On Monday 18 March 2002 07:31, lucky draw wrote: > harapan terakhir mahasiswa (yah karena saya juga > mahasiswa ) mungkin hanya pada dosen (tapi bukan > berarti mahasiswa bergantung sepenuhnya pd dosen) > sebagai pengajar dan "teman seperjuangan" (yah karena > dosen juga pernah jadi mahasiswa ) > rasanya seorang dosen tidak usah terlalu kaku dengan > kurikulum, mulailah berkreasi apa yg mungkin sesuai > untuk dilakukan di tempat dimana ia membimbing > mahasiswa, dosen jangan hanya sekedar mengejar > pangkat dan jabatan. > > saya juga berpikir mengapa semua ini terjadi? > siapa yg salah? apakah kebudayaan kita yg salah > ataukah cara berpikir orang indonesia mungkin > sudah seperti ini. > yah mudah-mudahan saya yg salah. > > yah harapan mahasiswa yg terakhir biarlah > para dosen tetap menjadi sahabat dan pembimbing > kami yg sejati :)
waktu saya masih menjadi dosen di ITB pola belajar sambil bermain yang saya terapkan dengan membentuk computer network research group di mana anak-anak di lindungi supaya bisa main 24 jam dll .. hasilnya yah lumayan lah mereka banyak yang sekarang sudah jadi orang .. bisnisnya engga tahu deh dah berapa milyard duit yang diputer .. mereka juga banyak menghasilkan buku-buku dll .. jauh lebih baik daripada yang sekedar menimba ilmu di kelas cuma ya pola Onno ini kan engga standar dengan DIKNAS & Onno ini juga di kenal sebagai pembrontak & berani ngelawan atasan :) .... -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

