Kalo masalah itu sih menurut saya karena para pelajar kita
memang tidak dipersiapkan dari awal. Dari SD sampe SMA belajar
pelajaran yang nggak jelas gunanya apa. Trus tahu - tahu harus
kuliah, milih jurusan apa juga bingung... akhirnya paling cuma
ikutan temen atau apa kata orang tua atau yang kelihatannya
keren.

Yang saya lihat, kebanyakan mahasiswa kehilangan minat belajar
hal yang seharusnya dipelajari dan malah belajar atau 'belajar'
hal yang lain. Ada kesan mereka terperangkap, karena memilih
jurusan yang salah. Atau kalau pun jurusannya benar, mereka
masih diharuskan belajar hal - hal yang menurut mereka kurang
relevan dengan apa yang ingin mereka kejar.

Mungkin harusnya tahun pertama kuliah mahasiswa belum dibagi
menurut jurusan, baru tahun kedua dan seterusnya dijuruskan. Ide
yang lebih 'ngaco' lagi sih mahasiswa bebas memilih jurusannya
sendiri. Jadi misalnya di ITB, setelah selesai TPB, mereka bebas
mau kemana.. masuk Elektro kah, MIPA kah, atau belajar seni
kah... mereka memilih jurusan setelah kuliah, bukan sebelum
kuliah. Atau diberi fasilitas sub-majoring. Atau diberi
kesempatan ambil double-major.

Sorry, tapi kayaknya diskusi ini terlalu panjang untuk
diteruskan di milis ini.. sudah terlalu OOT. Nanti ada yang
ngambek. :)

On 20-Mar-02 at 12:33 [EMAIL PROTECTED] wrote:

>Ada benarnya.
>Dan salah satu lingkungan pendorong itu adalah para dosen
*smile to 
>para dosen*. Kebetulan saya juga sesekali ngajar jadi tahu
borok 
>sendiri :)
>
>Kenapa ?
>Sebagian besar mahasiswa itu belum tau apa maunya dan apa
bakatnya. 
>Peran dosen lah agar mahasiswa2 itu bisa mendapat secercah
petunjuk.
>
>Kalo belum tau maunya apa, ya bingung mau belajar apa, manfaat
belajar 
>apa, ilmunya buat dipake apa.


Dapid Candra
-----------------------------------------------------------------
--
Terima SMS dapet duit: 
        http://www.smsreward.com/registrasi/?reff_id=1-0203-ZMP-30544




-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke