On Tuesday 19 March 2002 17:57, Agus Fery S wrote: > Jadi saya sangat setuju sekali kalau mahasiswa itu diberikan suatu > kebebasan untuk "belajar sambil bermain" tentunya mereka tetap dimonitoring > untuk efisiennya krn jangan sampai mereka kebablasan bermain-main tapi > IP-nya kedodoran. > > ---- > BTW... ada ide engga untuk mengubah 'jalan pikiran' para dosen terumata yg > di Lab, untuk mempunyai 'pemikiran' seperti Pak Ono. > Sebab di kampus saya, untuk menggunakan lab seperti tempat Pak Ono sangat > susah sekali. > Lab di tempat saya buka jam 9 pagi dan tutup jam 4 sore. Itupun hanya boleh > menggunakan, tanpa boleh mengutak-atik software ataupun hardware. > Bagi saya dan teman2 yg tidak punya PC sangat kerepotan.
paling gampang kalau ada dosen muda yang berani brontak & berani jadi bemper buat mahasiswa... urusan jadi lancar .. alternatif lain, yang juga saya coba dulu waktu saya masih mahasiswa adalah membangun sendiri lab di himpunan mahasiswa & juga di rumah beberapa rekan :) ... alternatif lain, di lakukan oleh mahasiswa STIMIK STIKUBANK mereka membangun Computer Club di kampus kemudian di online-kan 24 jam ke internet alternatif lain, bikin acara demo, workshop, seminar biar massa pendukung bertambah .. kalau massa cukup besar kampus juga keder .. anda harus ingat bahwa anda mempunyai hak karena anda sudah bayar SPP!!! kecuali kalau SPP-nya nunggak :) ... -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

