Kalo masalah install dr rpm atau source itu tergantung orangnya, kalo saya
pribadi lebih milih source drpd rpm ato package-binary lainnya, soalnya
lebih baru, lebih cepet (utk mesin i686), lebih terkontrol, lebih ngerti,
masalah update saya pake script utk uninstall program, tapi conf-nya
dibackup dulu.
Tapi itu terserah anda kalo mesin anda memang agak berat kalo utk compile
source ya memang lebih baik pake rpm atau package jadi


On Wed, 16 Jul 2003, Adhi eN wrote:

> On Wed, Jul 16, 2003 at 01:57:19PM +0000, Yuniarto Ashadi wrote:
>
> Masal (baca: praktis), gunakan rpm dan deb
>
> Hand-made (mau dipelototin satu2), gunakan tarball
>
> Tetapi sekarang SRPM pun tak kalah "mudah" kalo hanya untuk menghindari
> dependencies...:-)
>
> Untuk yg kerja dgn banyak server, pilihlah rpm... percayalah bahwa ini akan
> sangat menghemat sisa umur... eh... waktu dia....
>
>
> Kind Regards,
> Adhi eN
>
> > Salam,
> >
> > Kalau saya, karena distribusi yang digunakan bukan redhat jadi mendingan
> > pake tarball. Meskipun bisa membuka format rpm tapi hasilnya sering tidak
> > sesuai kebutuhan. Lagi pula jika menggunakan tarball bisa di konfigurasi
> > source nya sesuai dengan kebutuhan. Untuk kompilasi juga tidak terlalu
> > lama, tergantung komputernya. Kalau untuk praktisnya memang enak
> > menggunakan format rpm.
> >
> > Yuniarto
> >
> >
> >
> > > -----Original Message-----
> > > From: David Sudjiman <[EMAIL PROTECTED]>
> > > Sent: Wednesday, 16. July 2003 06:13
> > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > Subject: [linux-admin] install dan update package
>
> [deleted]
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke