region
The World Bank
1818 H St NW, Washington DC, 20433, USA
fax: +1-202-522-1666
www.worldbank.org/biodiversity
----
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/