> Mungkin harusnya tahun pertama kuliah mahasiswa belum dibagi > menurut jurusan, baru tahun kedua dan seterusnya dijuruskan. Ide > yang lebih 'ngaco' lagi sih mahasiswa bebas memilih jurusannya >sendiri. Jadi misalnya di ITB, setelah selesai TPB, mereka bebas > mau kemana.. masuk Elektro kah, MIPA kah, atau belajar seni > kah... mereka memilih jurusan setelah kuliah, bukan sebelum > kuliah. Atau diberi fasilitas sub-majoring. Atau diberi > kesempatan ambil double-major.
Kalo ngga salah memang cara seperti ini dulu yang dianut ITB akhirnya adalah ada jurusan gemuk (banyak peminat) dan ada jurusan kurus (kurang peminat). Dibedakan menurut IP juga, dan tentu saja, tidak semua orang bisa masuk ke jurusan yang diminatinya karena "kalah bersaing" dengan yang IP nya tinggi. -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

